Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Frustasi


__ADS_3

Alfian memberontak, semakin kencang mengutuk Ken dan orang-orang disana. Mencoba melepaskan diri sekuat tenaga.


"Bagaimana anjing kecil?" ucap Ken dengan senyuman yang mengguratkan kebanggaan. Namun ini semua belum berakhir, ia belum merasa puas. Sama sekali.


"B i a d a p!! bersainglah secara sehat. Monica mencintaiku dan dia adalah milikku. Bertarung secara jantan jika kau memang laki-laki." ucap Alfian, semakin sombong dan berani menantang.


Plakk!! satu tamparan keras ia dapatkan, begitu keras hingga menimbulkan bunyi dan juga sedikit robekan kecil diujung bibir.


Alfian beringsut, kembali menegakkan kepalanya yang dihantam. "Pihhh!! kau bahkan menggunakan kekuasaanmu untuk menghadapi orang sepertiku. Apa kau tidak bisa melakukannya sendiri? sampai-sampai kau butuh bantuan kacung-kacung yang tidak berguna ini?"


"Cukup Al! hentikan! jangan menggali neraka kita semakin dalam! pikirkan nasibku dan Eve dirumah!" teriak Chyntia. Ia mendekati suaminya yang terikat tidak berdaya. Mengusap ujung bibir yang robek dengan penuh kasih.


"Minta ampunlaaah.. Setidaknya untuk nasibku dan anak kita." bisik Chyntia lirih.


"Tidak! aku tidak akan kalah. Dia tidak akan pernah bisa untuk memiliki Monica. Karena dia milikku!" balasnya setengah berteriak.


"Sial! kau bahkan tanpa malu menyebut j a l a n g itu didepanku! lalu aku ini apa? hah" ucap Chyntia emosi. Bagaimana mungkin suaminya itu mengatakan bahwa dia mencintai wanita lain dihadapannya, sedang ia adalah istrinya.


"Kau yang wanita j a l a n g! Monica istriku dan aku sangat mencintainya. Aku menikahimu hanya karena aku berterimakasih, kau mau membantuku untuk masuk kedalam perusahaan Ken. Hatiku hanya milik Monica. Sampai matipun!"


Sepasang suami istri itu tidak sadar bahwa ada orang yang sedang menyaksikan mereka. Mendengar percakapan mereka. Membuat Ken mulai geram dan tidak ingin menunda lagi hukuman bagi kedua tikus itu.


"Siapa yang kau bicarakan? siapa yang kau maksut wanita j a l a n g?"


Eh... keduanya menoleh.


Wanita itu merangkak, menuju Ken yang berdiri tidak jauh darinya. Bersujud dan berharap diizinkan untuk mencium kaki Ken, menghiba memohon ampunan.


"Ampuni saya, Mister.. Maafkan kesalahan saya, Ampuni hidup saya untuk hidup putriku yang masih membutuhkan ibu.. hiks..hiks..hiks.." Wanita itu menangis. "Saya akan melakukan apapun tapi saya mohon.. ampuni saya.. lepaskan saya, Mister." mohonnya lagi.


"Apapun? termasuk memberikan tubuhmu?" tawar Ken.


"Tubuhku? eh maksutku.. Tentu mister.. saya akan melakukan apapun, termasuk melayani mister dengan tubuh saya."


Hahaha.. tawa Ken menggema.

__ADS_1


"Lihat siapa wanita j a l a n g yang sesungguhnya anjing kecil! Wanita mu bahkan rela memberikan tubuhnya."


"Apa kau ingin menikmatinya juga? heh.. Silahkan! kau suka memakan bekas ludahku ternyata." Alfian masih mampu menyunggingkan senyum sombongnya. Mencoba menjatuhkan Ken dengan segala kata-katanya.


Namun Ken, ia tetap stay cool dan membiarkan anjing bodohnya tersenyum sebelum akhirnya ia akan membuat dia menangis darah.


"Jangan bangga kau pernah memiliki Monica dimasa lalu. Karena saat itu ia hanya batu kerikil yang kau campakkan! Sekarang Monica_ku, sudah ku sulap menjadi berlian, tidak akan ada yang akan berani menyentuh dan menggoresnya sedikitpun!"


Aaaaaahhh... Alfian merasa tubuhnya mulai gatal. (Minta digaruk pake garpu tanah. 🤣)


Alfian meremang, merasai gairah seksualnya yang kian memuncak seiring efek cairan yang disuntikan beberapa waktu lalu.


Ken yang menyadari tingkah Alfian menunjukan bahwa obat itu bekerja, lantas menghampiri Chyntia. Mengulang penawaran yang ia berikan.


"Bagaimana? kau setuju memberikan tubuhmu?" tanya Ken pada Chyntia.


"Tentu mister.. Saya bersedia dan akan melakukan dengan senang hati." jawab wanita itu.


"Bangunlah.." pinta Ken. Dan kemudian wanita itupun bangkit berdiri.


"Pakaian..? disini..?" tanya Chyntia gelagapan.


"Kau menolak?" ucap Ken.


"Ti..tidak mister." Chyntia menelan ludah. Gemetar sambil melihat ke arah Alfian dan juga para pengawal yang sejak tadi berdiri tanpa bergerak sedikitpun.


"Ayo!" ucap Ken, sudah tidak sabar lagi.


Detik selanjutnya, perlahan Chyntia melucuti pakaian yang menutupi tubuhnya. Gemetar namun tidak bisa menolak lagi. Ia pasrah mengikuti kemauan Ken. Yang terpenting adalah, ia bisa selamat. pikirnya.


Tubuh Chyntia sudah hampir telanjang, kini hanya tersisa bra dan celana dalam yang berwarna putih senada dengan kulitnya. Ia kemudian menatap Ken dengan takut-takut.


Ken melipat tangannya, kemudian berjalan menuju sofa dan merentangkan tangannya disana. Melirik Alfian dan Chyntia dengan penuh kemenangan.


"Goda suamimu, buat dia terbakar." ucap Ken.

__ADS_1


Apaaaa? disini? dihadapan Ken dan orang-orang berbaju hitam itu? Heeeeeiii.. bukannya aku hanya diminta melayanimu!!!!!!!


"Cepat!"


"Eh.. iya.... saya tidak pintar merayu.. tapi.. akan saya coba.." Chyntia semakin gemetar.


Chyntia beraksi. Ia menggoda suaminya sendiri, tapi kali ini disaksikan orang lain. Hiiiii... takut dan malu mengaduk perasaannya.


Detik pertama ia mulai me-re-mas payudara. Memasang wajah menggoda sambil meliukan pinggulnya. Menyentuh bagian-bagian sensitifnya dengan jari. Membuat orang-orang disana meneguk ludah, kecuali Ken. Kini tidak ada yang bisa membuatnya bernafsu kecuali Monica. Meskipun ada 10 wanita telanjang dihadapannya, Ken tidak pernah tergoda sedikitpun.


"Hentikan j a l a n g! apa yang kau lakukan!" ucap Alfian yang semakin merasa panas. Namun Chyntia tidak bergeming. Ia lanjut melakukan aksinya. Bahkan wanita itu terlihat semakin berani.


Wanita itu melepas kain yang tersisa, berjalan menuju kursi panjang dan kemudian mengangkang. Menyentuh setiap bagian inchi tubuhnya dengan sexy, sebisa mungkin.


Aaaaaa.. Alfian berteriak dan lagi-lagi ia mengutuk orang-orang disana. Gairahnya semakin tidak bisa ditahan apalagi menyaksikan pemandangan seperti itu.


"Tegakkan kepalanya! buat dia menyaksikan segalanya!" perintah Ken.


Kemudian dua orang pengawal sibuk mendekati Alfian. Memaksanya untuk tetap menonton.


Alfian mencoba berontak dan meronta. Meminta agar Ken menghentikan segalanya. Meskipun wanita itu hanyalah pelampiasan, tapi tetap saja, wanita itu adalah istrinya. Bagaimana ia tahan melihat semua itu? apalagi dirinya dalam keadaan gairah yang memuncak.


"Hentikan, Mister. Kumohon.. Aku bersalah.. yaaa aku bersalah.. Hentikan semua ini.." teriak Alfian frustasi.


Ken beranjak dari sofa dan mendekati Alfian. Menatap orang yang paling menyedihkan dimuka bumi ini. "Tiada ampun bagimu!" ucap Ken, pelan tapi sakit.


Ken kemudian berlalu, ia mendekati Alex dan membisikan sesuatu sebelum benar-benar pergi. Dan wohoooo!! Kali ini perintah Ken membuat Alex dan kawan-kawan tersenyum senang.


Bagai anjing yang diberi daging, para pengawal itu langsung sigap bersemangat. Ken membiarkan para pengawal itu untuk menikmati tubuh Chyntia secara bergilir.


"Aaaa...aaa..aa Kau bilang aku akan melayanimu, misteeeeeerr.." Teriak Chyntia. "Hentikaaaaaannn.." teriaknya lagi.


"Diam!!" Max menampar wanita itu. "Menurut atau hukumanmu lebih dari ini!" tambahnya.


Sementara Alfian, ia hanya bisa menyaksikan itu semua tanpa bisa berbuat apapun. Belum cukup sampai disitu, ia juga harus ikut menikmati tubuh Chyntia jika yang lain sudah puas.

__ADS_1


__ADS_2