
Pagi hari..
Bagai pengantin baru yang sudah melaksanakan malam pertama, keduanya membuka kembali mata bersamaan. Saling menatap dan tersenyum, mengingat apa yang telah terjadi sebelum mereka tertidur semalam.
"Morning, babe.." ucap Ken sambil tersenyum dan mengeratkan tangan yang melingkar ditubuh Monica. Ken menempelkan hidung mancungnya di areal leher Monica yang jenjang, tidak lupa mengecupnya juga.
"Morning too.." balas Monica, ia membalas senyuman Ken dan membalas perlakuan Ken dengan mengelus rambutnya berulang.
Selimut yang menyembunyikan kedua tubuh bugil itu tiba-tiba menunjukan pergerakan. Bukan sebuah kisah horror yang selimutnya tiba-tiba bergerak sendiri, tentu saja sesuatu didalamnya yang tidak bisa diam meskipun nyawa nya baru saja kembali ke raga yang baru selesai beristirahat.
Ken menggesekan kaki yang ditumbuhi bulu halus itu ke kaki Monica yang juga sama-sama terbuka. Terus bergerak seolah pelukan itu belum cukup juga.
Semakin menempel mengikis jarak antara mereka, tidak ada celah satu centi sekalipun.
"Stop, Ken.. aku lapar, aku pengen mandi." ucap Monica, ia tahu kemana arah selanjutnya akan berlangsung jika ia membiarkan pria itu berbuat semaunya.
"Wait for a minute, tubuhmu sangat hangat." ujar Ken sambil membenamkan kepalanya lebih dalam. Mirip anak sekolahan yang dibangunkan untuk mandi namun meminta waktu 5 menit lagi untuk memeluk guling dan menuntaskan tidur.
"Yaudah kamu tidur lagi aja, biarin aku mandi dan bikinin kamu sarapan, oke.." ucap Monica sambil menjauhkan sedikit lehernya yang menjadi sarang wajah Ken.
"Don't bother yourself, Alex akan menyiapkan semuanya.." ucap Ken semakin menyerukan wajahnya lagi.
"Oke, but let me take a bath. Badanku lengket banget!"
"Masih pagi, sayang.."
"Ini siang bolong, Ken. Udah jam 11... kita abis mati suri tau!!"
Cacing diperut Monica sungguh sudah berdemo, ia belum sarapan dan bahkan sebentar lagi sudah masuk jam makan siang.
"10 menit lagi."
"Nggak!!"
"Hmm 15 menit lagi.."
"Haaaahh.."
"Oke, 30 menit lagi."
Gila kali yaaa! abis latihan mati apa gak takut mati beneran?!!!
*
z
z
*
Sore.
Setelah drama panjang dipagi hari, kini keduanya sedang bersantai disebuah gazebo dibelakang rumah bernuansa alam dan kolam renang yang terhampar disana. Dengan cuaca sore yang sejuk dan pemandangan yang indah, rasanya mereka benar-benar sepasang pengantin baru yang sedang berbulan madu.
Satu ronde sudah terlewati pagi tadi dan Monica belum mendapatkan waktu mandinya, Ken benar-benar menguasai dirinya. Monica bahkan sampai lupa untuk menanyakan tentang Alfian dan bagaimana Alvino bisa kembali.
"I want to take a bath.." rengek Monica.
"So... just take a bath.." jawab Ken.
Monica beranjak, akhirnya Ken melepaskan dirinya dan membiarkan tubuh lengketnya itu disegarkan. Namun baru saja berdiri dan melangkahkan kakinya, tiba-tiba tangan Ken menghentikannya.
"Mau kemana?" tanya nya.
"Mandi.." jawab Monica sambil menoleh.
"Mandi bersmakau." ucap Ken.
"Keeeen.. I want to take my time, dari semalem kamu gak lepasin aku sama sekali." ucap Monica.
"Iya, kamu boleh mandi.. Tapi kita mandi disana.. berdua.." ucap Ken sambil menunjuk kolam renang dengan kode matanya.
"Aku gak yakin kalo kita cuma renang." ucap Monica dengan raut wajah alis yang hampir menyatu. Ia yakin akan terjadi sesuatu dikolam itu, Fantasy bercinta Ken sedang gila saat ini. Ia jadi kembali mengingat kejadian tadi pagi, dimana Ken menyetubuhinya di buffet kaca rias dengan berbagai posisi yang belum pernah mereka lakukan.
"Ha..ha..ha.. Aku tidak mengatakannya, tapi.. sepertinya kau menginginkannya.." ucap Ken sambil tertawa merdu.
"Aku mau berendam di bathtub." jawab Monica.
"Jangan membantah! just take off your clothes." ucap Ken.
Baju apa hei! Bahkan saat ini Monica hanya mengenakan celana dalam dan baju longgar yang transparan.
"Ayooo..." pinta Ken sambil berdiri. "Apa kau perlu bantuan untuk melepas bajumu?" tambahnya sambil menjatuhkan salah satu baju bagian pundak Monica.
Cupp.. Ken mengecup bahu Monica.
Dan Monica, selalu tidak berdaya dan tidak bisa menolak apapun yang Ken inginkan.
__ADS_1
"Gimana kalo ada yang liat? kita punya tetangga disini." ucap Monica sebelum menuruti untuk melepaskan pakaian yang menempel ditubuhnya.
"Jangan khawatir. Semuanya aman.. tidak akan ada yang melihat tubuh indahmu selain aku.."
"Kamu ingat kejadian kemarin? waktu kita bercumbu dan tiba-tiba Alex datang? gimana....
"Jangan membuatku mengulang perkataan yang baru saja aku ucapkan." Sergah Ken menghentikan kalimat Monica yang belum selesai.
Terdengar menyeramkan rasanya jika Ken sudah mengucapkan ultimatum nya. Namun, meskipun Monica melakukan apa yang Ken minta itu bukan berarti Monica takut atau merasa terancam dan terpaksa.
Monica melepaskan kain yang menutupi dua bola kenyal dan juga kain yang menutupi surga dunia yang membuat Ken tergila-gila itu. Haha
Monica sudah telanjang sekarang, ia menatap Ken sambil menguraikan rambutnya. Membuat bongkahan kenyal itu tegak menantang. Lalu Monica perlahan berjalan menuju kolam renang.
Bayangkan bagaimana ekspresi Ken ketika melihat Monica berjalan telanjang dengan pantat yang berguncang-guncang, gocap-goceng gocap-goceng gitu🤭
Byurr!! Monica melompat kedalam Kolam.
Untuk sementara Ken hanya menyaksikan Monica yang asyik bolak-balik didalam air. Sungguh pemandangan yang sangat epic bagi Ken.
Detik selanjutnya Ken ikut melucuti pakaiannya dan ikut masuk ke dalam air tanpa sehelai benang pun.
Aaaahh.. rasanya dunia hanya milik mereka berdua..
*
z
z
*
Malam hari..
Hari yang panjang sudah terlewati, dua insan itu sudah melakukan dua kali klimaxs disiang hari. Tidak ada kata lelah meskipun mereka berulang kali melakukan kegiatan terindah. Yang ada mereka hanya ingin melakukannya lagi dan lagi. Jangan menanyakan apa yang terjadi dikolam renang tadi, karena tentu saja acara renang itu dibumbui adegan-adegan nganu.
Hari sudah berganti malam, sinar lampu menerangi suatu ruangan dimana Ken dan Monica sedang bersantai disebuah sofa besar dengan beberpa makanan dimeja. Keduanya sedang bersenda gurau.
Ken dengan posisi rebahan menjadikan paha Monica sebagai bantal, sedangkan Monica asyik menyuapi Ken dengan buah anggur, mirip selir yang melayani sang raja.
"Sudah cukup." ucap Ken saat Monica kembali menyodorkan buah anggur ke mulutnya.
"One more.." ucap Monica sambil memasukan anggur itu.
"Apa kau bosan menghabiskan waktu denganku?" tanya Ken sambil mengunyah.
"Yaa, sejak kemarin aku menguasaimu."
"Aku nggak. Hmm.. apa kamu yang mungkin bosan?"
"Tentu tidak! aku bahagia saat kita seperti ini." Ken bangkit dari posisinya kemudian mendekatkan hidung mancung nya dengan hidung Monica. "Cause, I love u so much.." tambahnya.
Cup.. Ken mengecup bibir Monica kilas.
"Apa kamu beneran sayang sama aku? beneran jatuh cinta sama aku? bukannya kamu gak pernah mengenal cinta dan gak tau cinta itu apa sebelumnya?!" ucap Monica.
"Jangan membicarakan itu, yang jelas aku menginginkanmu dan aku akan melindungimu. Menjagamu, memilikimu. Forever u be mine!" jawab Ken sambil menatap mata Monica.
Monica terdiam, dia tidak menjawab percakapan itu lagi.
"Kenapa kau diam? apa kamu tidak percaya kata-kataku?" ucap Ken lagi.
"Jangan hanya mengatakan tapi buktikan." kali ini Monica menyahut lagi.
"Apa yang kau mau dariku?" tanya Ken.
"Aku ingin sebuah status." ungkap Monica.
"Status? do u want to be my secretary?"
"Bukan itu.."
"So what?"
"Kadang aku bingung, aku ini apa dan siapa untukmu."
"U r my woman, my queen, my love."
"R u sure there is me in ur heart?"
"Tentu sayang.." ucap Ken sambil membelai Monica. "Do u believe me?" tambahnya.
"No, i don't."
"Why?"
"It just... (Monica menghela nafas) who am I.."
__ADS_1
"Aku sudah mengatakannya, siapa dirimu untukku. Apa harus aku ulang?"
"Aku...
"Stop! jangan berbicara lagi! Aku bilang aku mencintaimu.. just believe me.. I love u even u don't!"
"Oke, kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Lalu akan dibawa kemana kisah kita?"
"Sebenarnya apa yang kamu mau Monica! Kau terlalu bertele-tele! tidak bisakah kamu mengatakan apa yang sebenarnya kamu mau apa? langsung tanpa berbelit?"
"Aku hanya ingin kejelasan, Ken."
"Memangnya apa yang tidak jelas? kita menikmati ini, dan itu sudah jelas bukan?"
Oh, Ken.. Aku hanya ingin status, aku ingin kejelasan tentang hubungan ini! apa kamu tidak mengerti?! Mengapa susah sekali untuk mengungkapkan ini.
"Oke.. aku ngerti.. aku gak akan memulai pembicaraan tentang ini lagi. Biar semuanya mengalir saja.." malah kata-kata itu yang keluar dari mulut Monica.
"Jangan takut sayang.." Ken membelai Monica lagi. "Kau milikku dan aku milikmu.. dan selamanya akan seperti itu." tambahnya.
I hope so..
Ken langsung mencium Monica...
Dengan ritme yang lembut...
Mencoba meyakinkan wanita nya itu...
Meskipun ia tidak tahu apa itu cinta...
tapi ia merasakan sebuah rasa baru dalam dirinya.. suatu rasa yang ia yakini adalah sebuah kasih sayang...
dan rasa itu...
adalah untuk Monica...
Ciuman itu terhenti, Monica menghentikan kegiatan awal yang akan berujung nikmat seperti sebelumnya itu. Monica menatap Ken dengan tatapan dalam, dengan jarak yang hampir tak terlihat. Sedekat itu...
Dalam hatinya, ia benar\-benar mencintai pria yang selalu menjamahnya ini.
"Ken.. do u have wine?" tanya Monica.
"Sure.. pasti kau akan berubah jadi gadis nakal lagi yaaa.." ucap Ken dengan senyuman.
Keduanya tertawa kecil, pikirannya mulai omesh lagi.
"Kita rilex.." ucap Monica.
Ken kemudian langsung menghubungi Alex, memintanya untuk membawakan apa yang Monica mau. Dan tanpa menunggu lama, apa yang Monica mau sudah ada dihadapannya sekarang.
Ken menuangkan wine itu kedalam gelas, lalu memberikannya kepada Monica.
"Tapi sebelum itu.. aku mau...
"Apa?" tanya Ken sambil mengangkat kedua alisnya.
"Aku ingin bertanya sesuatu.."
"Tanyakan saja."
"Tapi kamu harus janji akan menjawabnya."
"Jika aku bisa menjawab, aku akan menjawab."
"Okeeee... hmmm.. bagaimana.. kamu menghukum Alfian?"
Bersambung...
z
z
z
Lanjut part selanjutnya yaaa 😍
Jangan lupa like dan komen 🤗
Buat yg gak nerima notif up, coba klik favorite dibagian bawah ya atau mungkin aplikasi novelnya belum di update.. thxyou😍
Oh iya, Adegan ngana nya bnyk di skip soalnya kmrn juga bnyk yg kepanasan hahaha🤣
__ADS_1
Sorry juga so inggris, biar agak keren aja haha😂