Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Tiga belas


__ADS_3

"Kenapa kau diam saja?" Ken menatap wanita yang sedang memunggunginya. "Ganti bajumu!" tambahnya saat melihat wanitanya itu kini sedang memakai jeans diranjang.


Monica hanya diam, tidak menjawab apapun. Ia masih kesal karena melihat Ken dan wanita tadi begitu akrab.


"Sayang?" Ken memanggil lagi dan Monica tetap saja diam. "Besok kita akan pindah ke kapal pesiar pribadi, kita akan melanjutkan liburan kita lebih privacy.." ujar Ken yang masih saja berbicara meskipun diabaikan.


"Tidak!! aku mau pulang!!" Monica akhirnya menjawab meskipun tidak merubah posisinya sama sekali.


"Pulang? jadwal kita berlibur masih dua minggu lagi!" Ken duduk disamping wanita yang sedang memunggunginya itu.


"Lanjutkan sana dengan wanita yang kau cium tadi!!" Monica semakin kesal ketika mengingat Ken dan wanita itu kembali cipika-cipiki saat akan kembali ke kamar.


"Cium? siapa wanita yang aku cium? wanita yang aku cium hanya kamu, sayang!" Pih, bahkan pak tua itu pura-pura amnesia.


Meskipun sekedar cipika-cipiki adalah hal yang wajar tapi Monica merasa hatinya berapi-api melihat adegan itu. Untuk pertama kali dalam hidupnya selama mengenal Ken dan melihat lelakinya seperti itu.


*Aku hanya tersenyum pada orang lain saja dia cemburu dan marah, apalagi dia yang dengan sengaja mencium wanita itu!! Pak tua sangat rejoice!!


Author : Egois Mon!!


Ha-iya thor, lagi esmosi. Wajar*!!


Monica bahkan tidak mau menatap Ken, ia benar-benar sedang dikuasai api cemburu dan kekesalan. Bahkan ia rela masih menggunakan jeans pendek meskipun rasanya tidak nyaman, beraksi agar Ken tidak bisa menyentuhnya.


Author : Cuma jeans doang Mon! pake gembok juga bakalan dibobol noh sama pak tua!!

__ADS_1


"Sayang..." kini Ken ikut berbaring dan melingkarkan tangan dipinggang Monica, juga membenamkan wajahnya diceruk leher Monica.


Kulit bagian belakang sebenarnya adalah kelemahan Monica, ia akan langsung merinding disco saat bagian kulit itu disentuh atau sekedar diterpa hembusan nafas. Dengan sengaja lelaki itu menggesekan bulu halus yang tumbuh diwajahnya itu disana, berusaha memancing Monica.


"Aku ingin tidur!!" Monica menggeliat dan menepis tangan yang melingkar dipinggang.


"Yasudah.. tidur saja.." jawab Ken sambil kembali ke posisi semula.


"Gimana aku bisa tidur kalo kamu gak mau diem!!" Monica beranjak duduk dan menatap pak tua itu dengan tatapan jengkel.


"Jangan marah-marah!! kau jadi terlihat semakin seksi kalau seperti itu." Ken memindahkan tubuhnya ke arah Monica yang sudah duduk, langsung melingkarkan tangan dipinggang Monica dan mengecupi bagian paha Monica yang terbuka.


"Ken!!! aku sedang marah dan tidak mau bercanda!!" bisa-bisanya pak tua itu masih merayu disaat Monica sedang marah.


"Marah? kenapa kau marah?"


"Apa karenaaaaa,,,," Ken menggantungkan kalimatnya sambil menatap Monica. "Apa karena pertempuran kita pagi itu terlalu singkat?"


Cih.. Monica kira lelaki itu menyadari kesalahan yang membuatnya marah. Mpot ayam mulu dah pikirannya!! ๐Ÿ™„


"Mana limitless card mu?" Monica meminta kartu tidak terbatas itu dengan seringai wajah yang masih ditekuk.


"Untuk apa? aku sudah memberimu dua sayang.."


"Mana?!!"

__ADS_1


"Dompetku disana sayang.." tunjuk Ken ke sebuah tas Kecil yang tergeletak di atas lemari tv kamar itu.


Kemudian Monica beranjak dan segera mengambil tas milik Ken. "Aku mau tidur dikamar sebelah!" ucapnya sambil dengan santai melangkah keluar.


Eh.. Ken terpaku melihat apa yang Monica lakukan, dan detik selanjutnya lelaki itu segera beranjak dan menghampiri Monica. "Apa maksutnya?"


"Aku ingin tidur sendiri malam ini!"


"Mana ada bulan madu tidurnya terpisah?"


"Sanaa!! Minta temani pada wanita yang kau cium tadi!!"


"Maksutmu Grace?"


Sial!! Bahkan Ken menyebut nama wanita itu!


"Terserah siapa, aku tidak peduli!!"


"Hey, kamu cemburu?" Ken menahan tangan Monica yang akan pergi. "Dia hanya menyapa, aku tidak melakukan apapun.. kenapa kamu cemburu?"


Cih, bahkan pak tua lupa bahwa sebelumnya ia marah karena ada lelaki yang sekedar menyapa Monica.


"Kau juga selalu marah saat aku menyebut nama lelaki lain ataaaauuu sekedar tersenyum dihadapan orang. Kau akan marah dan melakukan apapun sesukamu. Lalu apa yang harus aku lakukan kalo jelas-jelas kamu mencium wanita itu dihadapanku?" Monica akhirnya mengutarakan apa yang sebenarnya membuat ia kesal.


"Aku tidak menciumnya!! Aku hanya,,,,,," Ken menggantung kalimatnya, baru sadar apa yang sudah ia lakukan. Tapi yang tadi ia lakukan hanya spontanitas saja, tidak ada maksut yang lain. "Dia yang menciumku tadi!" Ken mengalihkan.

__ADS_1


"Dan kau menerimanya bahkan membalas dia!" Monica semakin kesal dan menatap Ken dengan tatapan elang yang siap menerkam mangsanya.


Waahh,, gimana ini pemirsa? tumben berantemnya bukan berantem dikasur sih๐Ÿ˜…


__ADS_2