Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Meet


__ADS_3

Monica sudah sampai...


Tapi...


Kali ini bukan diapartemen Monica dan bukan juga di sebuah hotel yang biasa jadi tempat Ken dan Monica bertemu.


Alex mengantarkan Monica kesebuah tempat yang sepertinya tempat itu adalah perumahan elit, pikir Monica


Mau kemana ini ? Rumah Ken kah?


"Kita gak ke apart, Lex?" tanya Monica.


"Tidak." jawab Alex singkat.


"Mau kemana kita?" tanya Monica lagi.


Satu..dua..tiga..empat..lima detik. Alex tidak menjawab juga.


"Lex? gue nanya lho." ucap Monica lagi. "Lo nggak denger apa gimana sih?" tambahnya, karena Monica duduk dikursi belakang, ia sampai memajukan kepalanya, mendekati Alex yang sedang sibuk memutar kemudi.


"Sebentar lagi kita sampai.." jawab Alex datar.


"Lo kenapa sih? tegang amat kayaknya?" tanya Monica yang melihat gelagat rada aneh dari Alex.


"Maaf Nona...


"Lo nih apaan sih.. panggil gue Monica aja sih kayak biasa, gak usah nona-nona an." jawab Monica mencela pembicaraan Alex.


"Saya mohon Nona bersikap baik, apalagi bila dihadapan mister nanti. Jangan sampai kita berdua mendapat masalah karena ini.." ungkap Alex, mata nya fokus menatap jalanan dan berbicara tanpa airmuka yang berubah sedikitpun.


"Gue gak ngerti deh.." ucap Monica.


"Nona adalah kekasih boss saya, berarti Nona juga atasan saya. Saya harus menghormati nona, dan saya mohon nona bersikap bijak untuk bisa memperlakukan saya sebagaimana atasan memperlakuan bawahanya." ucap Alex lagi. Kali ini mobil yang mereka berdua tumpangi berhenti disalah satu rumah. Rumah yang cukup keren, mungkin itu adalah rumah Ken.


"Kaku banget idup lo! udah sampe nih kita?" ucap Monica.


Alex tidak menjawab. Ia turun, kemudian membukakan pintu untuk Monica. "Silahkan Nona." ucapnya.


"Jih, geli gue dipanggil gitu." ucap Monica, seraya turun dan merapihkan gaunnya. "Ini rumah Ken?" tanya Monica, kemudian ia mengambil tas nya yang masih tertinggal didalam mobil.


"Mister ada didalam.. Silahkan.." ucap Alex lagi.


Ih apasi ini si Alex, perasaan dari tadi gak nyambung mulu!


Daripada berlama-lama bersama Alex yang menurutnya membingungkan, Monica kemudian berjalan menyusuri anak tangga menuju pintu utama. Rumah yang sangat indah, bahkan daritadi Monica tidak bisa berhenti bergumam.


Krekk!! Alex membukakan pintu utama rumah itu.

__ADS_1


Detik pertama, Monica kembali dibuat terpukau oleh isi rumah itu. Sangat elegan dan tertata rapi, dengan dinding kaca yang sangat besar, ruang tamu dengan furniture-furniture yang sepertinya berharga fantastis.


Aaaahh.. Monica benar-benar dibuat takjub..


Se-per-sekian detik, atau mungkin menit Monica melihat-lihat. Hingga akhirnya ada suara seseorang yang mengalihkan perhatianya.


"Selamat datang, sayaaaang.." ucap seorang pria dengan senyuman khas yang mempelrihatkan deretan gigi yang putih dan rapi.


"Keeen.." ucap Monica sambil tersenyum juga.


Ken mendekat, kemudian berdiri dihadapan Monica. "Hallo, sayang.." ucapnya sambil membuang rambut Monica kebelakang. Ken membubuhkan sebuah kecupan dibawah rahang Monica.


Ayolah Ken, ini baru permulaan. Jangan macem-macem😅


"Ini rumahmu?" tanya Monica, sambil masih menilik rumah 2 lantai tersebut.


"Bukan, sayang.. Ini rumahmu.." Bisik Ken tepat ditelinga Monica.


"Rumaaaah.. maksudmu?" jawab Monica heran.


Ken hanya mengangguk, dengan senyum yang masih menyungging diwajahnya. "Semua ini milikmu.." tuturnya.


Whaaaaattt... Batin Monica, yang bikin bathin author juga meronta😂


"Rumah ini untukku?" ucap Monica lagi, masih tidak percaya.


"Apa aku harus mengulang perkataanku, huh?" ucap Ken.


"Lebih dari itu.."


Cuupp.. Ken mengecup bibir ranum Monica.


"Kenapa? kau tidak menyukainya?" tanya Ken, melihat airmuka Monica yang terlihat biasa saja, padahal aslinya Monica hanya masih terpaku dan tidak percaya.


"Bawa keluargamu kerumah ini, tapi sebelum itu.. .. aku ingin kita berdua menempatinya terlebih dahulu.." ucap Ken lagi.


Aaahh.. Ken biasa aja dong ngomongnya, gak usah nyosor-nyosor plus so sexy gitu🤭


"Aku gak percaya, aku masih gak percaya kalo kamu beneran ngasih rumha ini buat aku.." ucap Monica.


"Kamu gak perlu percaya, karna aku.. aku mau kamu senang dan bahagia.." tutur Ken.


Aaaaaa.. Entah harus bagaimana Monica mengekspresikan perasaanya sekarang, yang jelas ada rasa bahagia dan haru yang meledak dihatinya.


🤗🤗🤗


Monica langsung merengkuh tubuh pria yang baru saja membuatnya sangat bahagia itu, ia memeluknya sangat erat dan dalam.

__ADS_1


"Terimakasih, Ken.." ucapnya dibalik pelukan itu.


"Panggil aku sayaaang.." pinta Ken.


"Sayang?"


"Yaa.. kau keberatan?"


"Tidaaak.." Monica menghela nafas, saat rasanya Ken semakin mendekat menuju ceruk lehernya.


"Tak perlu memaksakan, panggil aku semaumu saja. Kau akan memanggilku sayang saat kau mau, bukan aku yang minta.."


Gulp!! Monica meneguk salivanya.


Dan Ken langsung menyambar bibir Monica, Memagutnya dengan sangat rakus. Membuat nafasnya semakin terengah.. Ada keharusan yang musti terpenuhi.


Tas Monica terjatuh begitu saja ditempatnya berdiri, Monica membalas ciuman Ken dan mengimbanginya.


Tubuh Monica perlahan mundur karna tak tahan menahan serangan Ken lagi, hingga pinggul Monica membentur sofa seiring pergerakan Ken.


Ken refleks mengangkat tubuh Monica ke bagian atas sofa itu, menyingkap gaun yang memang sudah terbelah memampangkan paha yang putih mulus.


Malam yang panas sudah dimulai, nafas keduanya semakin riuh memburu dengan pagutan benang saliva yang belum terputus jua. Tangan Ken mulai bergerilya menelusuri bagian-bagian favoritnya ditubuh Monica.


"Aahh u make me crazy, baby.." racau Ken ditengah peraduan yang baru saja dimulai. Namun, ia kembali melanjutkannya. Kali ini kecupan itu menelusuri kulit leher dan bawah rahang Monica, memberikan beberapa tanda kepemilikan yang sangat kontras dengan kulit Monica yang putih.


Ekhemm.. Ekhemm..


Tiba-tiba ada suara yang memecah permainan mereka. Siapa itu? berani-beraninya mengganggu adegan asik yang sedang Ken lancarkan bersama Monica. Tapi salah mereka juga, kenapa sudah memulai bahkan saat pintu utama saja masih terbuka lebar.


Refleks keduanya menoleh, dan ternyata orang itu adalah Alex. "Maaf mengganggu, Mister. Tapi ini sangat darurat." ucap nya sambil menundukan kepala. Alex sungguh cari mati, tapi ini benar-benar urgent menurutnya.


"Apa yang kau lakukan? berani sekali kau mengganggu ku?" ucap Ken, bahkan nafasnya belum sepenuhnya teratur.


"Kita sudah ditunggu.." ucap Alex, tapi kepalanya masih menunduk. Tidak berani menatap ke arah Ken, apalagi disaat seperti ini.


Ckk!! Ken berdecak kesal. Kenapa nggak entar ajasih! "Tunggu diluar!" ucap Ken.


Kemudian Alex menghilang dari pintu utama, dan Ken pamit sebentar kepada Monica dan memintanya untuk menunggu. "Satu jam, aku janji." ucapnya sebelum pergi.


Kedua pria itu pun pergi, menyisakan Monica seorang diri disana. Dirumah yang katanya milik dirinya.


*


z


z

__ADS_1


*


Hayooooo, nungguin adegan ngana yak😂


__ADS_2