Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Kesalahan


__ADS_3

Rumah sakit


Ken dan Monica baru saja sampai dirumah sakit, tempat dimana katanya Emily dirawat karena kecelakaan. Ken yang semula enggan menemui adiknya, tapi kini terlihat tidak sabar untuk bertemu.


"Apa dia akan membenciku, seperti aku membencinya?" tanya Ken sebelum memasuki rumah sakit itu.


"Jangan menyebut kata benci Ken. Kasih sayang dan cinta antara kakak beradik akan membuat kalian bersatu lagi.. percayalah.."


"Kenapa jadi aku yang merasa bersalah sekarang.." ucap Ken dengan wajah sedih.


"Hancurkan rasa benci dan bersalahmu saat kau memeluk Emily nanti." ucap Monica sambil mengelus bahu Ken dan tersenyum manis.


Lalu merekapun masuk dan menuju ruang rawat Emily yang sudah ditanyakan Alex. Berjalan menyusuri lift dan lorong hingga akhirnya mereka hampir sampai.


Drrrrrdd...Drrrrrdd..Drrrrdd.. Ponsel Monica bergetar didalam tas.


Monica menyadari ponsel dalam mode silent itu bergetar, ia lantas mengambil benda itu dan meniliknya.


Rumah sakit EM E? ucapnya saat melihat ID penelpon dilayar hapenya.


"Aku harus mengatakan apa yaa nanti?" ucap Ken saat langkahnya semakin dekat dengan pintu ruang rawat itu.


"Eh..Mmmphh.." Monica memasukan ponsel itu lagi. "Apa sayang? aku tidak dengar." tambahnya.


"Ada apa? kenapa kau bermain ponsel?" tanya Ken.


"Eh...ituu... Aku.. Aku meneriksa aplikasi panduan ibu hamil sayang." ucap Monica berbohong. "Kau bisa masuk sendiri kan? aku ingin pergi ke toilet."


"Kenapa begitu? Aku ingin memperkenalkanmu juga pada Emily.." ucap Ken.


"Sebentar saja, sayang.. nanti aku menyusul, yaa?"


"Yasudah sana.."

__ADS_1


Monica kemudian bergegas menuju toilet, sebenarnya ia bukan ingin ke toilet, ia hanya ingin menerima telpon dari rumah sakit yang sejak tadi menelponnya. Monica tidak mungkin menerima telpon itu didekat Ken, takut-takut rumah sakit itu membahas masalah DNA.


Sementara Ken..


Perlahan ia memutar handle pintu, membukanya sedikit kemudian masuk. Terlihat Emily terbaring lemah diatas brankar dengan selang-selang yang terhubung pada tubuhnya.


Seketika pandangan mata yang sering memancarkan aura dingin menyeramkan Ken, memerah penuh ketakutan.


"Emily.." panggilnya lirih sambil mengayunkan langkah perlahan.


Ken menatap wajah Emily yang sedang terpejam itu, menatap alat bantu bernafas Emily dan juga alat deteksi detak jantung disana.


Kemudian Ken meraih tangan Emily untuk digenggamnya. "Emily.. ini aku.. kakakmu yang brensek itu.. Aku datang sekarang.." ucapnya lirih sambil mengusapkan tangan Emily ke wajahnya.


"Kau harus kuat.. kau harus bangun.. aku menyayangimu adikku." ucap Ken tulus sambil membenamkan wajahnya ditangan Emily. Ken juga tiba-tiba merasakan sesuatu mengusap kepalanya. Ia kemudian bangun dan menoleh kebelakang.


"Ayaah.." ucapnya pada bayangan yang sedang tersenyum itu. Mata Ken langsung berair begitu saja, dan bayangan itu tiba-tiba hilang lagi.


Benar kata Monica.. Ayah tidak damai disana sebelum aku menemui Emily.. Bathin Ken.


Ekhem.. "Kamu datang bukannya melihat ada siapa disini, malah mengabaikan ibu dan memanggil ayahmu yang sudah mati itu." Seorang wanita paruh baya dengan penampilan modis, menyela dingin.


Tangan Ken melepaskan tangan Emily dan terlihat mengepal menatap wanita tua diujung sana, ibu.. itu adalah ibunya. Amarah dan kebencian Ken yang sudah ia pendam sekian lama, kembali muncul dan bergejolak.


Ken melangkah mendekat, menatap wajah angkuh disofa itu dengan tatapan kebencian. "Puas kau menghancurkan hidupku dan Emily hah? kau meninggalkan aku sendiri, menyakiti ayah dan sekarang kau menjual Emily dan membuatnya sangat menderita!! Siluman macam apa kau sebenarnya hah?"


Plak! satu tamparan keras untuk Ken.


"Jaga bicara kamu, saya masih ibu kandung kamu." tangan ibu mengepal. Dua netra yang gelap itu sama-sama menikam dalam tatapan tajam.


Rahang Ken mengeras menahan gejolak amarah didadanya, rasanya ingin sekali membunuh wanita dihadapannya itu sekarang.


"Ibu?" Ken membeo dengan nada kosong, kemudian terkekeh, namun satu bulir air mata tiba-tiba mencelos dari sudut matanya. menunjukan bahwa duka yang dibawa wanita itu teramat dalam. "Ibu mana yang tega menghancurkan hidup anak-anaknya sendiri? kamu hanya manusia gagal. Gagal sebagai wanita, gagal sebagai istri, gagal sebagai ibu." ucap Ken.

__ADS_1


Plak! satu tamparan keras lagi untuk Ken.


"Jangan keterlaluan Ken!! Dasar anak tidak tahu diri!!" ibunya menghardik dengan tatapan tajam


"Kalau segini saja keterlaluan, lalu bagaimana dengan kau yang berselingkuh dan menghancurkan hidup kami? kau hanya wanita matrealistis tanpa kasih sayang!"


Dengan wajah kaku, ibu Ken masih bisa tertawa dan menyilangkan tangan didepan dada. "Kalau ibu gak punya kasih sayang, mungkin sejak satu bulan lalu ibu mencabut alat-alat bertahan hidup Emily. Ibu tidak perlu susah payah membawa dia kerumah sakit, ibu akan membuat dia terkapar sekarat dijalanan!"


Ken ingin sekali meninju mulut congkak yang berbicara dengan gamblang itu. Nafasnya naik turun membayangkan jika Emily benar-benar tak terselamatkan.


Lalu gendang telinga Ken menangkap suara tangisan pelan, Emily sudah sadar dan dia sedang menangis sekarang menyaksikan pertengkaran Ken dan ibu.


Ken sakit, sakit saat mendengar tangisan orang tang dinadinya mengalir darah yang sama, menangis tidak berdaya.


"Keeeen.." panggil Emily lirih.


Seketika lutut Ken terasa lemas, ia kemudian berbalik. Tatapan nanar Ken bertemu dengan tatapan mata jernih Emily yang berair. Seketika Ken langsung merangkum tubuh Emily kedalam pelukannya. "Jangan pergi." gumam Ken.


Ken langsung menangis, dia laki-laki kuat tapi dia juga seorang manusia yang memiliki perasaan. Meskipun kebencian pernah menutup mata hatinya, namun tidak pernah ada dalam bayangannya kalau ia akan ditinggalkan dengan begitu banyak luka.


Benar kata Monica.. Gumam Ken lagi saat mengingat bagaimana wanita itu membujuknya untuk menemui Emily. Dan mulai saat ini, Ken akan membawa Emily bersamanya. Ia tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya lagi, termasuk ibu.


***


"Hallo Nona Monica.. kami dari pihak EM E ingin memberitahukan bahwa ada kesalahan ketika menjelaskan hasil dari sampel DNA anda. Kami mohon anda berkenan untuk datang kemari, dan membiarkan kami untuk menjelaskan."


"Kesalahan? maksutnya?"


"Kami akan menjelaskan secara detail saat anda kemari.. Mohon surat hasil kemarin anda bawa kembali. Terimakasih."


"Ba-baik.. saya akan kesana secepatnya."


Kesalahan? apa maksutnya kesalahan hasil DNA? apa artinya anak ini memang sungguh anak Ken?

__ADS_1


Aaaaaaa... Monica tersenyum haru dan berkaca-kaca.


__ADS_2