Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Lima belas


__ADS_3

Sesuai request-an kaliyan yang banyak setuju cerita ini dibikin season dua beneran, maka dari itu author menyatakan mau-mauan aja! wkwk apasih gue๐Ÿ˜‚



Jangan lupa juga bantu nonton video aku diyutup yaa, Syedih baru disubrek 5 orang aja ๐Ÿ˜‚


Buat yang penasaran-penasaran aja hahaha!! Sorry yaaa ue tuh cewek leo jadi syeneng aja kl jd pusat perhatian wkwk!!


Kita mulai..


Chek it out!!


***


Monica masih marah kepada suaminya itu dan mungkin karena mereka jarang sekali bertengkar membuat mereka jadi salah tingkah untuk bersikap.


Sudah berada dipesiar pribadi dan juga para bodyguard di kapal yang satunya, kali ini pasangan uwu itu sedang menepi disalah satu pantai. Namun meskipun indah, keadaan itu jadi membuat kesan liburan mereka terasa lama dan membosankan.

__ADS_1


"Sayang,,, sampai kapan kamu akan marah?" tanya Ken kepada wanita yang sudah lebih dari dua puluh empat jam mengabaikan dirinya. "Aku salah, aku minta maaf.." Ken meraih tangan Monica yang sedang duduk menikmati suasana pantai.


"Lebih baik kita pulang sekarang.. Aku merindukan anak-anak.." ujar Monica masih dengn ekspresi yang sulit di artikan.


Para wanita tahu dong bagaimana rasanya cemburu? hal yang paling gak bisa disembunyikan oleh kaum betina!


"Kau bisa melakukan video call jika merindukan mereka, nanti kita pulang setelah jadwal kita selesai disini.." Ken masih menatap wanitanya.


"Aku ingin memeluk mereka!" Monica mengedarkan pandangannya, masih enggan untuk menatap Ken.


"Kalo begitu peluk saja aku! aku bagian dari mereka dan mereka adalah bagian hidupku juga.." Kali ini Ken merentangkan tangan, meminta Monica untuk masuk kedalam pelukannya.


"Kau masih marah karena wanita itu?" tanya Ken sambil menurunkan tangan yang tadi dibentangkan, dan Monica masih saja diam seribu bahasa. Rasa cemburu itu benar-benar menguasai dan Monica jadi kesulitan mengendalikan diri. "Baiklah,, kalo kamu memang tidak suka wanita itu, aku akan membuat gadis itu tidak akan menampakan batang hidungnya lagi!"


"Jangan melakukan apapun sesukamu!! Mentang-mentang kamu berkuasa dan kamu jadi bebas melakukan hal yang diluar nalar!" Monica kini menatap Ken meskipun dengan tatapan penuh kesal.


"Lalu kau mau aku bagaimana?"

__ADS_1


"Ada ribuan wanita didunia ini, Ken. Sekalipun kamu membuat wanita itu jauh, pasti akan ada wanita-wanita lain juga. Aku hanya ingin kamu menghargai aku sebagai pasanganmu."


Nah gini, para betina! kalo punya unek-unek langsung ungkapin aje daripada lo pusing sendirian nungguin doi peka! ๐Ÿคญ


Monica mulai meluapkan apa yang membuat hatinya terasa gundah itu, mengutarakan apa yang memang harus diutarakan. Lagian sebagai pasangan memang harus seperti itukan?


Ken terdiam sesaat dan ditatapnya Monica dengan tatapan yang selalu menyiratkan bahwa Ken sangat mencintai wanita itu lebih dari apapun.


"Mungkin kau pikir aku marah karena hal sepele,,,,, Yaaa... mungkin sepele. Tapi sebagai pasangan kamu, aku berhak mengutarakan apa yang aku tidak sukai." Kini Monica menatap lelaki itu, dengan tatapan nanar yang cukup dalam. "Kau ingat saat kau tidak suka jika aku menyebut atau membicarakan lelaki lain dihadapanmu? meskipun itu Alex atau Max sekalipun? apa yang kau rasakan saat aku melanggar hal yang tidak kau sukai? kau marah bukan?"


Deg!!


Ken masih membisu mendengarkan penuturan yang baru saja diucapkan Monica. Benar, wanita itu benar. Ken juga selalu cemburu terhadap apapun yang Monica lakukan jika menyangkut lelaki lain, malah ia juga pernah cemburu kepada anak-anaknya sendiri.


"Mungkin aku egois.. Ingin menguasai hidupmu seratus persen meskipun sebenarnya kau juga punya lingkungan yang tidak melulu tentang aku.. tapi jika tentang wanita lain, aku tidak bisa mentolelir." Monica menatap Ken semakin dalam.


"I'm so sorry baby.." Ken langsung merengkuh wanita yang sudah tampak tenang karena sudah meluapkan apa yang sejak kemarin ia pendam. Ken memeluk erat sambil menghirup aroma tubuh Monica yang khas. "Maaa af.." bisik Ken disela pelukan itu dan beberapa detik kemudian Monica pun balas memeluk lelaki yang sangat mencintai dan dicintainya itu.

__ADS_1


"Me too.."


Lalu detik selanjutnya pelukan itu terlepas dan membuat mereka saling menatap dalam diam, dan dengan refleks wajah Ken langsung mendekat lagi untuk menyambar bibir merah cherry yang sejak kemarin ditekuk. Memberikan sentuhan lembut dan juga hisapan untuk isyarat permintaan maaf yang tulus. "Ayyy Laaafhh yuuuuhh.."


__ADS_2