
"Syukur deh..." gumamnya senang dan lanjut nonton tv.
"Jika bukan kamu siapa donk?" tanya Vita penasaran.
Tiba tiba Avi keluar kamar dan buru buru kedapur.
Vita dan Deby melihat Avi terburu buru keluar kamar. Dan saling menatap lagi.
"Avi??" ucapnya serentak...
.
.
.
Disekolah
Semoga saja tidak bertemu dengan kak Arash. Aku belum punya jawaban. batin Avi
Tapi tidak sesuai dengan kehendaknya. Arash mendekat dengan tersenyum.
"Sebelum dia kesini.. lebih aku kabur" gumam Avi.. yang didengar Anin.
"Kabur? kenapa kabur. vi! itu kak Arash memanggilmu dari tadi" kata Anin menunjuk kearah Arash.
Tiba tiba Avi melepaskan tangannya yang digandeng Anin. Dan berlari kearah taman sekolah.
"Eh eh... ngapain sih vi...Avi.." Teriak Anin sambil sesikit berlari mengejar Avi. Arash yang melihat Avi menghindarinya pun heran dan berbalik kekelasnya.
"Nah ini dia.." Gumam Anin yang melihat Avi duduk dibawah ponon rindang.
"Kenapa ikutin sih?" Tanya Avi melihat kearah Anin.
"Kamu kenapa? lihat hantu ya?"Tanya Anin seraya duduk dekat Avi.
"Kemaren Kak Arash... ngajak pacaran" jelas Avi singkat.
Anin yang mendengar terkejut dan mulutnya menganga membentuk huruf o.
"Iya... masuk lalat tu. Makanya jadi canggung ketemu dia." jelas Avi lagi melihat temannya yang ternganga.
"Trus...?" tanya Anin yang tiba tiba senang senyum senyum sendiri menyenggol lengan Avi menggoda.
"Ga tau" Avi cemberut.
"Udah diterima aja deh. Jadi kita ga jomblo lagi. Oh.. Aa' Tara.. " kata Anin dengan senang
"Udah jadian ya sama kak Tara? ganjen"
"Iya udahlah.. ngapain terlalu lama jual mahal? kita juga ga ada pacarpun? terima aja vi. Lumayankan ada yang anter heheheh" dia menggoyang goyang tangan Avi. Anin tersenyum melihat kebelakangnya.
"Sebenarnya... aku.. mmm.. juga suka sih sama kak Arash. Tiap dekat dia jantung ku ga bisa diem nin. Kayak drumband karnaval 17 an. Jadi .. diterima gtuh?" Anin mengangguk mendengar penjelasan Avi sambil mengacungkan jempolnya tinggi tinggi.
"Nanti deh.. pulang sekolah kalau kak Arash manggil aku ga hindari dia lagi. Puas??" Anin tersenyum dan meluk Avi.
__ADS_1
"Selamat ya suamikuh, kau menemukan selingkuhanmu dariku ahahahahha" ucap Anin asal menggoda sahabatnya. Avi balas memeluk Anin juga.
"Makasi Vi.."
"Hah?" Avi kaget dengar suara Arash dari arah belakangnya. Lalu ia berdiri dan menoleh kearah Arash.
Kak Arash? mati aku, ketahuan... aduh malu, gimana nih.? batin Avi
"Makasi pacar" kemudian Arash berbalik berjalan meninggalkan Avi dengan tersenyum puas.
"???" Avi dan Anin melongo melihat Arash pergi.
"Ahahahha... pacar. ahahah... " Anin tertawa sambil mengajak Avi kekelas.
"Udah deh nin.. apaan sih. Ketawa terus dari tadi. Lagi malu nih. ish.. nyebelin" Dia berjalan meninggalkan Anin kekelas. Sementara Anin masih tertawa memegang perutnya.
.
.
.
Teng teng teng
Lonceng jam istirahat. Semua murid keluar kelas. Begitu juga Avi dan Anin.
" Kantin yuk, aku lapar." ajak Avi
"Kuy lah... sama sayang, istrimu belum makan dari 12 menit yang lalu." mereka berjalan kearah kantin.
Tanpa mereka tau, dibelakangnya Arash mengikuti mereka sampai kekantin.
"Pacar.." Arash duduk didepan Avi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Eh... kak Arash..." Avi gugup wajahnya mendadak merah seperti lipstiknya Lisa Blackpink.
"Udah pesan?"
"ah? oh belum.. eh udah. Anin yang pesan" Avi memaksakan senyumnya.
" Anin? tu dia sama Tara.. " Arash menunjuk kearah Anin yang duduk dimeja pojokan kantin.
"Aku pesenin ya.. tunggu"
Avi melihat Anin dengan tatapan membunuh yang membuat Anin ciut.
"Udah jangan dilihat terus, Anin jadi takut tuh" Kata arash yang membawakan 2 mangkok bakso panas. Avi langsung mengambil satu ditangan Arash.
"Makasi kak," Dia menambahkan kecap saus dan cabe sesuai seleranya.
Mereka menghabiskan makanan dimeja. Sesekali pandangan mereka bertemu dan mengalihkan perhatian kearah lain.
"Ga usah canggung pacar" Suara Arash membuat Avi yang sedang minum tersedak.
"Uhuk uhuk uhuk..."
__ADS_1
Buru buru Arash menepuk nepuk punggung Avi. Batuknya pun berhenti.
"Makasi kak" Kta Avi menepiskan tangan Arashdari punggungnya.
"Maaf kalau aku ganggu kamu makan" Senyum Arash begitu hangat melihat Avi.
Avi juga tersenyum kaku melihat Arash.
"Nanti pulang sekolah aku antar ya, ada yang ingin dibicarakan juga" Dia berjalan meninggalkan Avi.
.
.
.
Pulang sekolah
"Vi.. Bentar ya. Aku ambil motor. tunggu disini" Teriak Arash dari jauh setelah melihat Avi. Sontak wajah Avi memerah karna murid lain melihatnya setelah mendengar Arash memanggil Avi.
Malu aku malu... Ya nabi.. begini amat ya rasanya. batin Avi.
Tak lama kemudian Arash tiba tiba berdiri dihadapan Avi yang sedang duduk dekat gerbang sekolah sendirian.
"Kenapa disini?"
"Aku malu disana"
"Nih helmnya."
"Kak, jangan berlebihan disekolah ya, ga enak teman teman melihat tadi."
"Kalau ga disekolah boleh dong?"
"Aah.. ga tau" Kemudian dia naik kemotor Arash dengan wajah yang cemberut. Arash melihat dengan tersenyum.
Imut banget sih kamu vi... jadi pengen nyubit pipi kamu. batin Arash
"Pegangan dong, kalau jatuh gimana?" Goda Arash
"Udah" jawab Avi memegang tas Arash.
" Kamu kan duduknya nyamping vi, Aku benaran deh.. khawatir kamu jatuh. Ga pa pa pegang aja. Seperti ini.."
Arash mengambil tangan kanan Avi dan melingkarkan kearah perutnya.
Deg...
"Eh i-iya kak.." Avi canggung terliht dari tangannya yang dingin ketika dipegang Arash tadi.
Ketemu juga kamu .. yang selama ini hadir dimimpiku vi. Batin Arash.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...