
Monica sedang bermimpi indah, lagi lagi bayangan pria yang ingin dia lupakan muncul di kepalanya.
Monica melihat Alfian sedang mengejarnya di sebuah taman, tentu saja dengan Monica yang berlari sambil tertawa riang.
Alfian menangkap tubuh Monica kemudian mereka jatuh di rumput hijau dengan bunga bunga cantik yang bermekaran.
Senyuman mereka mengembang, untuk beberapa saat mereka saling menatap hingga wajah mereka kini saling mendekat.
Mereka saling memejamkan mata saat saling menodongkan bibir satu sama lain.
"Aaaaaaa huh huh huh.." Monica terbangun dari mimpinya. Mimpi yang sangat buruk, buruk sekali.
Kenapa dia selalu muncul akhir-akhir ini?
Belum sepenuhnya sadar Monica dibuat tambah terkejut ketika melihat seseorang dihadapanya. "Ken? kapan kamu datang?" Monica masih mengatur nafasnya ditambah ternyata tangan Ken sedang bergerilya di dadanya.
"Hai sayaaang.. Gimana tidurnya? apa kamu bermimpi tadi?" Ken menatap Monica disela kegiatanya ******* dan menghisap gundukan sintal yang juga sedang di pegangnya.
"Maaf aku ketiduran, Ken.. Aku sangat lelah.." Monica mengelus lembut kepala Ken berharap dapat pengampunan. "Boleh aku minum dulu?"
"Apa? mau kemana lagi huh? mau kabur lagi dariku? mau coba menghindar?" Tangan Ken mulai memutar gemas.
"Bukan begitu, tapi..."
"Apa?"
Monica yang melihat Ken terlihat marah mencoba memutar otaknya agar bekerja optimal, tentu saja dia harus meluluhkan pikiran dan emosi pria yang sedang bergairah juga emosi yang bercampur jadi satu ini.
Bisa remuk tubuh Monica jika dia tidak berhasil meredakan amarah juga gejolak birahi Ken, dia akan menyiksanya semalaman. Menggenjotnya sampai tulangnya terasa ada yang hilang.
__ADS_1
Monica menatap Ken dengan seluruh upaya agar terlihat seksi, bahkan dia sengaja sedikit membuka mulutnya agar semakin menggoda. Monica terus menatap tajam, tanganya mendongkak kepala Ken agar terus menatapnya.
Sial! tatapan apa itu? kamu buat aku gila Monica!
Jari Monica bergerak lembut di wajah Ken, jarinya menelusuri seluruh wajah Ken yang juga ditumbuhi bulu-bulu halus.
Sebenarnya Monica ingin menahanya, dia takut terpesona dengan wajah tampan Ken. Monica takut ada sebuah rasa yang tercipta untuk Ken. Karna matanya tak bisa berbohong, dia memang tampan. Sangat tampan.
Ah persetan dengan rasa! aku tak perduli cinta! aku gak butuh cinta!
Monica terus melancarkan aksinya sampai akhirnya kini wajahnya sudah semakin dekat, hembusan nafas bisa mereka rasakan satu sama lain.
Ken selalu merasa jantungnya berdebar saat mendapatkan perlakuan dari Monica, dari sekian banyak wanita yang pernah tidur bersamanya hanya Monica yang mampu membuat Jantungnya seperti akan meloncat.
"Kamu harus dihukum, sayang.." Ken menyelipkan rambut monica di balik daun telinganya. Kemudian jarinya sibuk menelusuri pipi dan berhenti di belahan bibir Monica.
"Oh yaa.. apa hukumanku? apa aku harus minta ampun, Ken?"
Ah, Ken semakin berdebar mendengar suara seksi itu. jantungnya semakin berdegub kencang. tanpa basa basi Ken langsung melahap bibir ranum yang selalu menggodanya itu.
Suara kecupan memecah keheningan, erangan kecil berkali-kali muncul saat Ken dengan sengaja menggigit bibir Monica.
Kemudian mereka berpindah menuju ranjang besar yang seminggu ini menjadi saksi bisu pergulatan ekstrim antara Ken dan Monica.
Mereka kembali melakukan penyatuan, bagian inti Monica terasa penuh saat Ken sudah memasukinya. Ken juga merasakan bagian intinya sedang di himpit dengan sangat sempit.
Ken mulai memompa, desahan mulai tercipta memenuhi ruangan besar yang mereka singgahi. Cengkraman, ******* dan erangan ikut menghiasi penyatuan itu. Mereka mencari puncak kenikmatan itu bersama-sama sampai akhirnya mereka benar-benar sampai.
Aaaahh..
__ADS_1
Seketika Ken mengambrukan diri di atas tubuh Monica. Kemudian mereka berlomba menghirup udara dengan mata yang masih terpejam.
.
.
.
Beberapa saat kemudian Monica membuka matanya, dia menatap Ken yang ternyata sudah tertidur bahkan penyatuan mereka belum terlepas.
Aaaahh dia pasti lelah, aku juga.. aku juga lelah.
Dengan perlahan Monica menjatuhkan tubuh Ken di sampingnya. Monica menatap pria yang terlelap setelah bertempur hebat denganya.
Tanpa sadar Monica tersenyum sambil mengusap bulu bulu halus di wajah Ken.
Hentikan Monica, jangan berlebihan..
Monica menarik selimut dan menutupi tubuh Ken hingga leher kemudian mengecup kening Ken dan turun dari ranjang.
Monica mengambil jubah handuk dan mengenakanya. Monica berjalan menuju kulkas untuk mengambil minuman dingin, tenggorokanya terasa kering.
Glekk!! Glekk!! Glekk!! Monica menenggaknya sampai tak tersisa.
Aaaahh.. Monica merasa badanya sedikit segar. Monica kembali ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut tanpa sehelai benang pun.
Monica memejamkan mata dan mencoba untuk tidur, namun bukanya mengantuk Monica malah gusar dan kembali mengingat tentang mimpinya tadi.
Ahh sudahlah.. Mau itu Alfian atau bukan seharusnya aku gak peduli. Besok aku bakal pulang dan ketemu Alvino.. mmmhh sayang mommy kangeeeen..
__ADS_1