
Tangan Denis mulai menjalar memeriksa area yang ia rasa pas untuk dimainkan. Avi tersengal sengal menimbulkan de.. sa.. han kecil yang semakin membangunkan super junior milik Denis.
"Saaa...yaang...."
"Hmmmm.."
Denis memainkan yupi yupi kenyal berwarna pink milik Avi dari balik pakaian tidurnya.
Pelan pelan Denis merebah tubuh wanita yang sangat ia cintai yang sekarang berstatus istrinya diatas tempat tidur.
Bermain main diatas tubuh sang istri. Ia menyatukan kembali kedua bibir mereka. Dengan gerakan cepat Denis membuka helai demi helai kain yang ada ditubuh istri.
"Sayang .. kata mam.."
Denis menutup kembali mulut yang mulai mengingatkan pesan pesan daei kedua orang tua mereka.
"Apa kita berhenti sampai disini?" Tanya Denis dengan memutarkan bola matanya melihat tubuh nya dan Avi yang kini seperti bayi.
Avi diam tak menjawab, wajahnya memerah malu saat melihat ia dan suami dalam keadaan seperti ini. Dalam hatinya ia juga menginginkan lebih, sama dengan Denis.
"Tapi..."
"Aku akan mengurusnya besok."
"Terserah padamu.." Avi menundukan wajahnya mendekap kedalam dada Denis.
"Aku sangat ingin sayang.... apa kamu terpaksa melakukannya?" Denis menatap mata Avi dalam dalam. Nafas nya masih tersengal sengal tak karuan.
"Aku mencintai mu suamiku. Lakukan apa yang telah menjadi hak mu. Itu kewajibanku." Avi bicara menatap lembut wajah suaminya.
"Sayangku..."
Denis memeluk tubuh polos itu dengan erat. Mereka mulai melakukan aksi debut pertamanya. Sepertinya super junior milik Denis bisa tersenyum puas malam ini.
__ADS_1
Temaram cahaya mendukung kegiatan panas dikamar pengantin baru tersebut. Denis tak meninggalkan setiap inci dari tubuh istrinya.
Merasakan hal yang disebut mereka sebagai surganya dunia. De..sa..han.. dan e..rangan.. dari Avi terdengar jelas dikamar itu.
"Sa...yaang... "
Denis menjalarkan kegiatan lidahnya hingga kebagian bawah Avi. Sementara tangannya masih merayap rayap diatas sana memainkan dua bukit kenyal yang berukuran sedang milik Avi.
Dia melancarkan serangan mendarat diarea sensitif itu. Tubuh Avi seperti tersengat listrik bergetar hebat merasakan nikmatnya lidah liar Denis dikebun nya yang belum pernah terjamah.
"U..da... aa..ku.."
Avi mendapatkan pelepasan pertamanya. Sesuatu terasa akan tumpah dibawah sana. Denis menatap Avi yang tengah merasakan kenikmatan yang tiada tara. Ia mengurai senyuman dan mengecup bibir wanitanya sekilas.
Denis melancarkan serangan super junior miliknya. Benda tumpul itu mulai bermain dipermukaan kebun istrinya.
Pelan pelan menekannya. Terdengar Avi meringis menahan rasa sakit dan perih.
"Aku akan pelan pelan sayang..."
"Buka lebih lebar lagi sayang.."
Denis menarik dan pelan pelan memasukan lagi super juniornya. Satu hentakan sudah meruntuhkan pagar pertama kebun Avi.
"Sayang... ini akan sedikit sakit.. bertahanlah"
Avi mengangguk mencengkram tangan Denis. Beberapa kali mengulangi kegiatan tersebut. Benteng pun jebol. Denis mengeluarkan pelan pelan super juniornya. Melihat Avi yang meneteskan airmata karena menahan rasa sakit dibawahnya.
Setelah seperkian detiknya Denis menancapkan kembali batang tumpul itu. Menyibak masuk lebih dalam lagi. Avi mengangkat kepalanya karena merasakan sesuatu yang besar tengah memasuki kebunnya.
Perlahan lahan Denis bergerak maju dan mundur. Terdengar e.. rangan nikmat dari mulut Avi. Ia mulai mempercepat iramanya. Avi kembali berteriak lembut menghempaskan nafasnya kasar. Karna rasa sakit tadi berubah menjadi kesatuan yang paling nikmat yang ia rasakan saat ini.
Ia terus memeluk kepala Denis yang masih memainkan ujung bukit kenyal itu dengan mulutnya.
__ADS_1
"Aakh... Uda... aa...aku.."
"Lepaskan sayang.. lepaskanlah.." Denis berbisik ditelinganya dan memainkan daun telinga Avi.
"Aaakh... akh .. akh.."
"Bersiaplah sayang..."
Denis mempercepat irama gerakan nya. Hingga ia juga merasakan sesuatu yang panas akan keluar dari bawahnya. Mereka mende..sah bersama saling memeluk merasakan surga dunia yang tiada tara.
"Hoaaahh..." Denis melakukan pelepasan pertamanya. Tanpa mencabut super juniornya yang telah berhasil debut dengan sukses. Ia merebahkan kepalanya diatas dada Avi. Nafas mereka yang sudah tak beraturan itu memenuhi ruang kamar pengantin baru ini.
"Sayaang.. aku mencintaimu.. istriku"
Avi masih memejamkan matanya. Perih dan nikmat itu yang ia rasakan saat ini. Denis melakukan dengan pelan dan lembut. Membuat wanita ini semakin mencintai lelaki yang telah menjadi suaminya.
Denis bangun menatap Avi yang masih dibawah kungkungan nya. Ia merasakan super juniornya masih bertahan dengan posisi meminta lagi.
Ia mulai bergerak maju dan mundur. Kali ini lebih cepat dari tadi. Avi kembali mengerang mencengkram lengan Denis yang mengeras mengeluarkan tenaganya. Mereka melakukan penyatuan itu lagi. Keduanya merasa puas. Dan mereka merebah kan tubuh diranjang. Tidur berpelukan dengan senyuman kepuasan.
.
.
.
Bersambung..
**************************************************
Terimakasih author ucapkan kepada para penikmat tulisan author. ini novel perdana author. terus berikan saran dan dukungan dengan memberi like dan favoritkan ya temaan... berikan vote juga jika teman teman berkenan.
jika ada kesalahan dalam penulisan Author mohon dimaafkan. karna Author juga manusia biasa, mak mak berdaster lagi . yang tak lepas dari salah dan khilaf.
__ADS_1
Koment yang banyak ya... Author semakin semangat dengan koment koment dari teman teman.
salam cintoooh...