
Satu jam berlalu..
Ken dan Monica sudah berada di Apartemen. Ken merebahkan dirinya di sofa dengan mata terpejam, sepertinya ia sedang banyak pikiran.
Monica menatap lekat wajah Ken, terlihat jelas guratan didahi nya yang menandakan pria itu memang sedang memikirkan sesuatu.
"Ken, apa kamu baik-baik saja?" Ucap Monica sambil menjatuhkan diri disamping Ken juga mengusap wajahnya yang ditumbuhi jambang halus itu.
Seketika Ken mengerjapkan matanya dan melirik ke arah Monica.
"Aku sedang ada sedikit masalah.. Bisa ambilkan aku wishky?" Ujar Ken.
"Baiklah, tunggu sebentar.." Monica langsung beranjak dari sofa dan bergegas menuju lemari dapur tempat penyimpanan minuman.
Ah ternyata kosong, aku belum beli minuman lagi.
Monica kembali menghampiri Ken dan memberitahukan bahwa tidak ada stok Alcohol disana.
"Ken, tidak ada minuman.. aku lupa membeli, cuma ada ini.." Ujar Monica sambil menyodorkan minuman dingin.
Ken hanya melirik ketus tanpa teratrik sedikitpun dan langsung merogoh saku untuk menelpon seseorang.
__ADS_1
Tanpa waktu lama bel apartemen Monica berbunyi, Ken langsung mengisyaratkan mata dan bibirnya agar Monica membukakan pintu.
Dengan malas Monica berdiri dan kemudian berjalan menuju pintu, mata nya menatap lantai dan nafasnya terbuang dengan nada sangat malas sekali. fyuhh..
Monica membuka pintu dan menatap seseorang yang sedang membawa satu krat minuman, ya pria yang tadi Monica lihat mengawal Ken namun bedanya kali ini pria itu melepas kaca mata nya.
Seketika mata Monica membulat dan mulutnya menganga, tangannya langsung membungkam mulut yang ingin berteriak saking terkejutnya.
Beberapa detik Monica mencoba mencerna dan benar-benar meyakinkan siapa orang yang ada dihadapan nya kini.
"Alfian? lagi apa kamu disini?" Ucap Monica dengan sorotan tajam.
Pria yang berada di depan Monica pun tak kalah terkejut bahkan hampir saja menjatuhkan bawaanya.
Sementara Ken yang merasa terganggu dengan suara berisik di ambang pintu langsung berdecak kesal dan menuju sumber suara.
"Sedang apa kalian disana? Kevin? mana pesananku? kenapa kau lambat sekali?" Ujar Ken dengan sedikit membentak.
"Ya, M-Mister.. I-ini sudah.."
"Taruh di atas bar itu.." Sahut Ken tanpa mendengar Kevin selesai berbicara. "Monica?" imbuh Ken sambil memandangi Monica dan mengisyaratkan Monica untuk kembali masuk ke ruangan.
__ADS_1
Monica yang masih terkejut masih mematung ditempatnya berdiri sambil terfikir apa yang baru saja ia dengar dan saksikan.
Kevin? kenapa Ken manggil dia Kevin? jelas-jelas dia Alfian. Ya, aku gak mungkin mimpi dan gak mungkin salah liat kali ini.
Tiba-tiba lamunan Monica buyar saat lengan Ken menraik nya masuk dan saat itu juga Monica langsung tersadar dan matanya sibuk menyapu ruangan itu.
Kemana dia? apa dia menghilang lagi?
"Ken, kemana orang tadi?" Tanya Monica dengan sedikit gugup.
"Dia sudah pergi, cepatlah bawakan minuman itu untuk ku." Ujar Ken sambil berlalu menuju sofa besar itu lagi.
Dengan perasaan berkecamuk Monica langsung menuju dapur dan membuka minuman yang berada di atas mini bar itu.
Monica mengambil beberapa botol dan juga gelas yang berada diatas nampan kemudian kembali menuju Ken. Monica menuangkan minuman itu dan tanpa aba-aba Ken langsung menyambar dan menegaknya hingga habis.
"Lagi.." Ujar Ken tanpa merubah posisinya.
Monica menunagkanya lagi dan lagi-lagi Ken juga menyambar dan langsung menegaknya habis hingga berulangkali.
"Cukup Ken, kamu udah kebanyakan minum.." Seru Monica sambil merebahkan tubuh Ken ke atas sofa.
__ADS_1
Monica langsung buru-buru membereskan botol-botol kosong itu, Khawatir Ken akan meminta lagi.