
Kini saat nya Arash dan teman temannya ujian akhir kelulusan. Disusul pula ujian kenaikan kelas murid kelas satu dan dua. Terlihat disana Avi yang sedang mengerjakan soal ujian tampak sangat serius begitu pula dengan murid murid yang lain.
Setelah beberapa hari ujian, kini tibalah saat yang ditunggu semua murid itu. Penerimaan raport dan pengumuman kelulusan bagi anak kelas tiga.
Semua murid berkumpul dihalaman sekolah. Menanti pengumuman penting dari kepala sekolah.
Setelah memberikan sepatah dua patah kata, tiba lah saatnya bagi pelajar kelas tiga.
"Terimakasih bapak ucapkan untuk anak anak bapak semua yang telah mengikuti ujian akhir dan ujian kenaikan kelas.
Alhamdulillah kami para guru merasa bangga akan nilai yang telah kalian raih. Selamat bapak ucapkan kepada murid kelas tiga. Kalian lulus 100% dan..."
Belum selesai kepala sekolah menyelesaikan kalimatnya semua murid berteriak kemenangan. Karna usaha yang mereka lakukan selama ini memetik hasil yang sesuai.
Terlihat juga Arash dan teman temannya melompat kesennangan dan saling berpelukan. Sambil mencari keberadaan Avi. Avi yang terus melihat kearah Arash mengacungkan jempol tanda kebanggaan pada Arash. Dan dia pun tertawa puas setelah melihat kekasihnya.
"... anak anak... tenang tenang. Kembali kebarisan kalian.
Baiklah bapak lanjutkan lagi. Selamat buat kalian semua.. Adapun peraih nilai tertinggi disekolah kita, adalah Arash Zafrano... bahkan juga nilai tertinggi diprovinsi... "
plok plok plok...
Semua bertepuk tangan melihat kearah Arash. Arash sangat senang sekali.
"Selamat buat Arash.. dan nilai tertinggi nomor dua seindonesia. Arash boleh memilih universitas mana yang di inginkan nya. Selamat sekali lagi bapak ucapkan.
Dan kelas dua dan satu, Selamat untuk kalian semua.. Karna semua murid ditahun ini naik 100% dengan nilai yang bagus." Semua murid senang dan bertepuk tangan.
"Untuk kelas dua nilai tertinggi diraih oleh Maulana Arsyad. Dan untuk kelas satu nilai tertinggi diraih oleh Alviolita Diwarman.
__ADS_1
Raport kalian akan dibagikan oleh walikelas masing masing, dan kalaupun ada murid yang mendapat beasiswa akan diterangkan lebih lanjut oleh wali kelas masing masing.
Selamat Bapak ucapkan untuk kalian semua, Semoga kalian selalu berhasil dan sukses. Kembangkan lagi potensi kalian. Bapak ingin mendengar nanti diantara kalian semua ada yang akan jadi presiden... aamiin. Dan kebanggan sekolah tercinta kita SMA 1 PANCASILA.
Ingat jangan ada yang berkeliaran dijalanan. Sekolah menyediakan tempat bagi murid yang ingin merayakan kelulusan. Terima kasih. assalamualaikum."
Pengumuman pun selesai dan semua murid menuju kelas masing masing.
Avi tampak sangat senang, karna mendapat nilai yang sangat bagus. Ia ingin membuktikan bahwa rumor pacaran disekolah bisa menurunkan nilai itu adalah salah. Faktanya selagi berusaha dan bisa membawa kearah yang lebih positif bisa menjadi penyemangat untuk lebih rajin belajar. Dan itu telah ia buktikan.
Sesaat setelah murid murid bubar, Arash mendekati Avi dengan memegang lengannya. Membawa Avi ketempat yang teduh dari sinar matahari.
"Selamat ya sayang... kamu berhasil dengan nilai tertinggi. Aku sangat bangga." Ucap Arash lembut fan tersenyum menatap Avi.
"Makasi kak. Aku juga senang banget kak Arash pemegang nilai tertinggi, bahkan seindonesia. Apa benar sejenius itu ya..?" Goda Avi setelah mengucapkan selamat untuk Arash.
"Nanti pulang bareng ya.. Bunda minta kamu kerumah sebentar, katanya ada yang penting." ajak Arash
"Sampai nanti sayang..." Ucap Arash berjalan menjauhi Avi.
"I Love U..." jawab Avi lirih. Dan membuat membuat Arash berlari kearah Avi sekedar mencubit pipinya.
Avi.. kamu sangat mengujiku. Jika tidak disekolah aku akan memelukmu.. Batin Arash
"Kamu nakal ya sekarang..." Avi hanya tersenyum sangat manis dihadapan Arash. Kemudian mereka pun berjalan ketujuan masing masing.
.
Flashback on.
__ADS_1
Karna tidak sempat pergi setelah rapat OSIS. Tak ingin pulang terlalu sore. Maka keesokan harinya Arash mengajak Avi kembali. Ternyata ia ingin mengenalkan Avi dengan orang tuanya.
Motor Arash berhenti didepan bangunan mewah. Pagar rumahnya saja tinggi, dan terbuat dari kayu dan besi, sampai sampai tidak dapat melihat rumah yang ada didalamnya.
Gerbang dibuka oleh penjaga rumah mereka. Arash melajukan motornya dan tepat berhenti didepan teras rumah.
Avi yang sedikit kaget karna tak menyangka jika ini adalah rumah sang pacar Arash Zafrano. Tapi ia berusaha untuk terlihat biasa.
"Ayo turun... Kita kedalam" Ajak Arash setelah mematikan motornya. Avi turun pelan pelan sambil membuka helmnya. Paham dengan cara Avi memperhatikan rumahnya. Arash berdiri dan menatap Avi.
"Ini bukan rumahku. Ini masih rumah orang tuaku. Mereka yang kaya. Bukan Aku. Jadi jangan melihat seperti itu ya.
Rumah ku kelak adalah rumah mu juga. Dan kamu mendapat kehormatan untuk memilih desainnya." Avi merona mendengar ucapan Arash yang sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari Avi.
"Iya kak." Kemudian mereka melangkahkan kaki kerumah besar itu.
"Assalamualaikum bunda... Arash pulang" Salam Arash dengan sedikit teriak.
"Waalaikumsalaam.." jawaban terdengar dari arah dapur. Wanita paruh baya tersebut mendekati mereka, Avi sangat kagum melihat sosok wanita itu. Ia mengenakan gamis dalam lengkap dengan hijab yang dibalutkan kelehernya. Dengan wajah tersenyum wanita ramah itu langsung mendekati Avi.
"Mmm.. jadi ini orangnya calon istri kamu. Cantik.." Kata bunda memegang lengan Avi sontak Avi merona dengan ucapan Bunda.
"Assalamualaikum bu.." sapa Avi sambil mencium punggung tangannya sopan.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..