Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Feeling...


__ADS_3

"Karna aku lelaki yang mudah tergoda. Kamu lihat sendiri gaya berpakaiannya? Sangat terbuka. Itu akan mengundang banyak syetan dirumah kita sayang. Mengertilah..." Denis berjalan keluar dapur masuk kekamarnya.


Memang benar apa yang dia katakan. Dulu ia sahabatku saat sekolah. Tapi...... Aku tak tau siapa dia sekarang.


Avi kembali keruang tamu membawa beberapa potong roti dan segelas susu hangat. Ia melihat Anin menyantap makanan yang ia bawa.


Uda benar, tak ada tanda kekerasan padanya. Biasanya pemerkosa bertindak kasar hingga wanita lemah baru ia melakukannya. Tapi... Anin terlihat baik baik saja.


"Kami akan mengantar mu pulang nin. Tidak baik dijam selarut ini wanita pulang sendirian." Avi tersenyum melihat sahabatnya.


"Tapi vi..." Anin sedikit cemas ketika Avi berniat mengantarnya pulang.


"Tak apa apa, Denis sendiri yang mau mengantar kamu. Jangan sungkan"


Avi berpura pura tak mengerti penolakan Anin. Ia semakin mempercayai ucapan suaminya. Feeling Denis memang tidak pernah salah. Ia selalu pandai menilai sesuatu dan kondisi.


"Sebentar... aku ganti pakaian." Avi masuk kekamarnya. Menganti pakaiannya hingga rapi.


"Sudah siap?" Denis yang dari tadi menunggunya dikamar menghampiri istrinya sedang berdiri didepan meja rias.


"Ya.. Uda maafkan aku." Ia memeluk suami nya dengan hangat. Deru nafas Denis memburu.


Bukankah ini hanya sebuah pelukan?


"Lebih cepat lebih baik... ayo.." Denis menarik tangan Avi keluar kamar.


"Ada apa?" Tanya Avi heran meliht tingkah Denis yang terburu buru.


"Aku sudah tak tahan..." jawabnya sambil berbisik.

__ADS_1


Apa dia merasa sangat lapar?


"Ayo Anin, kami antarkan kamu pulang." Denis membuka pintu apartemennya.


Sementara Avi merapikan kain yang membalut tubuh Anin. Ia.menggandeng sahabatnya keluar dari apartemen mereka.


Setelah mengantar Anin. Mereka mencari makanan dipinggir jalan. Dan memang terkenal enak. Apalagi kalau bukan pecel lele. Makanan yang bisa disantap semua kalangan.


"Sayang, setidaknya tadi aku bisa meminjamkan pakaian ku pada Anin. Aku jadi lupa..."


"Jangan..."


"Kenapa?"


"Maknanya kamu meminjamkan pakaian pad wanita lain , sama dengan meminjamkan suami mu.. jangan pernah lakukan itu!" Denis berhenti menyantap makanan didepannya menatap Avi.


"Kamu terlalu percaya hal seperti itu.." Avi terkekeh mendengar ucapan Denis.


"Baiklah... lain kali aku akan bertanya dulu pad suami ku ini. Yang terlihat modern tapi tetap menjunjung tinggi nilai agama dan adat."


"Istri ku sangat baik... cepat habiskan. Kita harus segera pulang" Denis kembali menyantap lele yng ada dipiringnya


"Ada apa lagi sayang? Apa ada pekerjaan mu yang belum selesai?" Tanya Avi penuh keheranan.


"Banyak sekali... " Denis tersenyum melihat Avi yang cemberut menatapnya.


"Kalau begitu pulang lah duluan. Aku akan naik taxi" ia menunduk kesal.


"Jangan marah... baiklah aku akan menunggumu mu sayang"

__ADS_1


Denis terkekeh melihat tingkah Avi. Sebenar nya ia yang tak sabar menyelesaikan pekerjaan dikamar mandi yng tertunda. Ditambah lagi dengan kedatangan Anin dn kisahnya. Pekerjaan nya telah tertunda sia sia.


.


.


"Apa kamu berhasil menemukan tempat tinggal mereka?" Seorang lelaki menghubungi seseorang diponselnya. Duduk santai diatas kursi kerjanya.


"Ya... aku mengintai dari tangga.." suara halus dan lembut menyahut diseberang sana.


"Kau pintar sekali sayang. Bisakah kita bertemu?" Senyuman seringai tampak dari bibir pria itu.


"Kemarilah, aku diapartemen ku.. sekalian kuberitahu alamat apartemen mereka" sebuah lampu hijau... ia sudah lama memimpikan moment ini.


Semoga saja kau mau kembali lagi padaku Anin. Aku masih mencintai mu.


.


.


.


Bersambung..


Maaf author ucapkan ya. Dua hari ga up. Karena anak ku sakit dan terus rewel.


Hari ini aku double up nya ya.


Selmat membaca. Jangan lupa like, koment and votenya.

__ADS_1


Salam cintooh...


__ADS_2