Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Kucing


__ADS_3

"Sekalian dengan baksonya buk inah ya.... "


Mereka serentak tertawa mengenang makanan favorit disaat SMA dulu.


Anin berjalan kedapur membuatkan minum untuk Avi.


Avi... maafkan aku. Aku sangat terpaksa berbuat ini padamu. Sahabat macam apa aku ini yang tega berkhianat pada nya. Aku benar benar minta maaf Vi.


Anin berjalan keruang tamu meletakan es teh manis favorit mereka. Dan beberapa biskuit.


"Minumlah... mmm... ini sangat segar..." Anin mengambil segelas se teh manis dan menyeruputnya.


Avi berjalan duduk didekat sahabatnya itu. Mengambil satu gelas yang tersisa. Avi menikmati dinginnya es teh manis yang menyegarkan.


"Aah... segar sekali. Manis... seperti kamu Anin" mereka tertawa lagi.


"Sebentar aku kekamar dulu. Lengket.. sekalian kebelet." Anin beranjak dari ruang tamu itu masuk kekamarnya.


"Jangan lama lama nin..." teriak Avi saat Anin sudah masuk kekamarnya.


Avi merebahkan kepalanya kesandaran sofa. Ia mengambil remote lalu menyalakan televisi. Sambil menunggu Anin datang. Lama lama matanya terpejam.


"Vi... aku sudah selesai. Apa mau makan mie rebus pedas?" Anin langsung berjalan kearah dapur hendak memasak mie.


Sekilas ia melihat televisi menyala. Tapi Avi tak manyahuti panggilannya. Anin berjalan kearah Avi tadi duduk.


"Vi... Avi. Apa kamu tertidur?" Anin menggoyang goyangkan lengan Avi. Tapi oa tak memberikan respon.


Anin duduk menatap sahabatnya sejenak. Mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang. Ia menutup kembali ponselnya.


Air mata penyesalan nya menetes diwajah cantik itu. Ia bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Denis saat tau sahabat istrinya mengkhianati mereka.

__ADS_1


Ting tong


Anin berjalan kedepan membuka pintu apartemen nya. Seorang pria tampan berdiri disana dengan senyuman kemenangan.


"Apakah harus seperti ini?" Anin mengeluarkan suara saat pria itu langsung masuk dan menatap Avi yang tengah tertidur.


"Aku tak punya jalan lain nin. Dan aku bosan berlama lama mengulur waktu." Jawab pria itu. Yang sekarang sedang membelai lembut kepala Avi yang terbalut hijab.


Tak lama kemudian Tara datang keapartemen Anin. Ia langsung masuk karena sudah memliki kode kuncinya.


"Kita akan sangat dibencinya bro..."


Ucap Tara pada pria yang sedang duduk menatap hangat didepan Avi.


"Aku akan membawanya sangat jauh, lama lama ia akan terbiasa dan menerima ku. Kalian tenang saja. Aku akan mengembalikan kepercayaannya pada kalian." Ucap pria itu meyakini Anin dan Tara.


"Sebesar inikah cintamu padanya Arash? Kamu bahkan menculik dari suaminya." Arash menatap tajam Tara.


"Apa bedanya dengan mu yang sudah berumah tangga tapi tetap mengejar kekasihmu."


"Sahabat macam apa aku kak? Aku sangat buruk..." Anin menangis dipelukan Tara.


"Kita tak bisa berbuat apa apa sayang, aku tak lagi mengenal Arash. Ia tak bisa menerima kenyataan jika Avi bukan miliknya" Tara menatap nanar kepergian kedua temannya.


"Kita mengorbankan kebahagian Avi untuk menyelamatkan kehidupan kita berdua kak. Kita sangat egois." Anin sangat menyesali perbuatan nya terlambat untuk diperbaiki.


"Bertahanlah... sayang. Harus ada pengorbanan untuk mencapai kebahagiaan." Tara mengecup pucuk kepala Anin. Dan menutup kembali pintunya.


Mereka berusaha terlihat tidak terjadi apa apa. Apalagi nanti Denis pasti bertanya pada Anin. Anin harus bisa menyiapkan jawaban untuk diberikan pada Denis.


"Astaga ponsel Avi masih dimobilku kak..." Anin buru buru keluar menuju parkiran mobil. Diikuti oleh Tara.

__ADS_1


Mereka mencari dimana ponsel Avi terjatuh saat ia hampir menabrak kucing tadi. Kucing? Itu hanya akal akalan Anin agar Avi tak bisa memberi kabar pada Denis.


"Apakah ini?" Tara menemukan ponselnya. Mereka membawa masuk keapartemen Anin.


My husband


Sayang... apa kamu sudah memasak? Aku sangat lapar.


Sebuah pesan dari Denis diponsel Avi.


Anin dan Tara saling menatap. Apakah mereka mematikan ponsel tersebut atau...


Avi


Aku tidak dirumah Uda.


.


.


.


Bersambung


Bagaimana sikap Denis jika tau Avi dibawa kabur oleh Arash ya?


kita bikin rencana Arash digagalkan atau berhasil der..?


hmmm... aku sih yess...


masih mau lanjut ga nih...? lanjut deh wkwkwkkw

__ADS_1


jangan lupa like and koment nya ya. jangan dibaca ajah.. Author syedih tau..


salam cintoooh...


__ADS_2