Wanita Pekerja Malam

Wanita Pekerja Malam
Empat


__ADS_3

Karena pertempuran panas pagi itu, Monica malah jadi kewalahan. Lelaki itu terus saja mencumbunya tiada henti, bahkan sampai tidak ingin bekerja karena keasyikan dengan kegiatan itu.


Niatnya hanya ingin memberi kejutan justru malah dia yang terkejut.


"Sudah cukup, sayang.. Tulangku rasanya sudah remuk semua." ujar Monica saat lelaki itu kembali meminta ronde berikutnya.


"One more baby.."


Nafsu Ken di atas ranjang memang tiada ampun, lelaki itu seolah punya kekuatan yang tidak akan pernah habis. Sejak pagi sampai se-sore ini pasangan itu belum juga keluar dari kamar. Terus-menerus melakukan kegiatan yang menciptakan rasa nikmat yang tiada tara.


"Tidak sayang, aku sudah ingin menemui Samuel dan Famela. Sejak tadi kamu mengurung ku!!" Monica menolak sambil melilitkan selimut di tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun.


"Satu lagi sayang.. Dan setelah itu bawa mereka kemari.. aku juga ingin bermain dengan mereka tapi sebelum itu aku ingin puas bermain denganmu dulu.." Pinta Ken sambil beranjak menuju Monica yang sudah akan lari menuju kamar mandi.


"Tidak, aku bilang tidak!" Monica setengah berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Owh... kau ingin bermain di kamar mandi rupanya." Ken ikut berlari mengejar monica sebelum pintu itu ditutup dan dikunci.


Author tolong!!! 😭😭😭


Author : "Nolongnya gimana Mon? nanti aku yang disikat kan enak" 😭😭😭


***


Monica, Samuel, Famela dan Ken sedang berada di kamar sultan. Widiiihh.. Keluarga kecil itu sedang menghabiskan waktu sore bersama-sama.


Monica yang sejak tadi merindukan bocah kembarnya tapi kini terlihat malas karena tubuhnya sangat letih, untuk itu ia sangat ingin sekali beristirahat. Untuk itu Monica hanya menaruh Sam dan Fam di atas bouncer, sementara dirinya rebahan santai sambil memperhatikan mereka.


Cih, Gara-gara elo hey!!! Wajah tanpa dosa banget!! πŸ™„


"Kamu bilang ingin bermain bersama mereka. Ayo.. mereka sudah disini sekarang!" ujar Ken sambil menatap dua bocah kembar itu.

__ADS_1


"Hello my little girl, how nice your eyes.." Ken menatap gadis kecilnya sambil tersenyum, dan bocah itu hanya tertawa memperlihatkan gusi merah tanpa gigi, membalas sapaan hot daddy.


"Hello my little boy.. lihat betapa tampan dirimu, kamu akan mewarisi ketampanan daddy saat besar nanti." Ken membawa Sam ke dalam pangkuannya. "Dia sangat mirip sekali dengan ku.. Ya kan?"


"Tentu saja, dia kan copy-an kamu!!" Monica berujar ketus, masih sebal karena kelakuan Ken yang seharian menyiksanya.


"Setelah dewasa dia pasti akan sepertiku." Ken tersenyum bangga sambil menatap bocah kecil yang sedang mengoceh seolah ikut berbicara bersama orang tuanya.


"Boleh saja.. dia boleh mewarisi ketampanan kamu saat dia dewasa, tapi tidak dengan otak mesum itu!! Dia tidak boleh seperti itu!!" Monica kemudian bangkit dan memangku Fam yang masih berada di atas bouncher. "Mereka berdua harus hidup lebih baik dari kita, mereka tidak boleh seperti kita.." ucap Monica sambil menatap dua bocah itu bergantian.


"Tidak boleh seperti kita, apa maksudnya?" Ken mengernyit tidak mengerti.


"Nino, Sam dan Fam.. Mereka harus bahagia, masa depan mereka harus cerah. Mereka tidak boleh melalui hitamnya dunia seperti apa yang kita berdua lewati. Mereka tidak boleh merasakan kepahitan seperti kita.." Monica menatap Ken sambil tersenyum.


"Tentu sayang, Mereka bertiga tidak akan kekurangan kasih sayang orang tua.. Mereka bertiga akan tumbuh dengan penuh cinta, penuh kasih dan sayang.."

__ADS_1


Monica langsung tersenyum dan merapatkan posisinya, menumpahkan kepalanya dibahu Ken sambil mengelus bocah itu bergantian.


πŸ€—πŸ€—


__ADS_2