Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Final


__ADS_3

Memaafkan akan membuat hidupmu lebih damai..


Itulah yang Monica katakan kepada Ken saat lelaki itu sudah siap menghilangkan nyawa manusia yang selalu mengusik hidupnya. Sedetik saja Monica telat, terbanglah jiwa-jiwa itu.


"Kau ingat saat dirimu memaafkan Emily dan memaafkan dirimu sendiri? apa yang kau rasakan saat itu? kau merasa damai bukan? kau bilang hidupmu terasa hidup saat itu.." ujar Monica menatap lelaki yang sudah dikuasai amarah itu.


"Seberat apapun itu, maafkan... karena dendam hanya akan menjadi beban untuk dirimu sendiri." ucap Monica.


"Tapi mereka yang selalu membuatku harus memberi mereka pelajaran!! seakan belum cukup mereka lagi dan lagi mengusik kau dan aku." ujar Ken dengan nafas memburu naik turun tidak beraturan.


"Kau tahu bukan, apa yang sudah mereka lakukan pada hidupku? tentu kau mengetahuinya dengan baik. Tapi saat rasa sedih itu datang, aku menerimanya.. bukan menghindarinya.. Biar semesta yang memberi mereka hukuman setimpal atas kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat.. Kau tidak perlu mengotori tanganmu, sayang.." Monica mendekat, mengelus pundak Ken, meredakan gemuruh emosi yang bergejolak.


"Kita masih mencintai diri sendiri bahkan setelah kita berbuat begitu banyak kesalahan.. lalu apa alasan yang tepat yang membuat kita menghardik orang dengan satu atau dua kesalahan? hukuman yang kau berikan kemarin sudah lebih dari cukup Ken.. biarkan mereka hidup dan memperbaiki kesalahan mereka.."


Ken langsung merengkuh tubuh mungil itu, membawanya kedalam dekapan lebih erat lagi. Menghirup aroma tubuh Monica yang sangat mendamaikan baginya.


Kehadiran Monica memang benar-benar membuat hidupnya jauh lebih baik dan manusiawi. "Kau benar sayang.. Selama ini aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, aku selalu melakukan apapun dengan emosi yang menggebu-gebu dalam diriku.. Tapi lagi-lagi aku baru sadar, kau sudah menghangatkan hatiku, kau membuat hatiku lebih lembut."


Mereka saling merengkuh satu sama lain..


***

__ADS_1


Selanjutnya, hukuman yang Ken berikan untuk Alfian dan Chyntia adalah diasingkan ke desa yang lebih terpencil lagi. Mereka dilarang keluar dari desa itu sampai selamanya. Ken tidak mau ambil resiko jika suatu hari nanti mereka berulah lagi, maka hukuman kematian itu akan nyata adanya..


Sementara Johan dan Emily..


Ken memberikan restu untuk dua orang itu menikah, namun dengan beberapa syarat yang harus Johan lalui sebelum dia benar-benar memiliki Emily.


***


Setelah berbulan-bulan akhirnya Johan dan Emily bisa bersanding dipelaminan, senyum bahagia terlihat menghiasi wajah keduanya. Mereka benar-benar bahagia.


Monica dengan perutnya yang sudah sangat besar, ikut tersenyum bahagia menyaksikan pemandangan itu. Kini bukan hanya dirinya yang bahagia, tapi semua orang disekelilingnya sudah bahagia.


"Mamii.. aku mau cupcakes itu.." Alvino berlari menuju Monica, menarik lengan Monica sambil menunjuk tumpukan cake disana.


"Aku mau dua, om!!" ucap Alvino saat Ken memberinya satu cake.


"Heeeey, call me daddy!!" Seru Ken sambil mengusap kepala Alvino. "This one.." Ken memberinya satu cake lagi. "Kau boleh memakan apapun sepuasnya!" tambahnya.


Monica lagi-lagi tersenyum mendapatkan pemandangan yang selalu membuat hatinya berbunga. Sungguh ia masih tidak percaya untuk segala kebahagiaan yang ia dapatkan.


"Aaawwwhh.." Monica meringis, kali ini bukan karena ulah Ken, tapi karena bayi yang ada diperutnya. "Aaawwhh.." meringis lagi. "Hey little angel, kau sudah tidak sabar hadir ke dunia yaa? kau sepertinya tidak sabar untuk ikut berbahagia bersama kami.." ucap Monica sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Aaawhh.." meringis lagi.


"Ada apa sayang?" Tanya Ken sambil menghampiri Monica.


"The baby is coming." ucap Monica.


"I'm going to be a hot daddy now?" Ken malah terpaku sebentar.


Detik selanjutnya, Ken langsung membawa Monica kerumah sakit. Monica akan segera melahirkan. Jantung Ken tiba-tiba berdegub sangat kencang saat menemani wanita itu masuk ruang persalinan.


Lelaki itu tidak berhenti merapalkan do'a sambil menggenggam tangan Monica yang nampak kesakitan. "R u ok, baby?" tanya Ken.


Monica hanya menarik nafas, menyiapkan nafas panjang untuk mendorong bayi itu keluar. Tangannya semakin erat mencengkram Ken, mengerahkan segala kekuatan untuk menghadirkan malaikat kecil itu.


Keringat mulai mengucur ditubuh Monica, apalagi Ken. Keduanya berada dimasa-masa yang mendebarkan. Hingga akhirnyaa suara tangisan bayi memecah ketegangan itu.


"Huffftt.." Monica membuang nafas lelahnya setelah melalui perjuangan bertaruh nyawa. Ken langsung menghujani Monica dengan kecupan-kecupan. "You did it, baby.. aku jadi daddy sekarang.." ujar Ken.


Kemudian seorang perawat memberikan bayi itu, menaruh bayi itu diatas dada Monica. "Little girl, and little boy.." ujar perawat itu.


Aaaaaaa... Monica dan Ken langsung menangis haru.

__ADS_1


Kebahagiaan itu benar-benar membuncah, seolah belum cukup, tuhan memberikan mereka dua bayi mungil yang menggemaskan. Membuat level bahagia mereka jauh lebih tinggi lagi.


TAMAT


__ADS_2