Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Gantung


__ADS_3

"Hallo, sayaaang..."


Sebuah senyum smirk tersungging di wajah orang diujung pintu sana, Orang yang dulu mengisi hati Monica. Sebelum akhirnya pergi begitu saja, entah kemana. Meninggalkan luka dan tanya yang tak berkesudahan. Orang yang dulu selalu Monica tatap dengan penuh kasih, namun kini berubah jadi tatapan penuh kebencian. Siapa lagi kalau bukan Alfian. Mantan suaminya, ayah dari putranya, Alvino. Juga orang yang menyembunyikan Alvino, entah dimana.


Alfian berjalan mendekat, semakin mendekat. Sementara Monica berangsur mundur perlahan, satu demi satu langkah. Hingga tidak ada lagi ruang, tubuhnya sudah membentur dinding.


"Ternyata mudah sekali yaa, memintamu datang.." Hmmm.. Alfian meraih rambut Monica dan menhirup aroma wewangian yang manis disana.


"Jangan macam-macam! Aku mohon Al, berikan Alvino, aku kangen dia. Jangan sakiti dia!" ucap Monica dengan suara agak tercekat.


"Sssssttt..." Alfian menempatkan jari telunjuknya dibuah bibir Monica yang ranum, menghentikan bibir yang merah merona meskipun tanpa pewarna lipstik itu untuk berhenti berucap.


Detik selanjutnya Alfian menyatukan dahi mereka, membuat mereka berbagi nafas lebih dekat lagi. "Jangan lupa, dia juga anakku. Mana mungkin dia terluka bersamaku.."


Jari ituuu...


Jari itu berputar seiring ukiran bibir Monica, kemudian turun mengalir ke dagu, naik lagi kebagian rahang hingga daun telinga, setelah bermain disana sebentar, kini jarin itu turun menemui batang leher yang jenjang. Entah apa maksudnya, jari itu benar-benar tidak bisa diam!


"Satu lagi, teruslah memohon.. Aku menyukainya." tambahnya. Kini ibu jari Alfian ikut berperan, bersatu dengan jari telunjuk untuk mengangkat dagu Monica. Membuat pandangan keduanya bertemu.


"Apapun yang kamu mau, Al. yang terpenting kembalikan Nino, biar dia ikut pulang sama aku.. Bukan nya kamu bilang kamu sayang sama aku? jadi tolong, jangan siksa batin dan pikiran aku lagi.." ucap Monica dengan nada bergetar. Sungguh, Alfian yang ada dihadapan nya ini bukan Alfian yang dulu sangat ia puja.


"Sssttt.. apa yang kau bicarakan? hah?" Alfian semakin mengangkat dagu Monica dengan gemas, membuat jarak keduanya semakin dekat. "Nino tidak akan pulang bersamamu, tapi kamu yang akan datang dan kembali padaku, padaku dan Nino.." tambahnya dengan nafas terengah.


"Jangan membual!!" ucap Monica sambil menepis tangan Alfian yang sejak tadi menempel diwajahnya. "Dimana Alvino?" tambahnya dengan suara meninggi.

__ADS_1


Meskipun dengan bergetar dan takut-takut, Nyatanya Monica berani melakukan itu.


"Tenanglah, tidak perlu berteriak.. Anak itu.. hmm.. Anak kita.. dia aman." ucap Alfian sambil meraup kedua pipi Monica. "Kau merindukannya? hah? artinya kau juga merindukanku, kan?" tambahnya dengan langsung menyambar bibir Monica tanpa aba-aba.


Cap..cip..cup..Mwahh..


Eghh!! Monica mendorong Alfian.


Sungguh, pria itu terlihat seperti psycopat dan orang berkepribadian ganda.


"Jangan buang-buang waktu. Berikan Nino sekarang juga!!" ucap Monica sambil mengacak bibir bekas kecupan Alfian dengan tangan nya.


"Heh.. Hahaha" pria itu tertawa. Kemudian berjalan menuju sofa. Melepas kaus dan melonggarkan ikat pinggang juga.


"Memohonlah.." Tambahnya sambil menghempaskan diri ke sofa panjang diujung ranjang.


"Jangan buang-buang waktu, Al!!" seru Monica yang masih berdiri ditempatnya. Hanya matanya yang mengikuti gerik Alfian.


"Kamu gak buang waktu, sayang.. Memangnya kamu membuang waktumu untuk siapa? Ken? hahaha.." dia tertawa panjang. "Aku pastikan dia tidak akan menemui mu lagi! memangnya siapa dirimu, mengharapkan lebih dari orang seperti Ken? hah?" tambahnya sambil bangkit dan menatap Monica.


"Kemarilah.. kamu lebih cocok denganku.. Ayo sayaaang.."


Gulpp!! Monica menelan ludahnya. Kenapa dia harus menyebut nama Ken? Dibalik rasa kesal karena dia menghilang begitu saja, ada rasa rindu yang terselip. Monica sampai bingung membagi waktu untuk memikirkan Alvino, Ken dan dirinya sendiri.


Laki sekarang emang seneng ngilang yak. Pengennya betina yang nyamperin pejantan.πŸ˜‚πŸ€«

__ADS_1


Sudahlah.. mengalah dulu, Mon. Lihat saja, apa sebenarnya yang lelaki dihadapanmu itu inginkan.


"Bee.. Dimana Nino? dia sama siapa sekarang? kamu memang ayahnya. Tapi aku pengen lihat dia, aku pengen mastiin kalo dia baik-baik aja.." Kini Monica berbicara lebih lembut, menganti siasatnya untuk menghadapi Alfian yang mungkin sudah berubah jadi monster sekarang. Monica bahkan memanggilnya dengan sebutan sayang, saat mereka masih bersama.


***


Sementara diparkiran sana, Johan terlihat mulai boring. Entah sampai kapan ia harus menunggu kode yang Monica sebutkan itu. Dan akhirnya, karena didorong rasa penasaran.. Johan akhirnya memutuskan untuk masuk dan mencari Monica disana.


*


z


z


*


z


z


*


Hayooooo... apa yang akan terjadi? πŸ˜…


Enjoy aja ya gengs, dan semoga besok gak males buat up ahehe.

__ADS_1


__ADS_2