
Perut Monica sudah semakin membulat seiring bertambahnya usia janin didalamnya. Hari ini ia berencana untuk hangout bersama Emily, menghabiskan waktu disalah satu pusat perbelanjaan.
"Sudah siap, kak?" tanya Emily saat Monica sudah turun dari lantai atas.
"Sudah.. ayo.." jawab Monica.
Kemudian dua wanita itu berpamitan kepada Isabella dan menitipkan anak-anak mereka kepada ibu dan juga para pengasuh, mereka sepakat untuk pergi berdua saja. Karena sesungguhnya Emily ingin membangun hubungan lebih dekat dengan Monica.
***
Disebuah mall..
Emily dan Monica baru saja selesai menonton film dibioskop, keduanya tampak kembali akrab setelah insiden Monica acuh karena hubungan Emily dan Johan. Wanita itu tampak tertawa bersama saat keluar dari ruangan itu.
"Romantis sekali yaaa, uuuwhh aku sampai meleleh melihat bagaimana dia sangat mencintai wanitanya." ujar Emily.
"Hahaha itu hanya sebuah film, Em.." ujar Monica.
"Iya iya.. kau pasti tidak akan iri, dunia nyatamu lebih manis dari film tadikan.." ucap Emily.
"Hehe.." Monica hanya terkekeh.
Lalu dua wanita itu berjalan menuju store-store pakaian, tas dan juga sepatu. Keluar masuk hingga barang bawaan mereka sudah banyak sekali.
"Kau terlihat lelah, kak.. kita istirahat dulu." ucap Emily saat melihat keringat dipelipis Monica.
"Tidak apa-apa, Em. Ibu hamil harus banyak bergerak.." ucap Monica.
"Tapi aku lapar, kak.. kita makan dulu ya.." ajak Emily.
Lalu langkah mereka membawa mereka menuju stand-stand makanan yang ada disana. Duduk disalah satu meja lalu memesan makanan.
"Kak.. bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Emily saat mereka sedang menunggu makanan pesanan datang.
__ADS_1
"Apa? kau pasti akan bertanya soal Johan kan?" Monica dengan begitu mudah menebak.
"Bagaimana kau bisa tau?" tanya Emily lagi.
"Memangnya apalagi yang akan kau bahas selain lelaki itu?" Monica balik bertanya.
"Hehe.. aku sangat mencintainya, kak. tapi sepertinya kau tidak menyukai hubungan kami." ujar Emily.
"Hih, kau menuduhku sembarangan!" ujar Monica.
Bukan tidak suka Em, hanya saja... kenapa harus Johan?
"Kau mengenalnya.. Apa kalian pernah punya hubungan special sebelumnya?" Emily masih terus bertanya, mengorek informasi lebih banyak lagi.
"Tidak, Em.. aku mengenalnya karna dia pernah membantuku beberapa kali, kami tidak sengaja bertemu waktu itu." ujar Monica. Huft! kenapa harus membahas inilagi sih? Selera makan Monica jadi hilang rasanya.
"Berarti dia orang baik kan? lalu kenapa kau tidak menyukai hubungan kami? maaf bukan aku lancang, tapi aku benar-benar sangat mencintainya, kak.." Emily berujar lirih.
"Aku ke toilet dulu.." ujar Monica sambil berdiri. Ia merasa jengah dengan obrolan ini.
Sementara Emily hanya menatap dari tempat duduk itu, melihat langkah Monica yang kian menjauh. Ia kemudian menghubungi Johan, kekasihnya. Untuk datang ketempat itu.
Sebenarnya Johan sudah ada dimall itu, hanya saja mereka berada ditempat berbeda. Emily sudah menghubungi lelaki itu saat mereka akan pergi. Dan sekarang Emily menghubunginya lagi, meminta Johan untuk datang dan berbicara bertiga dengan Monica.
"Maaf kak, tapi aku harus memperjuangkan cintaku kan?" Gumam Emily.
***
Monica membasuh wajahnya dengan air dingin, kepalanya terasa penat karena terus memikirkan Emily dan Johan. Andai lelaki itu tidak muncul, pasti Monica sudah bahagia tanpa beban apapun lagi. Dan pasti novel inijuga udah tamat.
"Gakpapa gak sih, Emily sama Johan? tapi cowoo itu... dia pernah meniduriku meski aku sedang mabuk. Masa iya aku akan terikat sebagai keluarga dengannya?" Monica merutuk didepan cermin.
Fyuhh!! Monica membasuh wajahnya lagi.
__ADS_1
Akujuga takut kalo ternyata dulu Emily memang sengaja mengirim Johan..
Aku takut Johan ternyata hanya memanfaatkan situasi..
Aku takut Emily dan Johan punya niat terselubung dibalik ini..
Dan masih banyak Aku takut.. Aku takut.. Lainya yang menghantui Monica.
Monica tidak berhenti bergumam.
Lalu detik selanjutnya Monica berniat beranjak dari tempat itu, dan kembali ke tempat dimana Emily menunggunya. Monica me-lap wajah kemudian berbalik badan.
"Ikut gue!!" tiba-tiba seorang wanita menarik paksa lengannya.
"Tunggu!! siapa lo?" tanya Monica sambil coba menahan tangan yang ditarik itu.
"Ikut!" Wanita itu membentak sambil menarik tangan Monica lagi.
"Lepasin!!" Monica mencoba melawan. Ia menilik wanita itu, tapi ia sama sekali tidak mengenalinya. Wanita itu menggunakan kacamata dan juga penutup wajah. Monica melawan sekuat tenaga dan mendorong wanita itu.
"Sialan lo!" wanita itu semakin membentak Monica. "Ikut gue!" tambahnya sambil menarik tangan Monica lagi.
Hyaaaa!!! Monica menarik penutup wajah itu.
"Chyntia.." pekiknya saat menatap wanita yang mirip dengan wanita direkaman itu.
"Kurang ajar!" Plak!! Chyntia menampar Monica. Dan Monica yang tersentak langsung terjatuh saat mendapatkan tamparan itu.
"Bangun!! Ayo ikut gue!!"
Monica tidak bergeming, tubuhnya lemas seketika pandangannya tiba-tiba menghitam, Monica pingsan.
"Astaga!!" Chyntia berdecak bingung. "Seneng banget lo ya bikin idup gue susah!!"
__ADS_1