Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Bertemu


__ADS_3

Monica baru selesai mandi, ia sedang duduk di sofa sambil memandang ke arah luar bangunan di temani segelas coklat panas. Tubuhnya masih di balut bathrobe, rambutnya masih di lilit handuk berwarna putih.


Monica sedang melamun memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang. Tidak ada ponsel, tidak ada uang. Hanya mobil nya lah harta satu-satunya sekarang, Monica berniat untuk menjualnya, namun kini Mobil itu masih berada di Red Apple. Monica merasa enggan untuk pergi kesana lagi.


.


.


.


Di satu sisi..


Ken baru tiba di kota asal, senyumnya langsung mengembang saat mendengar pengembang Apartemen dan security Apartemen mengabari dirinya bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam unit yang selama ini mereka awasi.


Akhirnya.. Gumam Ken dengan senyum senang.


"Ubah rute.. Kita ke Apartemen Monica sekarang!" perintah Ken kepada Alex yang sedang mengemudi.


"Bukan nya kita akan meeting, Mister?" tanya Alex sambil menatap Ken di kaca. "para direksi sudah menunggu untuk penyetujuan saham baru." imbuhnya.


"Kamu dan Max akan meng-handle nya, aku hanya perlu tanda tangan nanti." jawab Ken.

__ADS_1


"Baiklah, Mister.."


Alex pun memutar kemudi sesuai perintah Ken, Mereka menuju Apartemen Monica.


Setelah menempuh waktu kurang lebih satu jam akhirnya Ken tiba di tempat tujuannya, yaitu apartemen Monica.


Ken turun dari mobil kemudian merapikan jasnya, perlahan ken mulai memasuki gedung itu dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya.


ken sudah berada di depan pintu, Ia menekan password kemudian perlahan membuka pintu.


Klekk!!..


tatapannya terlihat kosong dan saat ini Monic masih menggunakan bathrobe dan handuk di kepalanya. perlahan Ken mulai melangkah dan menghampiri Monica dan saat langkahnya semakin dekat ia langsung merengkuh tubuh Monica dari belakang.


"sayangku akhirnya kamu kembali, Aku sangat merindukanmu.." ucap ken sambil memeluk dan menghirup aroma tubuh Monica.


Monica yang sedang melamun tentu saja merasa kaget mendapat pelukan dari Ken. lamunannya langsung buyar dan dengan refleks Monica mengedikan bahu sambil menoleh.


Monica merasa kaget saat melihat Siapa orang yang ada di hadapannya, namun lidahnya terasa kelu dan mulutnya terasa diKunci. Monica Hanya menatapnya tanpa berkata sepatah katapun.


"Sayang kamu ke mana aja?aku mencarimu kemana-mana.." ujar kan sambil memegang kedua bahu Monica.

__ADS_1


" Kamu lagi apa disini?" tanya Monica dengan ekspresi datar. " Maaf aku bukan wanita pekerja malam lagi, kalau kamu datang kemari untuk mendapatkan kepuasan lebih baik kamu pergi sekarang juga.." imbuhnya.


" Hei apa yang kamu katakan, sayang?" tanya ken sambil memegang Dagu Monica.


"jangan menyentuhku!" ucap Monica sambil menepis tangan Ken. " Bukannya kamu memberikan apartemen ini untukku? jadi ini adalah rumahKu. Aku sedang tidak ingin menerima tamu, jadi lebih baik Sekarang pergilah.." imbuh Monica.


" Aku gak ngerti maksud kamu apa, Monica." tanya ken dengan ekspresi heran.


" aku hanyalah seorang jal*ng pemuas para lelaki hidung belang dan kamu adalah tamuku. kesepakatan kita sudah berakhir jadi jangan pernah mencariku lagi." ucap Monica sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" Hei, tenang dulu.. aku mencarimu bukan karena aku menginginkan sebuah kepuasan, aku mengkhawatirkanmu aku merindukanmu!" ucap Ken sambil meraih kedua pipi Monica agar menatapnya.


" apa kamu lupa bahwa kamu membenci kaum wanita? dan ya sekarang aku pun begitu, Aku membenci kaum pria!" ujar Monica sambil berkaca-kaca Karena tidak tahan melihat tatapan dalam dari Ken.


" ya tapi itu dulu, sebelum aku bertemu dan jatuh cinta kepadamu. Tidakkah kamu merasakan debaran yang sama saat kita bersama?" Ucap Ken.


Monica mencerna setiap kata yang baru saja keluar dari mulut Ken , Dan Naif rasanya bila dia harus membohongi hatinya. Namun lidah dan mulut nya lagi lagi tidak bisa berkata, matanya mulai menggenang dan sekali kedip saja air mata itu langsung tumpah.


" meskipun ini kali pertama aku merasakannya tapi aku yakin bahwa aku benar-benar mencintaimu. Aku merindukanmu Dan aku merasa hampa saat kamu tiada. jiwaku seolah hampa, hatiku tersiksa oleh rasa khawatir dan rasa rindu itu." ujar Ken sambil menatap Monica lebih dalam Lagi.


melihat ketulusan Ken saat mengucapkan itu Monica merasa hatinya seperti teriris lalu tanpa dapat dibendung lagi Kemudian air mata itu pun tumpah. Monica menundukkan kepalanya sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2