Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Last wish


__ADS_3

"Sayaaaaang..." Monica menyambut hangat lelaki yang baru saja pulang itu sambil merentangkan tangan meminta sebuah pelukan.


"Hai, sweety.." Ken memeluk Monica dan mengecup puncuk kepala Monica. "How r u, baby?" tambahnya.


"Fine.. It's fine because you're here right now.." Monica balik merengkuh Ken.


"Do u miss me, baby?" tanya Ken sambil menggoyangkan pelukan itu ke kiri ke kanan.


"Very baaaaaddd.." jawab Monica.


"Kau semakin manis sekarang.. pandai merayu dan membuat hatiku mencair.." ucap Ken sambil mengusap wajah Monica dipelukannya. "Apa kau juga sudah mencintaiku sekarang?" tambahnya sambil sedikit melepaskan pelukan itu, membuat jarak agar wajah mereka berhadapan, membuat pandangn mata mereka saling bertemu.


"Bagaimana bisa aku tidak mencintaimu, sayang.. Kau sudah memberikan seluruh cintamu itu untukku bukan?" ujar Monica.


"Tentu sayang.. Aku mencintai dirimu dan dia (sambil menyentuh perut Monica) lebih dari hidupku sendiri..."


Cupp!! Ken lansung memagut bibir ranum milik Monica. Mengabsen setiap sudut didalam mulut Monica, saling membelit dan memberikan hisapan-hisapan kecil.


"Terimakasih kau sudah membuat kehidupan baru untukku, kehidupan yang berwarna ini.. Aku merasa hidup sekarang." bisik Ken disela ciumannya.


Nyum..nyum..nyum.. ✨ Ciuman itu berlanjut.


"Aaaahhh.. Come on baby, I can't hold it anymore.." Nafas Ken terengah. Ia merasai birahi itu sudah bergejolak. Sudah berapa hari Monica tidak memberikan jatahnya.


("Ayo sayang, aku sudah tidak bisa menahannya lagi.")


"Bersabarlah pak tua!! aku sedang hamil muda.. Mana boleh seperti itu." Monica menolak lagi.


"I swear, i will do it softly.." Nafas Ken semakin memburu, ia benar-benar tidak bisa menahannya lagi.


("Aku janji, aku akan melakukannya dengan lembut.")


"No baby.. wait for it till we are getting married.." tolak Monica lagi.


"Baby.." Ken menyosor rahang Monica dan mengecupnya sampai daun telinga. Ia benar-benar sudah bergairah.


Hahaha.. Monica tertawa geli. "Nanti sayaaaang.. ada yang ingin ku bicarakan denganmu." Monica mencoba melepas ikan sapu yang terus menghisap-hisap bagian lehernya.


"Katakan nanti, sayang.. Aku akan memberikan apapun untukmu." Ken sudah tidak sabar.


"Apapun?" tanya Monica dan Ken mengangguk dibalik sesapanya yang sedang menggerayangi leher Monica. "Tanpa terkecuali?" tanya Monica lagi.


"Everything baby, everything.." ucap Ken.


Cuuuupp!! Mereka saling berpagutan lagi. Saling terpejam dan saling membelit lagi.


Mmmphhh.. Lenguhan sudah lolos bahkan saat baru acara pembuka. Sudah lama mereka tidak melakukan ritual ini, ritual yang sangad nikmad yang biasanya mereka lakukan kapanpun dan dimanapun.

__ADS_1


Kini, ritual itu sering tertunda dan ditolak Monica dengan dalih sedang hamil muda, tidak mood, perut tidak nyaman, dan lain-lain.


Dan Ken, si pangeran berkuda putih yang baik hati hanya bisa selalu menurut dan mengalah lagi dan lagi. Monica sudah benar-benar membuatnya bertekuk lutut.


Ken memangku Monica menuju ranjang, merebahkan wanita itu dengan hati-hati, lalu lanjut mengecup lagi. Memberi tanda merah disertai jilatan-jilatan basah. Aaww..


Gaun yang dipakai Monica mulai terlepas, terbang dan jatuh begitu saja dilantai. Menyisakan sebuah kain yang masih menutupi bagian inti.


Tubuhnya mulai meremang hangat seiring aksi Ken yang sudah lihai memanjakan dirinya, mata nya selalu terpejam nikmad dibuatnya.


Ken mulai melucuti pakaiannya juga, bertelanjang dan merasai sensasi skin to skin lebih intens lagi.


"R u ready, baby.." bisik Ken didaun telinga Monica.


"Yash, baby.." jawab Monica.


Dan penyatuan itu lagi-lagi terjadi. Sepasang kekasih itu benar-benar jadi satu, diatas ranjang yang selalu diam menjadi saksi bisu. Suara decitan kulit yang beradu, mulai tercipta seiring tabrakan yang Ken lakukan.


Ken akhirnya bisa mendapatkan ini lagi, hasrat yang selalu tersalurkan dan tidak bisa berhenti disalurkan. Ia benar-benar menikmati ini, melakukan dengan sangat lembut sesuai janjinya.


Mmmpphh.. aaawhh.. sssshhh..


Suara itu.. suara yang selalu mewakili betapa nikmadnya peraduan itu. Ken memang selalu hebat jika melakukan ini.


*** Dah ah iklan aja gak usah banyak-banyak🤣🤭


Esok hari...


Monica menggeliat dan membuka mata, sudah kembali dari alam mimpi yang membuainya.


"Sayaaaang.." Monica mengelus wajah Ken yang masih terpejam. "Sayaaaaang.." panggilnya lagi.


"Hmmm.." Ken bergumam.


"Ayo bangun.. jangan melupakan permintaanku semalam!" ucap Monica sambil memainkan tangan diwajah Ken, mengganggu agar lelaki itu cepat bangun.


"Hmmm.." Mata Ken masih terpejam.


"Sayang... ayo.." Monica menggerak-gerakkan bahu Ken.


"Apa? aku masih mengantuk.." ucap Ken sambil membuka mata sebentar, kemudian merem lagi.


"Cepat bangun, aku akan mengajakmu ke suatu tempat." ujar Monica, duduk dan menggerakan bahu Ken lagi. "Ayooooo...."


"Memangnya mau kemana sepagi ini?" tanya Ken dengan suara yang belum jelas, dan matanya juga masih terpejam.


"Makanya bangun dong!! Ayolah, Ken. Ini permintaanku yang terakhir." ucap Monica lagi.

__ADS_1


Terakhir?


"What do u mean last wish?" Ken bertanya dan akhirnya dia bangun.


"Iya.. terakhir.." ucap Monica dengan wajah serius.


"Memangnya apa yang kau inginkan? kenapa kau bilang ini yang terakhir? apa kau menginginkan nyawaku? ataaaau .. semua hartaku?" Ken mendekat dan ikut duduk menghadap Monica.


Monica menggeleng pelan dan tersenyum.


"Tidak begitu pak tua!! aku hanya ingin.... tapi kau sudah janji kan, mau mengabulkannya?"


"Berhenti memanggilku pak tua!! i'm going to be hot daddy."


"Iya iya.. tapi janji kan kau akan menuruti keinginanku."


"Katakan.."


"Janji dulu.."


"Iya aku janji.."


"Aku.. aku ingin kau menjenguk Emily dan membawa dia untuk tinggal disini."


"Baby, come on. Don't ever say that fvckiing name!" Ken mendesah kesal, ia kira Monica menginginkan apa.


"Kau sudah berjanji.."


Ken beranjak, memungut celana lalu mengenakannya. Ia berjalan menuju minuman dingin dan menenggaknya.


"Aku tahu dilubuk hatimu yang paling dalam, kamu merindukannya.. jangan menyangkal itu." ucap Monica sambil menatap punggung Ken yang membelakanginya. "Hidupnya sangat menderita, Ken. Dia tidak bersalah!"


"Cukup Monica!! aku tidak ingin mendengar kau membahas tentang ini lagi!! ini yang terakhir!!" Ken berbalik dan menatap Monica.


Monica beranjak dan mengambil gaun tidur, kemudian berjalan dan mengambil sekumpulan surat dari Emily yang sudah dia baca. "Lihat ini.. bertahun-tahun adikmu mencurahkan isi hatinya didalam kertas-kertas ini. Apa hatimu sekeras itu Ken? bukannya kau bilang aku sudah meluluhkan hatimu?"


"Monica ini hal yang berbeda, aku membenci dia dan ibu.. Sampai aku matipun akan tetap seperti itu!"


"Kau juga pernah mengatakan membenci wanita bukan? tapi lihat dirimu sekarang.. kau sangat mencintaiku.." Monica mendekat dan meraba wajah Ken. Mempertemukan pandangan mereka. "Setidaknya untukku dan mendiang ayahmu.. sayang."


"Jangan membawa ayahku dalam hal ini!!"


"Kamu sangat menyayangi ayahmu bukan? ayahmu pasti ikut menderita menyaksikan hidup putra putrinya yang seperti ini, buat ayahmu hidup dalam damai dialam sana, sayang.."


Setelah membujuk rayu dan meyakinkan pria itu, akhirnya Monica berhasil membuat hati Ken tergerak lagi. Ken membaca beberapa kertas surat Emily yang Monica sodorkan dan detik itu juga mata Ken langsung berkaca-kaca.


"My poor Emily.."

__ADS_1


Monica tersenyum senang, akhirnya hati Ken tersentuh juga tentang adiknya. Monica jadi merasa sedikit tenang sekarang, ia bisa menitipkan Ken kepada Emily jika suatu hari nanti ia harus pergi.


Yaaa.. Monica memutuskan untuk menghilang dari hidup Ken daripada harus terus merasa bersalah dan berdosa kepada Ken tentang anak yang ia kandung. Tapi sebelum itu, ia ingin memastikan bahwa hubungan kakak beradik itu membaik terlebih dahulu.


__ADS_2