Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Surprise


__ADS_3

Setiap hari.. Monica dan Ken semakin intens menghabiskan waktu bersama-sama. Membuatnya semakin dekat dan lebih dekat lagi. Membuat Monica semakin terharu melihat ketulusan Ken yang kian nyata. Monica benar-benar tidak menyangka lelaki misterius yang ia cintai itu, bisa berbuat seperti hal-hal manis yang tidak ia duga.


"Hello baby, what r u doing?" Ken menampakan diri dan menyapa Monica yang sedang asyik makan.


"Hai, sayang.. I'm enjoying a delicious salad." jawab Monica sambil memasukan suapan berikutnya. "Kau mau?" tambahnya, menawari Ken.


"Ikutlah denganku.. Aku punya hadiah untukmu.." ujar Ken sambil menarik tangan Monica.


"Hey tunggu.. hadiah apa maksudmu..?" Monica terperanjat karena Ken menarik tangannya begitu saja. Padahal ia sedang menikmati semangkuk salad dimeja makan.


"Surprise!! just follow me.." ucap Ken sambil menuntun Monica.


"Tunggu!! kita akan pergi kemana? biarkan aku bersiap-siap dulu." ujar Monica saat Ken terus membawanya keluar rumah.


"Kau sudah cantik, sayang.. Everytime you look so beautiful." ucap Ken dengan senyuman khas nya.


"Cantik apanya!! bahkan aku belum keramas dua hari!!"


Ken hanya tersenyum melihat wanita itu. Wanita yang belakangan ini selalu mencebik kesal, merajuk seperti anak kecil dan mudah berganti suasana hati. Ditambah... Monica memang terlihat selalu cantik dimatanya, meskipun wanita itu baru bangun tidur sekalipun.


Sudah berada didalam mobil, Ken mulai memutar kemudi dan menancap gas. Entah kemana dia akan membawa Monica secara medadak dan berantakan seperti ini.


"Kau selalu saja melakukan apapun semaumu!!" Monica masih kesal. Diajak pergi secara mendadak dalam keadaan berantakan seperti ini, dan juga semangkuk salad yang harus ia tinggalkan pas lagi nikmad-nikmadnya.


Ken menyebalkan!!!


"Jangan terus menggerutu seperti itu, aku yakin kau akan tersenyum setelah ini." Ken berujar sambil masih memutar kemudinya.


"Memangnya kita mau kemana sih!!" Monica menaikan intonasi suaranya, semakin memperlihatkan bahwa ia sedang kesal.


"Ini kejutan sayang.. just a flow.. I will make sure you will love this." Ken menangkap salah satu tangan Monica dan menatapnya dengan senyuman.


"Tidak!! pokoknya aku tidak mau!! kita harus ke salon dulu atau turunkan aku sekarang juga!!"


Memangnya kejutan apasih? aku gak bisa keluar rumah dengan keadaan kumel seperti ini!!!


"Baby.. come on.." Ken mulai jengah dengan rajukan Monica.


"Salon atau turunkan aku!" Monica mengancam lagi.


"But I can't wait to surprise u."


"Keeeenn!!" Monica menatap Ken dengan tatapan andalan. Tatapan yang selalu membuat Ken meleleh dan menurut.


"Oke, as u want. Tapi kau hanya punya waktu 30 menit." Ken mengalah dan menepikan mobilnya kesalah satu salon kecantikan.

__ADS_1


"Dua jam." pinta Monica.


"What!! Dua jam?"


Monica menang lagi, ia dibolehkan untuk ke salon terlebih dahulu. Bukannya angkuh atau selalu ingin dituruti, yaaa salah siapa tadi main tarik begitu saja? Lagipula akhir-akhir ini Monica memang merasa terlalu sensitive dan mudah kesal. Dan beruntungnya, lelaki itu selalu melakukan apapun yang ia mau dengan senyuman. Meskipun itu terdengar sangat rumit.


"Bagaimana? aku lebih cantik seperti inikan?" ucap Monica saat sudah selesai merubah penampilannya.


"Oke beautiful.. biasakah kita pergi sekarang?" Ken sudah tidak sabar lagi. Ia ingin cepat-cepat memberikan Monica sebuah kejutan.


"Sure.." jawab Monica sambil tersenyum manja.


Lalu mereka melanjutkan perjalanan yang tertunda itu. Menyusuri jalanan ibu kota yang cukup ramai, hingga akhirnya mereka tiba disuatu tempat. Yang katanya Ken sudah mempersiapkan sebuah kejutan disana.


Kejutan tapi diberitahu kejutan, apa ia aku akan terkejut? Monica bergumam.


Ken selalu bertanya soal apa yang disukai wanita kepada Alex. Mendalami tentang kaum wanita yang dulu ia benci dan tutup rapat untuk mengetahui tentang mereka. Dan Ken merencanakan ini, sebuah kejutan yang sebenarnya ia sendiri tidak menyangka akan melakukannya.


"Here we are.." ucap Ken sambil turun dari mobil. Berjalan cepat lalu membuka pintu untuk Monica.


"Kita sudah sampai?" tanya Monica sambil melongo melihat tempat itu.


Hanya sebuah lapangan.. apanya yang kejutan? Ken tidak ingin mengajakku lomba lari kan?


"Come on.." ajak Ken sambil membawa Monica keluar dari mobil. "And now, close your eyes." tambahnya.


"Cause it's surprise.." ucap Ken sambil mengeluarkan seutas kain untuk menutup mata Monica.


Mata Monica ditutup, ia benar-benar tidak bisa melihat apapun sekarang.


Tapi tunggu dulu!! Dilapangan dan mataku ditutup... Ken tidak akan menembak kepalaku disana kan? apa dia sudah tau tentang dna itu? apa ini akhir dari segalanya? apa ini.. apa ini.... Monica jadi berburuk sangka.


"Follow me.." ucap Ken sambil menuntun Monica.


"Keeeen.. kejutan apa ini.. kau tidak akan me..."


"Ssssttt.. just wait and see.."


Monica menurut.. ia berjalan perlahan seiring tuntunan dari Ken. Tapi hatinya sedikit berdebar takut-takut kejutan itu malah sebuah... Aaahhh.. Bahkan Monica tidak berani mengatakannya.


"R u ready, baby?" tanya Ken saat menghentikan langkah.


Gulpp!! Monica menelan ludah. Kenapa jantungnya sangat berdebar sih!!


Satu.. dua.. tiga.. Ken membuka penutup mata itu. Dan disana, Monica hanya melihat Alex dengan sebuah kotak berwarna merah muda ditangannya.

__ADS_1


Apa itu?


"That is ur gift.. open and look.." ucap Ken.


"Kotak itu?"


"Iya... Ambilah.."


Monica menatap Ken sebentar, kemudian menatap Alex juga. Lalu perlahan-lahan kakinya mulai membawa Monica maju mendekati kotak itu.


"Apa ini?" tanya Monica dengan berbisik pelan.


"Buka saja, nona.." jawab Alex.


Monica mulai membuka kotak itu, melihat isi kotak itu.


Kertas... kertas.. kertas.. isinya hanya sobekan kertas.. apa maksudnya sih? Monica merasa semakin berdebar. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah benda bulat didalam kotak itu, mirip telur naga.


"What is this?" tanya Monica sambil memperhatikan benda bulat itu. Cokelat, hanya cokelat. Bathin Monica.


"Just open it, baby.." ucap Ken lagi.


Monica mulai membuka bungkusan coklat itu, dan isinya ternyata memang benar-benar cokelat.


Hanya cokelat dan dia bilang ini kejutan?


"Sudah.. ini hanya cokelat, maksutmu kau ingin aku memakan cokelat ini?" Monica masih memperhatikan cokelat itu.


"Hancurkan dan lihat ada apa didalamnya." ujar Ken.


Bughh!! Monica melempar cokelat itu hingga langsung hancur. Dan ternyata ada sebuah benda disana, Monica mengambil benda itu dan meniliknya. Benda itu adalah sebuah kunci canggih supercar.


"Press the button.." ucap Ken.


Brumm!! Brumm!! bunyi sebuah mobil saat Monica memencet tombolnya. Tapi dimana mobil itu?


"Now... find the sound of your car." ujar Ken lagi.


Hah? ini sungguhan?


Monica mencari arah sumber suara itu, dan pencariannya berakhir dibalik sebuah tirai dilapangan itu.


Brumm!! Brumm!! Suara mobil itu semakin nyata.


Pyaaarr!! Tirai itu terbuka.

__ADS_1


Menampakan sebuah supercar berwarna merah dan juga tulisan "*Will you marry me?"


Aaaaaaaaa... ini bukan mimpi kan*?


__ADS_2