Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Kesempatan


__ADS_3

Beberapa hari mereka tinggal dipulau itu. Menikmati masa bulan madu sebagai pengantin baru. Kini saat nya pulang beraktivitas seperti biasa.


Juga menyelesaikan masalah yang tertinggal. Bisa saja itu akan menjadi boomerang dalam kehidupan mereka mendatang.


Mereka telah meninggalkan pulau tempat mereka sama sama mengakhiri masa lajang nya.


"Sayang... apa sebaiknya kita honey moon ke luar negri?" Denis melihat Avi yang duduk disampingnya.


"Jangan.. untuk apa lagi. Honey moon kita sudah selesai. Jadi tidak usah sayang..." Tolak Avi lembut pada suaminya yang sejak tadi terus menatapnya.


"Tapi aku ingin merasakan dinegri sana sayang.." ucap Denis berbisik.


"Tapi rasanya juga sama... tak mungkin beda" Balas Avi sambil berbisik juga.


"Suasananya menjadikan rasanya berbeda sayang..." Denis terus membujuk Avi.


"Uda... hentikan.. jangan bicara seperti itu lagi." Avi memandang kedepan tanpa menoleh Denis.


"Aku hanya bertanya istriku..." Denis mulai memalingkan pandangannya kealain arah.


"Untuk sekarang cukup sayang... kita cari waktu yang tepat nanti." Jawab Avi mengelus lembut jemari Denis.


Denis membalikkan wajahnya menatap Avi dan mendarat kan sebuah kecupan dibibir istrinya.


"Terimakasih... " Denis mengurai senyuman pada Avi.


"Aku sekarang terpikir tentang Arash. Bagaimana jika tiba tiba ia menemui kita?" Denis melihat wajah istrinya yang nampak cemas.


"Jangan cemaskan itu. Kita akan menghadapi nya bersama sama sayang. Ku tak usah pikirkan itu." Denis berusaha menenangkan istrinya.


"Dia sudah merasa dipermainkan bukan? Aku memberinya waktu 24 jam sementara kita melangsungkan pernikahan tepat setelah kesepakatan itu. Semoga aja Arash tak menjadi berbahaya bagi kita"


Denis terdiam mendengar penjelasan Avi. Memang benar. Bahkan ia pun ikut campur dalam kesepakatan itu. Dalam hatinya mulai ada rasa cemas.

__ADS_1


Cemas akan kenekatan Arash nanti. Kenapa ia tak berpikir jauh sampai kesana. Bisa saja ia memberikan waktu 24 jam itu terlebih dahulu sebelum memutuskan melangsungkan pernikahan dengan Avi.


Tapi ia juga tak ingin jika Arash mengambil kesempatan diwaktu 24 itu yang berisiko membuat ia benar benar bisa kehilangan Avi.


"Percayakan semua pada ku. Aku akan menemui nya sebelum ia bertemu dengan mu" Denis memeluk Avi dari samping untuk mengurangi kegelisahan hati istrinya.


.


.


"Dimana mereka?"


"Disebuah pulau bos"


"Apa yang mereka lakukan berdua disana"


"Menurut informasi mereka sedang berbulan madu bos"


"Apa maksudmu?"


"Kurang ajar, mereka mempermainkan ku."


Arash tampak murka. Ia membanting ponsel yang digunakan untuk bicara dengan orang suruhan nya tadi.


"Kurang ajar kau Denis, berani sekali kau menyentuh milik ku. Tunggu saja kehancuran mu... sia...lan..."


Arash sangat geram mengetahui fakta, mereka tengah bersenang senang ketika ia menemui Avi dirumah untuk waktu 24 jam.


"Aku akan tetap menjadi Arash mu yang baik Avi.... Tapi Kau harus rasakan sakit hati ku selama bertahun tahun ini. Kau menghancurkan hidup ku wanita siaa..lan.."


Arash menjadi marah dia memporak porandakan isi kamarnya. Jika saja Denis berada disana dia pasti akan langsung melenyapkan lelaki itu.


.

__ADS_1


.


.


"Hallo.. " wanita itu mengangkat sambungan teleponnya.


"Kau masih ingat aku?" Suara itu sangat terdengar asing bagi nya.


"Siapa kamu? Maaf aku lupa" ia mencoba mengingat siapa pemilik suara ini.


"Cukup basa basinya Anin. Kutau kau sedang kesusahan sekarang. Perusahaan ayah mu akan bangkrut tanpa adanya pertolongan."


"Apa maksud mu? Siapa ini?" Wanita yang disapa Anin ini yang tak lain adalah sahabat semasa Avi SMA.


"Aku teman lama mu. Datanglah.. agar perusahaan ayah mu segera membaik" samar samar Anin mulai mengingat suara itu.


Sambungan telepon itu terputus. Anin terpikir tentang sipenelpon misterius tadi.


Apakah itu Roy? Kenapa ia tau tentang ku? Kami sudah ta berhubungan lagi beberapa lama.


Anin adalah sahabat Avi yang telah berubah menjadi wanita cantik dengan tubuh proposional. Ia lebih suka memakai pakaian seksi. Seimbang dengan wajah nya yang cantik.


Perusahaan ayah nya tengah dilanda kesulitan. Selama ini ia selalu bekerja sama dengan perusahaan Denis yang juga menjadi tempat Avi bekerja. Hubungan kerja sama mereka putus ditengah karena karyawan pihak perusahaan Anin melakukan kecurangan dan ia terpaksa mengganti secara profesional tanpa membuat hubungan pertemanan nya dengan Avi dan Denis kandas.


Setelah itu banyak perusahaan yang menarik hubungan kerja sama dengan nya. Makanya sekarang tibalah tahap akhir dalam kebangkrutan perusahaan Anin yang sukar untuk diselamatkan. Karna tak ada yang mau membantu.


Dengan datangnya penelpon misterius tadi. Anin sepertinya takan menyia nyiakan kesempatan itu.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2