
Ken nampak murka saat semua pengawalnya tidak ada satupun yang mengetaui dimana keberadaan Monica.
Ken nampak marah besar dan kini ruangan kantornya sudah berantakan karna ulahnya. Ken nampak frustasi karna belum mendapatkan apa yang dia cari, Ken bahkan sudah mendatangi rumah Monica, tetap saja wanita itu tidak ada disana.
Ken juga sudah mengerahkan seluruh kemampuanya yang setara dengan seorang mafia hanya untuk mencari seorang Monica.
"Panggil Alex, cepat!" Ucap Ken dengan nada membentak.
"Ok mister.." pria di belakang Ken langsung merogoh ponsel dan memberi kode kepada Alex untuk segera datang dan menemui Bos nya itu.
Kemudian kurang dari lima menit Alex pun sudah berada di hadapan Ken dengan wajah menunduk karna takut di amuk oleh Bos nya, ini kali pertama Alex menghadapi kemarahan Ken yang sampai seperti ini.
"Ada perkembangan?" tanya Ken.
"Be-belum mister.." jawab Alex sedikit terbata.
"Payah! dimana Kevin? kenapa dia menghilang disituasi genting ini?" Tanya Ken lagi.
"Mm kemarin Kevin mengajukan cuti untuk beberapa hari atau mungkin beberapa minggu.." jawab Alex dengan masih menundukan wajahnya, ia sama sekali tidak berani untuk menatap Ken.
"Panggil dia sekarang! bawa dia ke hadapanku!" perintah Ken dengan nafas yang bergemuruh.
"Baik, Mister.. saya permisi.." jawab Alex sambil mengundurkan diri.
Baru dua langkah mundur tiba-tiba ada seseorang datang sambil membawa tahanan yang ditutupi kepalanya. Alex mengurungkan niatnya dan memilih untuk menyaksikan adegan ini.
"Siapa dia?" tanya Ken.
__ADS_1
"Revan wiliam, Mister.. Dia adalah pemilik Red Apple." jawab Max, salah satu bawahan Ken.
Ken menganggukan wajahnya dan memberi isyarat bahwa dia menerima tamu yang di bawa Max, sementara Max yang juga sudah mengerti langsung membuka penutup mata dan juga ikatan yang berada diantara gigi Revan juga ditanganya.
"Ada apa ini? kenapa kalian menculik ku?" Tanya Revan karna tidak mengerti dengan apa yang baru saja dia alami.
"Ceritakan tentang kedatangan Monica ke Red Aplle kemarin malam pada Mister Ken!" jawab Max yang berdiri selangkah di belakang Revan.
"Oh, kalian mencari si bintang Red Apple.." jawab Revan sambil tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa kalian menginginkan dia sampai harus menculik pemilik Red Apple?" imbuh Revan dengan ekspresi meledek. Revan merasa heran sekaligus lucu dengan alasan mereka membawanya dengan adegan seperti penculikan.
"Jangan buang waktu, katakan dimana Monica!" Ucap Ken dengan suara menggelegar bak singa yang siap menerkam mangsanya.
"Aku tidak tahu.." jawab Revan santai sambil mengedikan kedua bahunya.
Ken memberikan isyarat kepada para bawahanya untuk memberi pelajaran kepada Revan agar ia mau mengatakan dimana keberadaan Monica.
.
.
.
.
Di satu sisi..
Monica masih menangis saat fisik dan hatinya benar-benar terasa perih dan menyakitkan.
__ADS_1
Mengapa takdir yang seperti ini yang harus aku terima, Tuhan.. Gumam Monica dalam hati di sela tangisanya.
"Sayaang, jangan nangis.. aku minta maaf, aku pengen nebus semua kesalahan aku.. aku mohon kasih aku kesempatan buat jelasin dan perbaiki semuanya.."
"Berhenti membual Alfian, aku benci sama kamu! lepasin aku sekarang juga!" jawab Monica dengan suara serak karna terlalu lama menangis.
"Oke, wajar kalo kamu benci sama aku. aku paham itu, emang aku yang salah.. tapi apa gak ada celah sedikitpun Mon?"
Untuk sesaat keaadan menjadi hening karna Monica tidak menjawab ucapan Alfian dan juga mencoba berhenti menangis sebelum Alfian melanjutkan kata-kata nya lagi.
Alfian berdiri dan menarik nafas dalam sambil berkacak pinggang. "Dengerin aku, aku mohon.." Ucap Alfian pada Monica yang masih memeluk lututnya dibawah sana.
"Dulu aku pergi karna aku malu sama Ayah kamu, kamu inget kan waktu itu kita belum punya apa-apa? Ayah kamu selalu ngolok-ngolok aku dan nyindir aku terus seakan aku gak pernah berusaha bahagiain kamu dan bikin hidup kita jadi lebih baik. Aku mungkin gak pernah cerita, tapi kamu tau sendiri kan sikap Ayah kamu ke aku dulu kaya gimana? Sampe waktu kehamilan kamu yang mau masuk usia 7 bulan, aku gak ada uang sepeserpun buat acara baby shower atau beli perlengkapan calon bayi kita. Dan saat itujuga Ayah kami terang-terangan menjatuhkan harga diri aku, aku coba nahan semuanya sendiri dan tampil baik-baik aja di depan kamu! tapi sebenernya aku gak nyaman aku tersiksa! sampe akhirnya aku mutusin buat ngerantau dan berharap aku bisa sukses dan nunjukin bahwa kamu bisa bahagia. Dan sekarang adalah waktunya, ini saatnya Monica. Aku udah sukses, aku jamin kamu bakal jadi wanita paling bahagia.." Beber Alfian dengan panjang lebar.
Monica hanya diam dan menyimak setiap kata yang Alfian ucapkan, namun apapun itu Monica tidak peduli. Monica sudah benar-benar membencinya, Alfian sudah sangat menghancurkan hidupnya karna ulahnya yang dulu pergi meninggalkanya begitu saja.
Kemudian tiba-tiba ponsel diatas nakas yang tadi di sentuh Monica berdering, tanda ada panggilan masuk.
Mata Monica dan Alfian kompak melirik benda itu. Alfian langsung mengambil ponsel itu dan melihat ID penelpon yang masuk. "Alex? ngapain sih.. gue kan lagi cuti.." ucap Alfian sambil menatap layar yang berkedip.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen. Pokoknya haruuusss!π