
Pria bertubuh tinggi itu membisikan sesuatu ditelinga Revan si pemilik klub. Revan hanya tersenyum dan mengangguk.
"Lihat saat si bintang Red Apple kembali, belum sepuluh menit dia datang sudah banyak yang memperebutkan.. haha" Ucap Revan sambil menggelengkan kepalanya kemudian beranjak dari sofa dan menemui Monica yang tengah asyik berbincang dengan Andrew di Bar.
"Hai, benarkah ini kamu? apa aku gak salah liat?" Ujar Revan basa-basi.
"Hello pak bos, Maaf untuk cuti ku yang panjang. hahaha." Jawab Monica sambil mengulurkan tangan. Mereka berjabat tangan sambil tertawa kecil.
"Tiada maaf bagimu, Ayo seseorang menunggu mu di room 12.." Ucap Revan.
"Dia baru kembali, kenapa kau membiarkan nya pergi lagi?" Ucap Andrew menimpali obrolan Revan dan Monica.
"Kau lupa siapa dia, Bintang nya Red Apple.. Aku akan memasukan nya ke dalam rekor dunia kalo dia bisa diam berjam-jam disini.."
Mereka hanya tertawa kecil, kemudian Monica turun dari kursi bar dan merapihkan gaun nya kemudian berjalan menuju room 12.
Setelah sampai di depan pintu, Monica memejamkan mata nya dan menarik nafas panjang. Ini kali pertama dia akan berkencan dengan tamu lain lagi setelah berbulan-bulan hanya melayani Ken.
Monica membuka matanya kemudian memencet bel, namun sudah berkali-kali pintu nya tak juga terbuka. Dengan sedikit kesal Monica langsung membuka pintu itu kemudian masuk.
"Gelap banget, apa ada orang?" Ucap Monica sambil perlahan masuk dan menuju stop kontak untuk menyalakan lampu.
__ADS_1
Belum sampai di tujuanya ada seseorang yang menyerang Monica dari belakang sambil menempelkan sapu tangan di antara hidung dan mulutnya.
Monica yang merasa kaget langsung meronta-ronta, namun beberapa saat Monica langsung merasa pusing dan pandanganya jadi gelap. Monica pun tak sadarkan diri di pangkuan pria itu.
"Sayang.. Aku merindukanmu.." Ucap pria itu sambil mengecup wajah dan leher Monica yang terbuka lalu setelah puas pria itu membawa Monica pergi ke suatu tempat.
.
.
.
Beberapa jam berlalu Monica mengerjapkan mata nya dan membukanya perlahan. Monica merasa kepalanya berputar-putar namun ada seseorang yang sedang bergerak-gerak di atas tubuhnya.
Betapa terkejutnya Monica saat mendapati tubuhnya sudah telanjang dan bahkan saat ini tubuhnya sedang di nikmati.
Monica pun meronta ingin mengehentikan kegiatan tersebut, namun saat akan bangkit ternyata tanganya terikat di kedua sisi tempat tidur.
"Hentikan, B a j i n g a n!!" teriak Monica.
Namun pria itu hanya tersenyum dan melanjutkan aksinya.
__ADS_1
"Hallo, sayang.. sudah bangun rupanya? kamu merindukanku hah?" Ucap pria itu sambil menghentakan tubuhnya menabrak titik terdalam di bagian inti Monica.
Seketika Monica menjerit dan mencengkram tali yang mengikat tanganya, meskipun ada rasa nikmat tapi rasa benci nya membuat semua ini terasa menjijikan.
"Hentikan, aku mohon.. lepaskan aku.." Ucap Monica sambil menitikan air mata nya.
"Ah ini enak, sayang.. Nikmatilah.." Jawab pria itu tanpa menghiraukan Monica ia terus asik menggenjot tubuh mantan istrinya itu.
K*parat! b*ngsat! b*ajingan! ibl*is!
Tak henti-henti nya Monica mengutuki dan memaki sambil terus menangis meminta pria itu berhenti, namun tanpa daya Monica terus dihujani hentakan demi hentakan itu.
Tangis Monica semakin pecah saat pria itu menyemburkan cairanya di dalam tubuhnya, Pria itu yang tak lain adalah Alfian langsung mengecupi leher Monica.
Monica terus menggeliat menghindari semuanya, tapi bagaimanapun ia meronta tetap saja Alfian melanjutkan aksinya.
"Makasih sayang, enak banget.." Ucap Alfian tanpa dosa.
Monica makin terasa hina saat ini, kemarin dia hampir saja jatuh hati pada seorang pria setelah dulu pernah jatuh hati pada orang yang baru saja menikmati tubuh nya.
Ternyata Monica benar-benar hanya seorang pemuas nafsu lakilaki, tidak ada orang yang menghargainya sama sekali.
__ADS_1
Ya, memangnya siapa diriku? aku *******, aku si "Wanita pekerja malam".. tentu saja aku hina.. Gumam Monica dalam hati sambil terus menangis.