Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Satu


__ADS_3

Enam bulan setelah Monica melahirkan..


Rumah Ken kini terasa semakin hangat dan ramai. Jika biasanya lelaki itu hanya pulang semaunya, bahkan bisa satu tahun sekali menginjakkan kaki dirumah itu, sekarang keadaannya berbeda justru setiap hari lelaki itu berkutik disana. Bersama keluarga yang sekarang tinggal bersama-sama. Apalagi setelah kehadiran Samuel dan Famela ditengah-tengah mereka.


Rumah bak istana itu benar-benar hidup setelah melewati kutukan yang mencengkram selama bertahun-tahun. Tawa canda selalu menggema, rumah itu menunjukan ada aktifitas didalamnya.


"Hello little girl.." Ken menyapa Fam yang sedang didekap Monica sejak tadi, sambil menggendong Sam yang kini tengah melambai-lambai tangan minta gelendotan seperti kakaknya. Cupp!! Ken mengecup wanita yang sedang memberikan ASI kepada gadis kecilnya.


Monica tersenyum dan bangkit dari posisinya, yang tadinya tiduran miring kini memasang bantal untuk dirinya bersandar. Memposisikan bayi kecil yang wajahnya mewarisi genetik Ken dan dirinya. "Sini sayang mamii.." ucapnya meminta Ken memposisikan Sam disisi yang lain.


Dan kini wanita yang sangat Ken cintai itu sibuk menyusui dua bayi kecil. Menunjukan bongkahan favorit Ken yang beberapa bulan ini dikuasai. Ditambah bongkahan sintal itu kini memancarkan cairan putih jika dire-mas. Menyaksikan pemandangan itu membuat isi celana Ken blingsatan. Pasalnya kini dirinya sangat sulit jika ingin berdua-duaan. Belum lagi Alvino yang sebentar lagi pulang dari kelompok bermain.


Meskipun ada beberapa suster untuk mengurusi bocah, tapi tetap saja Monica yang selalu menjadi dominan, Ken jadi tersisihkan. Bahkan terkadang ritual mereka sering gagal karena teriakan Sam atau Fam.


Contohnya seperti malam tadi, saat dirinya barusaja menin*dih tubuh Monica yang masih molek meskipun habis melahirkan, dengan gairah yang sudah memuncak, darah yang sudah panas mendidih tinggal satu langkah membenamkan diri kedalam guha kenikmatan itu.


"Aaaah.." bahkan keduanya sudah mendesah bersamaan.

__ADS_1


Huuaaa...huaaa..huaaa.. (Anggap aja tangisan bocah😁)


Alarm alami itu berbunyi lagi, membuat mata mereka terbelalak, keduanya langsung menghentikan kegiatan mengasyikan itu. Detik selanjutnya alarm itu berhenti berbunyi, membuat Ken langsung menyeringai senang akan melanjutkan kegiatannya.


Pergumulan itu dilanjut, menyatukan kembali bibir mereka dengan sangat lihai. Namun setelah kembali panas dan siap bertempur, alarm itu kembali berbunyi dan berhasil membuat nafsu yang memuncak itu jadi berantakan.


"Shit! mereka selalu saja mengganggu kita! apa suster itu tidak bisa bekerja dengan baik?" Ken mendengkus kesal, menarik diri dari tubuh Monica yang sudah telanjang.


"Heeey, mereka anak kita.." Monica mendelik sambil meraih kembali piyama tidur yang tadi dilempar suaminya.


"Jangan marah-marah pak tua!! Aku akan membujuk mereka tidur.. Tunggu yaa.." ujar Monica sambil menautkan tali piyama yang melingkari perutnya. "Sabar yaaa.. mereka dulu, nanti giliranmu.." tambahnya sambil tersenyum kemudian berlalu menuju kamar Sam dan Fam.


Hufft!! Ken membuang nafas jengah. Selalu saja begitu. Ken belum bisa menerima Monica_nya yang kini harus dibagi-bagi. Harusnya dia yang melulu dapet banyak, tapi sebaliknya malah Ken yang tersisihkan.


"Kenapa melamun sayang?" tanya Monica yang sejak tadi memperhatikan Ken yang berdiri dengan tatapan kosong, Ken bahkan tidak menyadari bahwa Sam dan Fam sudah tertidur sekarang.


"Eeehh.." Ken mengerjap.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Monica seraya memeluk lelaki itu.


"Aku... eh aku.. memangnya kenapa aku?" Ken balik bertanya.


"Kau bengong sejak tadi.. ada apaa?"


"My twins are sleeping, lets go!"


"Let's go kemana?"


Hyaa!! Ken malah langsung membopong tubuh Monica tanpa penjelasan.


***


Hai hai..


Kangen empot ayam gak? wkwkw 🔥

__ADS_1


__ADS_2