
Apartemen Monica
Bughh!! Ken mendorong tubuh Monica hingga merapat ke dinding. Emosinya sangat memuncak ketika mendengar Monica menemui lelaki lain. Dengan segala kesibukannya, Ken pergi begitu saja demi menemui wanita pujaanya itu.
"Awgghh.. Sakit Ken!!" Monica merintih saat punggungnya menabrak dinding.
"Beraninya kau mengkhianatiku!!" suara Ken terdengar pelan namun bergemuruh, menandakan pria itu benar-benar sedang emosi.
"Tidak.. i-ini semua tidak seperti yang kau pikirkan. Aku menemui Johan hanya...
Bughhh!! Ken meninju dinding, tepat disamping wajah Monica, Membuat Monica terpejam sambil merengut. "Kau bahkan berani menyebut namanya dihadapanku!!" sorot mata Ken semakin tajam.
"Biar ku jelaskan.." Monica berujar takut-takut. Lututnya terasa gemetar dan seketika lemas.
"APA!! KAU AKAN MENGATAKAN BAHWA DIA ADALAH SATPAM YANG SEDANG MEMBANTUMU SEPERTI YANG KAU KATAKAN SAAT KAU PERGI KE KLINIK ITU?!! KAU BAHKAN SUDAH MEMBOHONGIKU SEBELUMNYA!!" Ken berteriak dengan sorot mata seperti elang yang siap menerkam mangsanya.
"A-aku......" aaahh.. Monica sungguh bergetar saat ini, ia bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Ku kira kau berbeda, Monica!!" suara Ken melamah, ia benar-benar merasa kecewa.
"Aku tidak mengkhianatimu, Ken. Bagaimana bisa aku menancapkan belati dipunggungmu. Sungguh.. ini semua...."
__ADS_1
"Apa dia juga menyentuhmu lagi, seperti saat kau berpegangan tangan diklinik itu hah?!" Breeeettt!! Ken merobek baju Monica. "Dibagian mana dia menyentuhmu!!"
Ya lord! dia menyeramkan sekali!
"Tidak!! aku tidak melakukan apapun bersamanya, aku bersumpah!!"
Huwaaaghhhh... Ken berteriak. berjalan cepat menuju vas bunga dan melemparnya begitu saja ke cermin. Membuat seisi ruangan itu berantakan dengan serpihan kaca. Mengambil lagi yang lain dan melemparkannya lagi. Meluapkan gemuruh kemarahan dalam dirinya.
Monica benar-benar membisu menyaksikan itu semua, ia tidak punya kekuatan sama sekali. Tubuh mungilnya begitu lemas hingga ia terkulai menjatuhkan diri ke lantai begitu saja.
Mengapa sulit sekali menjelaskan situasi ini!!
Mata Monica menatap punggung Ken yang masih membelakanginya, hatinya terasa mencelos melihat Ken seperti itu.
Serpihan kaca yang berserakan itu seperti menyayat hati saat Ken mengabaikanya. Membuat matanya terasa panas dan basah begitu saja.
"Aku tidak mengkhianatimu, Ken. Aku bersumpah untuk itu! demi author yang kucintai!!" hehe.🤭
"Aku membenci kaum wanita dan kau berhasil merubahnya..." akhirnya Ken menjawab, namun masih dalam posisi yang sama. "Dan sekarang aku akan kembali memegang teguh hal itu, dan kau!!" Ken terlihat berbalik badan dan mendekati Monica. "Kau masuk kedalam wanita nomor satu yang ku benci!!"
"Kau bilang kau mencintaiku..." Monica semakin tidak berdaya, air mata kian meleleh seiring rasa perih yang dirasakan hatinya.
__ADS_1
"Persetan dengan cinta!! aku tidak akan menemui mu lagi, dan kau!! jangan pernah menampakan diri dihadapanku lagi!!" Ken mencetuskan ultimatumnya begitu saja. Tanpa menatap Monica dengan penuh kasih seperti sebelumnya. Hanya ada kekecewaan yang teramat dalam dipandangannya.
Aaaaa... Hati Monica terasa semakin teriris..
Ken kemudian berjalan menuju pintu, berniat meninggalkan Monica.
"Tunggu!!" Monica mengumpulkan sisa tenaganya. Bangkit berdiri dan menatap punggung Ken lagi. Pria itu bahkan sudah tidak sudi lagi menatapnya. "Jika kau tidak ingin mendengar penjelasanku, setidaknya kau harus mendengar ini.." Monica mendekat, semakin dekat. Ingin rasanya Monica langsung merengkuh lelaki jangkung itu.
"I'm carrying your little angle on my tummy.." ucap Monica sambil memegang perutnya.
("Aku mengandung malaikat kecilmu diperutku.")
Ken berbalik badan, menatap dengan tatapan yang masih menyeramkan. "R u kidding me?"
"You're going to be a dad.." ucap Monica sambil tersenyum tapi menangis juga.
"Jangan main-main Monica!"
***
Kangen adegan mpot ayam gak sih wkwk..🤣
__ADS_1
Done yah, hari ini udah dua. Pokoknya jangan ada yang komen up, nagih nagih mulu!! besok lagi, key. 🤨