Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
-


__ADS_3

Monica menghubungi Ken yang sudah 2 hari tidak menampakan diri . "Kenapa orang ini seneng banget ngilang? nggak tau apa kalau aku bener-bener lagi butuh dia ?" ucap Monica sambil berlalu-lalang mondar-mandir diruang rawat inap Isabella.


Isabella sudah diizinkan pulang hari ini karena keadaannya sudah membaik, Monica lantas Mengepack semua barang-barang Isabella lalu keluar dari ruangan itu dan pergi pulang. Monica dan Isabella pulang menuju rumah mereka dan saat sampai di ambang pintu keduanya mematung menatap nanar pintu coklat tua.


"Mon gimana ini? Gimana Alvino? apa kamu belum bisa menemukannya? Ibu sangat minta maaf.. Ibu nggak bisa berbuat apa-apa saat dia datang dan membawa Alvino pergi begitu saja." ucap Isabella dengan nada sendu sambil menggenggam dan menatap Monica.


"Sudah Bu.. Jangan dipikirkan, mending sekarang kita masuk dulu." ucap Monica menenagkan Isabella, padahal dirinya merasa sangat tidak tenang beberapa hari ini.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah, Monica membantu Isabella untuk beristirahat di dalam kamar, lalu Setelah itu Monica kembali ke ruangan dan mendudukkan diri di sofa. kepalanya berputar mencari titik di mana dia harus menemukan Alvino.


* flashback on


Isabella baru saja selesai membuat sebotol susu untuk Alvino, ia lantas menghampiri Alvino yang sudah terlihat Mengantuk di sofa. "Minum susunya, sayang. kita tidur sekarang ya .." ucap Isabella sambil membelai Nino lembut.


"Nino mau Mami, Nino mau peluk Mami.." ucap bocah kecil itu dengan ekspresi menggemaskan dan bicara yang sudah lancar.


"Besok mami pasti pulang.. makanya Nino cepet tidur, ya.. besok baru ketemu mami." bujuk Isabella .


Lalu bocah kecil itu lalu mulai meminum susu dan bersandar di pangkuan Isabella dan tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah. Isabella bertanya-tanya, siapa yang akan bertemu malam-malam begini? pikirnya .


Isabella lalu berpikir sejenak sebelum menuju pintu dan membukanya. "Ah.. mungkin.. siapa tahu itu adalah Monica." gumamnya.


"Tunggu sebentar ya, Ibu mau Buka dulu pintu.. Siapa tau itu mami.." ucap Isabella kepada Alvino yang mulai akan tertidur, Isabella merebahkan tubuh kecil Alvino di sofa kemudian beranjak menuju pintu.


saat pintu itu dibuka Betapa terkejutnya Isabella saat mendapati Alfian menantunya atau mungkin lebih tepat mantan menantu itu ada dihadapanya setelah bertahun-tahun menghilang. Alfian terlihat membawa 2 orang pria di belakangnya

__ADS_1


"Alfian? Ada apa kamu kemari malam-malam begini?" tanya Isabella


"Dimana anakku?" ucap Alfian.


Alfian mendorong tubuh Isabella sampai membentur dinding lalu dirinya masuk menerobos begitu saja. Alfian menyusuri ruangan itu dan kemudian Alfian melihat sosok kecil yang sedang meringkuk di atas sofa.


Wajahnya langsung menyeringai sambil menghampiri Alvino. "Halo Sayang.." ucap Alfian sambil memeluk bocah kecil itu, padahal Alvino Sudah hampir terlelap. "ikut papah yuk.." tambahnya sambil memangku tubuh Alvin.


Alvino yang sudah mengantuk hanya merengek kecil saat tidurnya diganggu, namun Alfian tidak kehabisan cara ia langsung menimang-nimang tubuh kecil itu agar tertidur kembali dan setelah anak itu tertidur ia langsung bergegas membawanya keluar rumah.


"Jangan Al.. jangan bawa Alvino.. ibu mohon .." pinta Isabella sambil meraih lengan Alfian "kembalikan Alvino.." pinta Isabella lagi.


tanpa menjawab ia menepis tangan Isabell dan kedua pria yang tadi ada di belakangnya langsung menghampiri Isabella, tangan Isabella ditahan oleh 2 tangan kekar sehingga ia sama sekali tidak bisa berkutik.


Isabella mencoba untuk berteriak meminta bantuan namun belum sempat berteriak wajahnya tiba-tiba langsung di hantam oleh tamparan keras hingga ia tersungkur. bukan hanya sekali, pria-pria itu terus menambah hingga akhirnya Isabella pingsan .


**


Gak boleh! gue gak boleh nyerah! gue bakal temuin Nino! pasti! ucap Monica berbicara sendiri.


Gue salah ngandelin, Ken. harusnya gue gak berharap lebih! Orang kaya Ken mana mungkin punya rasa iba, dia itu cuma mau tubuh gue. inget Monica! Gerutunya lagi semakin berdecak geram.


.


.

__ADS_1


.


Sudah satu minggu berlalu namun Alvino belum juga ditemukan, begitu juga dengan Ken. Pria itu sama sekali tidak menemui atau menghubunginya. Monica semakin frustasi dibuatnya.


"Mon.. jangan nyiksa diri kamu.. kamu berantakan banget.. kamu belum makan dari kemaren.." ucap Isabella melihat keadaan putri semata wayangnya yang acak-acakan.


"Aku pengen Nino, Bu. aku gak mau makan!" ucap Monica rada nge-gas.


"Iya ibu tau, ibu juga kangen banget sama Nino. tapi kalo kamu nyiksa diri kayak gini yang ada kamu jadi lemah.. gimana kamu mau lawan orang-orang itu kalo kamu kalah dalam 2 sisi?" ucap Isabela.


"Aku harus gimana bu? aku udah blank banget ini?" ucap Monica sambil mengacak rambut lepeknya.


"Kamu mandi.. terus makan.. habis itu kamu pergi.. tenangin pikiran dan badan kamu biar semuanya jernih.. kita gak akan dapet titik kalo kita gini-gini aja."


Sejenak Monica melongo mendengar penuturan ibunya itu.


"Kita gak bisa ngandelin orang lain, harus kita yang bertindak.. dan kamu harus kuat.. demi Nino, anakmu.. cucu ibu.." tambah Isabella mencoba tegar.


Monica menuruti saran Isabella, kali ini ibunya benar. Dia harus menjernihkan pikiran yang stuck memikirkan Alvino dan juga Ken, dia lupa bahwa yang harus dipikirkan adalah Bagaimana caranya menemukan Alvino dan membawanya pulang.


Monica mencoba Me time.., melawan perasaan cemas, gelisah, khawatir, dan seluruh perasaan yang menggunung di hati dan jiwanya. Ia benar-benar harus tenang.


Setelah melakukan serangkaian acara me time-nya, Monica akhirnya merasa cukup tenang sekarang. Namun entah apa yang merasuki pikirannya lagi, kali ini langkahnya malah membawa dirinya kembali ke Red Apple, tempat dirinya lahir sebagai seorang j*lang.


***

__ADS_1


Dikit-dikit dulu yaa, Author nya lagi mood swing πŸ˜”


__ADS_2