Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Terkejut


__ADS_3

Enjoy!!


Tiga minggu kemudian..


Perut Monica kini sudah terlihat sedikit membengkak jika dilihat dari pantulan cermin, mungkin karna embrio dirahimnya yang terus berkembang setiap hari.


Tepat hari inijuga tes yang Monica lakukan akan mengeluarkan hasilnya. Hasil yang akan memberikan Monica titik temu tentang rasa penasarannya, tentang garis keturunan jabang bayi yang sedang ia kandung.


Sampai saat ini Monica masih tinggal dirumah Ken, menyelami kehidupan Ken lebih dalam lagi. Tapi terkadang Monica juga pulang ke apartemen atau pulang kerumah untuk menjenguk anak dan ibunya.


"Sayang apa kau sakit?" tanya Ken saat wanitanya bilang akan pergi kerumah sakit. Ken juga menaruh punggung tangannya di dahi Monica, untuk mengecek suhu tubuh. "Tapi sepertinya kau tidak demam.." tambahnya.


"Aku baik-baik saja, Ken. Wanita hamil memang..."


"Kenapa? ada yang salah dengan dia?" ujar Ken sambil meraih perut Monica.


"Dengar dulu, pak tua!! Wanita hamil memang harus periksa rutin. Itu saja kau tidak tahu!!" Monica mencebik kesal karna Ken memotong ucapannya dan berujar so tau.


"Hei!! berhenti memanggilku pria tua!! Kau ingin dihukum lagi yaa.." ujar Ken sambil menatap Monica.


"Ahehe.. Maaf om tua ku yang tampan.." ujar Monica sambil mengelus dagu Ken. Entah mengapa Monica senang menggoda Ken dengan memanggilnya si tua pemarah. Padahal Ken tidak se-tua itu. Ken masih sangat tampan dan gagah meskipun usianya hampir kepala empat.


"Kalo begitu, ayo.. biar ku antar." ucap Ken.


"Eh.. tidak perlu, Ken. Max akan mengantarku.. Kau bilang ada urusan kan? pergilah bekerja lagi.. Aku bisa sendiri." Jangan!! kau jangan ikut!! Monica tersenyum terpaksa.

__ADS_1


"Kenapa? akujuga ingin tahu bagaimana keadaan anak kita." ujar Ken.


"Hmm, kau bisa ikut pemeriksaan berikutnya.. Ayolaaaah.. jangan tinggalkan urusanmu hanya karena aku." ujar Monica, bagaimanapun ia akan menahan agar Ken tidak ikut ke rumah sakit..


Dan setelah perdebatan panjang, akhirnya Ken lagi-lagi mengalah. Ia menuruti semua keinginan Monica meskipun sebenarnya ia sangat ingin ikut melihat pemeriksaan rutin wanita hamil. Tapi lagi-lagi bagi Ken hanyalah "Yang penting wanitanya senang.."


***


Rumah sakit..


Haaaa... Jantung Monica lagi-lagi sangat berdebar saat akan menemui dokter kandungan itu. Hasil dari tes genetik itu akan menentukan hidup Monica selanjutnya, Ia sangat berharap hasil itu sama dengan apa yang ia harapkan.


Kreekkk!!! Monica membuka pintu ruangan dokter setelah dokter itu mempersilahkan masuk. Rasa gemetar dan berdebarnya semakin berlomba siapa cepat. Hufffttt!!! Bahkan rasanya ruangan itu sangat dingin sekali.


"Permisi, dokter.." Sapa Monica dengan senyum simpul.


Gullpp!! Monica menelan ludah sebelum duduk dikursi pasien itu. Ia benar-benar sangat gugup.


"Hm.. apa tes nya sudah selesai, dok?" tanya Monica lagi.


"Sudah, nona.. Tunggu sebentar yaaa, saya akan membacakan surat keterangan hasilnya.." ujar dokter itu sambil tersenyum. Dokter itu kemudian mengambil sebuah amplop cokelat yang masih bersegel dari laboratorium. Membukanya kemudian mulai menilik hasil yang tertulis disana.


Deg..Deg..Deg.. jantung Monica semakin berdebar.


"Bagaimana, dok?" tanya Monica yang sudah tidak sabar.

__ADS_1


"Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan, hasil dari pencocokan sampel DNA dan cairan amnion anda.. Kami menemukan sebuah kecocokan.


Setiap anak akan menerima setengah pasang kromosom dari ayah dan setengah pasang kromosom lainnya dari ibu, dan dari uji pencocokan itu, kami menemukan fragmen-fragmen janin yang dikandung nona menunjukan susunan DNA yang cocok dengan sampel A yang Nona berikan." jelas Dokter itu panjang lebar.


Sampel A? artinya... anak ini...


Monica benar-benar terkejut mendengar penuturan dari dokter tersebut. Ia sampai melongo dibuatnya. Bagaimana mungkin? pikir Monica. Aaaaaa... Kenyataan pahit apalagi ini!! Batin Monica terus saja berteriak. Karena ternyata ayah dari bayi itu adalah Jo, bukan Ken.


Jiwa Monica terasa melayang, tubuhnya terasa tidak menapak lagi dibumi.


Aaaaaa... kenapa kenyataan pahit lagi yang kudapatkan!! 😭


Monica menangis sedih saat keluar dari ruangan dokter tadi, ia langsung pergi ke taman dibelakang rumah sakit. Hatinya hancur, pikirannya hancur, jiwanya hancur, masa depannya hancur, semuanya sudah hancur!!!!


Hiksss...Hiksss...😭 Monica berlutut sambil menangis ditaman.


Hingga..


Derai air hujan mulai turun membasahi bumi, semesta seakan ikut menangis meratapi nasib seorang Monica. Mengapa bahagia selalu tidak berpihak kepadanya.


"Bagaimana ini?" gumam-gumam Monica sambil menangis dibawah guyuran hujan. "Bagaimana aku menghadapi kenyataan ini?"


Aaaaaaa... Monica tidak tahu!!! saat ini yang ia tahu hanyalah menangis dan menangis saja!!!


***

__ADS_1


Enjoy aja ya geng, nikmatin alur cerita yang author bikin.. Jangan pada protes dulu, hehe.. πŸ˜‰


Itu yang bilang Visual Ken terlalu muda, inget woii!! Ken mah banyak duid, makanya kulitnya masih kenceng. 🀣


__ADS_2