Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Wedding day.


__ADS_3

Konsep pernikahan dengan latar di pinggir kolam renang pilihan Monica. Dia memilih konsep ini karena ingin menghadirkan nuansa hangat, romantis dan penuh kekeluargaan.


Terkesan mewah dan elegan, itulah kata yang mengambarkan pemandangan saat ini. Dengan unsur air di kolam renang dan bangunan yang mengelilinginya, sangat-sangat memberikan kesan yang kuat. Air memberikan keromantisan, kesederhanaan dan kealamian, sedangkan gedung memberikan kesan kemewahan yang elegan.


Floating candle yang mengelilingi kolam ditepiannya dan bunga-bunga segar juga menjadi bagian, betapa indahnya suasana malam ini. Pancaran romantis yang dikeluarkan dari lilin dan lampu itu sangat terasa di malam ini.


Dan disanalah Ken dan Monica berada, pasangan itu baru saja mengucap janji suci, disaksikan oleh tamu undangan dan beberapa kerabat mereka. Malam itu hubungan mereka diresmikan, menjadi suami istri yang akan bersama didalam suka dan duka, selamanya.


"Kau adalah hal terindah yang tidak pernah aku bayangkan, Monica. Aku tidak pernah merencanakan ini sebelumnya. Tapi hari ini aku memilihmu, memilihmu untuk menjadi teman hidupku, sampai maut memisahkan kita." ujar Ken sambil melingkarkan cincin dijari manis Monica.


"Semuanya seperti sihir, sangat mengagumkan dan tidak terbayangkan sama sekali. Cintai aku diseluruh deru nafasmu, Ken.. Sampai maut memisahkan kita." ujar Monica sambil melingkarkan cincin dijari manis Ken.


Cincin emas bertabur berlian dan batu rubi kini melingkar dijari manis masing-masing, lagi-lagi membuktikan mereka sudah menjadi pasangan yang sah.


Suasana haru menyelimuti acara itu, banyak yang tidak menyangka bahwa seorang Ken bisa menikah. Lelaki itu terlihat tulus dan sangat mencintai wanita disampingnya, yang kini sudah benar-benar menjadi istri Mister Lucatu.


"I Love you more than everything.." ucap Ken.


"I Love you to the moon and back!" balas Monica.


Cuuuup!! Mereka menyatukan bibir lagi. Saling berpagutan meluluhkan kebahagian cinta yang tidak tergambarkan itu. Membuat setiap pasang mata yang menyaksikan iri dan cemburu.


"Wohooo...!! prok..prok..prok.. swiiiitsuwiiit.." sorak sorai penonton menggema, ikut larut dalam kebahagiaan pengantin baru.


Ciuman itu terlepas, ada bulir air mata yang jatuh disudut mata keduanya. Mereka sampai menangis haru, mereka tidak pernah percaya ini semua nyata. Tapi inilah adanya, ini semua nyata dan hati mereka kembali hidup dan berbunga-bunga. Semesta memberikan bahagia itu untuk mereka.

__ADS_1


***


Tamu undangan mulai menyapa pengantin untuk memberikan ucapan selamat. Ken dan Monica menyambut orang-orang itu dengan hangat, dengan senyuman yang tidak bisa berhenti mengembang.


Orang-orang bergiliran mengucap selamat, dan kini giliran Monica merengkuh ibunya yang sejak tadi terlihat menangis haru. "Ibu..." panggil Monica. Dua wanita itu saling merentangkan tangan, bersiap untuk berpelukan.


"Anakku.." Isabella memeluk putrinya, menangis haru melihat putrinya yang berbahagia. "Bahagia selalu, Mon. Ibu sangat bahagia melihatmu bahagia." ucap wanita paruh baya itu.


"Aku akan selalu bahagia, bu.. aku dikelilingi orang-orang yang sangat menyayangiku.. Dan ibu ada disini juga, selalu memberikan senyuman dan pelukanmu yang hangat." ujar Momica membalas pelukan itu.


Mereka berpelukan cukup lama, dan kini giliran Ken untuk memeluk wanita yang kini sudah menjadi ibunya. Isabella mewanti-wanti Ken untuk terus menyayangi dan mencintai Monica didalam kondisi apapun, selamanya.


Tentu saja, bu.. dia istriku dan aku akan selalu mencintai dan melindunginya.


"Ken.." Emily terlihat berkaca-kaca, ia langsung merengkuh lelaki jangkung disamping Monica. "I'm so happy for you.." ucapnya.


Emily melepas pelukan itu. Menatap Ken lalu berujar, "Melihatmu seperti ini, sudah sangat membuatku bahgaia Ken. Berbahagialah.." ucap Emily. Kemudian wanita itu bergeser dan merengkuh Monica. "Selalu disampingnya dan buat dia selalu bahagia dengan cintamu, kak.. Aku mempercayakan Ken kepadamu, aku yakin kau akan selalu membuat dia bahagia kan?" ucap Emily.


"Tentu, Em.. tanpa diminta aku akan melakukannya dengan sepenuh hatiku.." ujar Monica sambil merengkuh Emily.


***


Alunan musik semakin menambah nuansa romantis diacar itu, Kini Monica dan Ken sedang duduk sambil menyaksikan Alvino dan Rose yang sedang bermain. Yaa, bocah kecil itu malah bermain, tidak mengerti ini adalah acara pernikahan.


"Lihat mereka.. canda tawa mereka begitu murni.. Jiwa mereka pasti ikut bahagia." ucap Monica sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja.. apalagi saat dia lahir nanti, kebahagiaan kita pasti bertambah berkali-kali lipat." ujar Ken sambil tersenyum juga. Mereka menatap bocah-bocah kecil yang asik bermain dari kejauhan.


Hingga.. Tibalah acara pelemparan bunga pengantin. Ken dan Monica bersiap untuk melemparkan bunga itu kepada para tamu undangan.


Wohooo!! Semua orang disana sudah tidak sabar.


Monica dan Ken berbalik badan, membelakangi para tamu. Dan kemudian dihitungan ke tiga, Monica dan Ken kompak melemparkanya.


Hyaaa!! Hyaa!! Hyaa!! orang-orang disana langsung berebut.


Seorang lelaki tampak memegang bucket bunga itu, dia kemudian berdiri sambil memamerkan bunga itu. Tapi.. sepertinya wajah pria itu tidak asing bagi Monica. Monica menatap lekat.


"Johan!!" ucapnya. Untuk apa dia kemari? aku tidak mengundangnya.. Gumam Monica.


"Siapa yang kau panggil?" tanya Ken.


"Eh.. pria itu.." Monica menggantung kata-katanya.


"Kau mengenalnya?" tanya Ken, dan Monica hanya mematung tidak berkutik.


"Horeee.. kau mendapatkannya.. ini untukku kan?" Seorang wanita menghampiri Johan yang masih memegang bunga ditengah-tengah para tamu.


"Emily?" Monica semakin tercengang.


"Johan dan Emily... maksutnya?" Gumam Monica bertanya-tanya.

__ADS_1


"Hai.. kenalkan.. dia kekasih baruku.." ujar Emily sambil membawa lelaki itu, lelaki yang tidak lain adalah Johan.


Jeng..Jeng..Jeng..


__ADS_2