Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Are u ok


__ADS_3

Pagi hari Monica terbangun dari tidurnya, Monica menggeliat dan meregangkan tubuhnya yang terasa kaku dan sedikit pegal, kepalanya juga terasa pening dan sakit sekali.


"Aduuuh.. semalam gue kebanyakan minum kayaknya." ujar Monica sambil memijit tengkuk dan kepalanya.


Monica melirik ke arah samping dan Ken masih tertidur pulas. Monica mendekat ke arah Ken dan mengusap rambut dan wajahnya.


Setelah se-per-sekian detik Monica melakukan kegiatannya namun Ken tidak juga bangun, kemudian Monica bangun dan memutuskan untuk mandi agar mengembalikan kesegaran tubuhnya.


kemudian setelah selesai mandi dan berpakaian Monica langsung menuju dapur, Ia ingin memakan sesuatu yang pedas Karena setelah mandi pun efek minum itu belum sepenuhnya hilang.


"Hm bikin apa dong? Nggak ada bahan gini.." ucap Monica. "go-food aja kali ya ?" imbuhnya setelah melihat stok di lemari pendingin yang sudah menipis.


Setelah melakukan pemesanan Monica pun kembali naik ke atas ranjang untuk membangunkan ken.


"Ken, bangun.. Kamu nggak kerja hari ini?" ucap Monica sambil mengelus pipi Ken yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


Ken pun mengerjapkan matanya saat merasa sesuatu sedang membelai kulit pipi nya dan saat membuka matanya ternyata itu adalah tangan Monica.


Ken meraih tangan Monica yang berada di pipinya dan menggenggam erat sambil memejamkan matanya lagi.


"Morning.." Kata Monica sambil mengecup pipi namun Ken tidak menjawabnya.


Monica menatap Ken yang terpejam lagi sambil memegang tanganya. Kenapa sih dia? gumamnya dalam hati.


Merasa ada sesuatu yang aneh, biasanya jika mereka terbangun saat tidur bersama mereka setidaknya melakukan morning vibes yang hangat layaknya pengantin baru yang lagi anget-angetnya.


Monica pun kembali memutar ingatanya tentang semalam. Namun hasilnya nihil, ia tak mengingat apapun kecuali saat dirinya minum dan tertawa.


Duh, kayaknya ada yang salah.. malem gue ngapain ya waktu mabok? Gumam Monica lagi.


"Keeenn.." ucap Monica sambil mengelus pipi Ken.

__ADS_1


"Aku libur hari ini." jawab Ken datar tanpa membuka matanya.


"Oke.."


Monica hanya duduk diam di samping Ken yang tertidur, entah tidur betulan atau hanya pura-pura tidur. Monica kembali memutar kembali ingatanya meskipun hasilnya tetap saja ia tidak mengingat apapun.


Detik demi menit berlalu, seseorang memencet bell apartemen. Monica yang semula sedang melamun akhirnya jadi tersadar dan beranjak menuju sumber suara.


Monica mengintip lubang kecil sebelum membuka pintu, kemudian setelah memastikan orang dibalik pintu Monica pun membuka dan menerima pesanan yang di bawa driver online.


Setelah selesai Monica kembali ke ruangan dan duduk di sofa, ia kemudian membuka bungkusan yang berisi makanan super pedas itu dan langsung melahapnya.


Di tengah-tengah suapanya terdengar suara langkah kaki dan ternyata Ken sudah bangun, Monica menatap ke arah Ken yang menuju kamar mandi.


"Ken kenapa ya? kok aneh gitu?" ucapnya sambil melanjutkan suapan.


Setelah beberapa menit kemudian Ken sudah keluar dari kamar mandi dan langsung berpakaian, Ken belum juga menyapa Monica_nya.


Ken hanya menoleh tanpa menjawab.


"Aku mau bicara." balas Ken setelah terdiam beberapa saat.


Ken pun melangkahkan kaki ke sofa tempat tadi Monica duduk, begitupun Monica yang mengikuti di belakang Ken dengan rasa aneh yang menyelimuti pikirannya.


"kamu pergi kemana saat menghilang?" tanya Ken yang menatap lurus ke dinding.


"Mm aku.. Mm.. kok kamu nanya itu?"


"jawab! siapa Al?" teriak Ken, kini mata nya menatap tajam ke arah Monica.


"Al? maksudnya? Mm.. kamu tau Al?" jawab Monica.

__ADS_1


"Jawab!!" balas Ken dengan nada meninggi.


"Kenapa sih jadi marah-marah! oke, aku bakal cerita. Mungkin ini waktunya aku cerita tentang diri aku sama kamu!"


Monica menghela napasnya, ia menjeda kalimatnya sambil menatap Ken yang berbeda hari ini.


"Waktu itu aku gak pergi, Aku di culik Al.." ujar Monica. "Al itu mantan suamiku, Alfian.."


"Suami?" tanya Ken sambil memicingkan matanya, karna Ken tidak tahu latar belakang Monica sama sekali. Ia tidak terpikir untuk menyelidikinya.


"Mantan!" tegas Monica.


"Kamu pernah menikah?" tanya Ken dengan ekspresi sedikit terlonjak dan kemudian pertanyaan itu terjawab oleh anggukan kepala Monica.


"jadi kamu di culik mantan suami kamu, gitu?" balas Ken lagi.


"Ia, bahkan dia juga nyiksa aku! dia perlakuin aku kaya hewan!"


Mendengar kalimat itu tiba-tiba tangan Ken mengepal. Ia kembali mengingat keadaan Monica saat pertama kali bertemu lagi. Mata sembab, wajah pucat, badan lebih kurus dan juga luka lebam.


"Kenapa dia nyulik kamu? kenapa dia nyiksa kamu? siapa orangnya? biar aku buat perhitungan!"


"Ken ini....."


Kring..kring..kring


Tiba-tiba ponsel Ken berdering dan membuat pandangan mereka menuju benda itu, percakapan itu jadi terhenti sementara.


"Biarin aja, paling Alex.. jadi siapa orang yang....


Kring..kring..kring

__ADS_1


Ponsel itu kembali berdering dan membuat Ken berdecak. Ken berdiri dan mengambil benda itu dan membuat obrolan itu selesai.


__ADS_2