
Esok hari..
Malam itu Alfian tidak juga datang, dan karna terlalu kesal dan lama menunggu akhirnya emosi itu terkikis oleh rasa kantuk yang menerpa Ken dan Monica. keduanya tertidur meskipun terus berusaha agar terjaga.
Monica yang bangun lebih dulu langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri. Setelah itu Monica meraih kemeja Ken dan mengenakannya, ia sangat suka memakai pakaian Ken. Aroma tubuh Ken yang masih menempel semakin memperkuat alasannya.
Setelah menggunakan kemeja yang dua kancing atasnya terbuka itu, Monica lalu membuat secangkir cokelat panas kemudian berjalan menuju balcon untuk menghirup udara segar, meskipun tak se-segar itu tapi mayanlah haha.
Tak lama kemudian ada sebuah tangan kekar yang melingkari perut Monica. Siapa lagi kalo bukan Ken?
"Morning, babe.." ucap Ken sambil menempelkan mulut dan hidungnya di ceruk leher Monica. "Kamu sexy kalo pake ini." tambahnya sambil memainkan kancing kemeja yang masih saling mengait.
"Morning too.." ucap Monica sambil tersenyum dan memejamkan matanya. Monica senang saat Ken mendaratkan kecupan hangatnya.
Semakin lama semakin banyak kancing yang terbuka, Ken memang senang menjahili dan menggoda Monica.
"Hentikan, Ken.."
"Sayang.. Panggil aku sayang.." ucap Ken dengan lembut di telinga Monica dan tentu saja Monica jadi merinding dibuatnya.
"Oke, sayang.. Hentikan.. Mandi sana, aku buatin sarapan nanti." ucap Monica sambil membalikan tubuhnya.
"Aku mau mandi keringat." ucap Ken dengan sexy.
"Dasar Om-omku yang mesum!!" ujar Monica sambil menjawil hidung Ken.
Ken menempelkan bibirnya di bibir Monica, mengecup dan melumatnya perlahan. Sungguh kegiatan itu tidak pernah terasa membosankan, entah itu saat bangun tidur, akan tidur, setelah lelah, kesal, senang, bahagia, emosi semuanya akan runtuh begitu saja.
__ADS_1
Tangan kanan Monica sudah melingkari leher Ken, sementara tangan kirinya masih memegang cangkir berisi cokelat panas. Mereka saling berpagutan dan saling menghisap, bahkan sesekali mengambil nafas yang hampir saja habis.
Tangan Ken mulai menyusup dan mencari gundukan sintal milik Monica, namun sebelum kegiatannya terlalu jauh tiba-tiba ponsel Monica berdering.
Panggilan pertama mereka abaikan, mereka lebih memilih melanjutkan aktivitas menyenangkan itu. Namun lagi-lagi ponsel itu terus berdering membuat mereka terpaksa berhenti.
"Haha.. selalu ada gangguan akhir-akhir ini.." ucap Monica saat bibirnya sudah terlepas.
"Ayo, lihat siapa pengganggu itu. Jika tidak penting akan aku patahkan lehernya!" ucap Ken.
"Ssstt.. kamu jadi menyeramkan, aku tidak suka!" ujar Monica sambil mengerucutkan bibirnya.
"Come on, sana lihat! jangan jadi menggemaskan seperti itu, atau aku akan melahapmu sekarang."
Setelah saling menatap dan tertawa kecil, Monica pun bergegas menuju ponselnya yang terletak di atas nakas. Ia langsung menerima pangilan itu.
"Ya, saya sendiri.."
"Ada apa?"
"Maksudnya?"
"Serius?"
"Oke, saya kesana sekarang!"
Ken mengangkat sebelah alisnya saat memperhatikan Monica yang sedang menerima panggilan. Monica terlihat panik dan cemas.
__ADS_1
"What wrong?" tanya Ken.
"Ken, kita harus ke rumah sakit sekarang!" ucap Monica sambil tergesa-gesa mengambil pakaiannya.
"Ada apa? tenang dulu!" ucap Ken yang melihat Monica se-begitu rempongnya.
"Cepat! antar aku!"
"Oke, tapi kita mau kemana pagi-pagi begini?"
"Ke rumah sakit! Rumah ku kerampokan dan sekarang ibu di sana, di rumah sakit!"
"What?!" ucap Ken kaget. "So? gimana anak kamu?"
Deg!!
Dada Monica seperti di hantam palu. Alvino, bagaimana keaadaan Alvino?
"Ken cepat lah! atau aku pergi sendiri!"
"Oke, tunggu. Aku ikut!"
Ken langsung mengganti pakaianya kemudian mengambil ponsel dan pergi bersama Monica menuju rumah sakit.
****
Holla, gengs.. Dikit-dikit dulu ya, Author nya belum fit betul. Semoga syukak..❤️❤️❤️
__ADS_1