
Seperti sebelumnya, Ken dan Monica langsung bercumbu membunuh rasa rindu dan libido yang membuncah pada diri masing-masing. Ken mengatakan ingin merayakan keberhasilannya bersama Monica.
"Tunggu.. apa yang buat kamu se-senang ini?" tanya Monica ditengah ke agresifan Ken yang sibuk mengecupnya.
"I'm a winner." satu kecupan mendarat lagi di leher Monica.
Monica jadi heran dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang Ken maksud? Namun pertanyaan itu buyar karna Ken melanjutkan permainannya.
"Buat aku lebih senang lagi.." kata nya.
"Aku gak ngerti."
"Kita bicara nanti, sekarang puasin aku dulu."
*** di skip ya skidipapap nya😁
"Ahhh.. kamu selalu bikin aku tergila-gila." Ucap Ken sambil mengatur nafas saat dirinya berhasil menyemburkan lendir kenikmatan pada tubuh Monica.
Mereka berdua berpelukan sambil mengatur nafas yang hampir habis setelah melakukan hubungan badan yang di penuhi libido tingkat tinggi itu. Yaa, itu tetap menjadi ritual wajib saat mereka bertemu. Keduanya selalu saling menuntut untuk mendapat kepuasan.
"Jadi apa yang membuat kamu ceria? hm?" Tanya Monica sambil sedikit mengangkat kepala nya dan menatap Ken.
"Aku sudah melumpuhkan lawanku, kau tau? dia bertekuk lutut dan memohon ampun haha." ucap Ken.
"Apa yang kamu lakuin?" tanya Monica.
"Tentu saja dia harus membayar mahal segalanya. Dia mencoba membunuhku, dan tentu aku juga mencoba membunuhnya. Tapi sayang, aku malah berhasil membunuhnya haha." ucap Ken se-enteng itu. Padahal ia baru saja melenyapkan nyawa seseorang.
"Lalu apa yang kamu rasain sekarang?" tanya Monica lagi.
__ADS_1
"Tentu aku puas!" ucap Ken dengan bangga saat Monica bertanya tentang pembalasan Ken terhadap orang yang menyerang Kevin.
Dengan seringai kecil Monica hanya tersenyum menerima, sebegitu bencinya Ken terhadap orang yang menyerang Kevin. Padahal orang yang Ken bela adalah orang yang paling Monica benci. Namun Ken tidak bersalah, dia tidak mengetahui semuanya. Andai Ken tahu, pasti Kevin juga sudah mati sekarang.
"Ditambah kamu membuatku lebih puas lagi." imbuh Ken sambil mengecup bibir Monica. "Thx babe.."
Monica hanya tersenyum simpul. Perasaan aneh langsung menyeruak, entah apa tapi tiba-tiba Monica meresa gusar dan tidak nyaman.
"Ken aku mau bicara sesuatu.." ucap Monica sambil melepaskan pelukan dan mengambil jarak pandang.
"Panggil aku, sayang!"
Seketika dahi Monica mengernyit heran. What the? panggilan seperti itu hanya khusus untuk Nino saat ini.
"Panggil aku dengan sebutan yang manis." ucap Ken sambil membelai bibir dan dagu Monica.
"Aku juga serius."
Monica hanya diam, kenapa sulit sekali mencari waktu yang pas untuk Monica mengungkapkan siapa dirinya dan siapa orang di masa lalu Monica. Ken seperti tidak tertarik atau merasa biasa saja. Namun menurut Monica, Ken harus mengetahuinya secepat mungkin. Monica mengambil outer transparan kemudian menggunakannya. Monica mengikatkan tali di tengah perutnya lalu berdiri dan mengambil minum. Monica kemudian duduk di sofa sambil menyulut sebatang rokok.
Ken belum juga bangun dari posisinya, membuat Monica jadi berdecak kesal. Namun setelah beberapa saat akhirnya Ken bangun dan menghampiri Monica.
"Baiklah, katakan apa yang ingin kamu bicarakan?" ucap Ken sambil mengambil rokok juga.
Monica terdiam beberapa detik, ia berusaha mencari kata yang tepat untuk mengawali pembicaraan.
"Apa sayang? katakan.. kamu mau shoping, mobil rumah atau apa hah?" tanya Ken lagi sambil membelai rambut Monica.
"Bukan itu.." jawab Monica sambil memandang Ken.
__ADS_1
"So?"
"Tapi janji jangan nyela pembicaraan aku. Aku serius, kamu harus tau ini." ucap Monica.
"Oke, I listened."
"Ken, sebenernya.. sebenernya Kevin itu.. dia.."
"Kevin?" ucap Ken menyela Monica.
"Aku bilang jangan nyela sebelum aku selesai!" tegas Monica yang mulai kesal.
"Oke, sorry.. lanjut.." jawab Ken.
"Kevin, dia itu mantan suami aku."
Hahaha
Tak di sangka reaksi Ken justru hanya tertawa renyah. "jangan bercanda, sayang." ucapnya sambil masih terkekeh.
"Seriously, ini.." Monica menunjukan sebuah foto lawas dirinya bersama sang mantan suami. "Dia bukan Kevin, nama dia Alfian. Dia mantan suami aku dan dia yang nyulik aku kemaren." ucap Monica begitu lantang dalam satu tarikan nafas.
"Tunggu, aku gak ngerti.. maksudnya?" tanya Ken dengan ekspresi heran dan masih tidak percaya atas apa yang Monica ucapkan barusan. "Setahu aku Kevin baru menikah, bahkan istrinya baru melahirkan 5 bulan yang lalu! Bercanda kamu gak lucu Monica!"
"Terserah kamu mau percaya atau nggak, yang jelas aku pengen kamu tau kebenaran ini!"
"Oke, wait. aku akan panggil Kevin dan denger penjelasan dari mulutnya!"
Kemudian setelah Ken melakukan panggilan kepada Kevin, Monica kembali bercerita tentang diri dan hidupnya. Monica menceritakan Nino, ibu nya dan bagaimana awal mula dirinya terjun menjadi Wanita pekerja malam di Red apple.
__ADS_1