Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Akhir kisah Arash (TAMAT)


__ADS_3

Ia memperhatikan setiap sudut ruangan rumah sakit sesekali melihat tempat Denis berjalan tadi. Ia merasa melihat seseorang yang mereka kenal.


"Ma.. bukankah itu bunda Arini?" Avi menunjuk kearah yang ia maksud.


"Hmmm.. benar. Itu Arini. Sedang apa dia disini?" Tanya mama sambil berdiri berniat untuk menghampiri Arini.


Avi juga mengikuti mama dari belakang. Ia melihat wanita paruh baya itu sedang menangis. Beberapa kali melihat keruangan yang tertutup didepannya.


"Rin...?" Mama Lena menyapa Bunda Arini.


"Lena..." bunda Arini langsung memeluk ama Lena.


"Ada apa Rin? Kenapa kamu menangis?" Mama Lena memeluk bunda Arini dengan membelai lembut punggung sahabatnya.


Sementara Avi berjalan melihat kedalam ruangan yang sering ditunjuk bunda Arini.


Ia melihat beberapa orang dokter sedang sibuk mengurus seorang pasien. Pasien itu terlihat sedang sekarat. Ia tak bisa melihat siapa didalamnya.


"Siapa disana bund?" Avi membuka suaranya.


"Arash sayang... ia sedang sekarat. Ia ingin bertemu dengan mu"


Mendengar penjelasan Bunda Arini, Avi segera membuka pintu dan masuk kedalam menerobos beberapa dokter.


Bunda yang melihat langsung masuk mengikuti Avi.


"Kak Arash..." Avi mendekati tempat tidur Arash.


Tiba tiba Arash terlihat tenang, jantungnya kembali normal. Para dokter memberikan waktu untuk mereka dengan tetap berada didalam ruangan.


"A...aa...vvii.." suara Arash terputus putus memanggil Avi yang telah berada didepannya.


"Kak..." Avi mencoba menggenggam tangan Arash. Tapi ia ulur mengingat kejadian yang menimpanya tempo hari.


Denis yang sudah kembali menebus obat Avi. Mencari kesana kemari Avi dan Mama Lena. Ia akhirnya bertanya pada seorang perawat yang keluar dari ruangan Arash.


Dengan mengatakan ciri cirinya. Perawat itu mengenal Avi dan Mama Lena. Denis melihat kedalam ruangan yang ditunjuk perawat tadi.


Ia melihat beberapa dokter, bunda Arash dan Mama Lena yang sedang berdiri dibelakang Avi. Ia ingin melihat siapa yang sedang nereka temui diruangan inap ini.

__ADS_1


Arash? Dia....


Denis berdiri disamping Avi. Dan istrinya menyadari itu. Arash menatap kearah Denis. Ia menggerakan tangannya. Paham dengan maksud Arash. Denis mengambil tangan Avi dan meletakan diatas tangan Arash.


Avi menatap Denis tak percaya dengan tingkah Denis. Denis mengangguk tanda memberika izin ia menyentuh pria lain.


Bunda Arini yang melihat kejadian itu meneteskan kembali air matanya. Mempersiapkan hatinya untuk menerima kenyataan saat Arash meninggalkannya.


Ayah Arash yang baru datang terkejut melihat Avi dan Denis berada diruangan itu. Ia menyaksikan kejadian itu dengan mendekat kearah bunda Arini.


"M..mm.. ma..af..kan ..aa..ku" Arash mengucapkan maaf dengan nafas yang terbata bata.


Avi meneteskan air mata tak percaya dengan apa yang ia lihat. Arash yang kokoh kini sudah rapuh dan hancur ,meminta maaf padanya.


"Vi..." Arash kembali memanggil nama wanita tersayangnya.


"Ya.. aku memaafkan mu kak Arash..." Avi mencoba mengeratkan genggaman tangan Arash.


Senyuman nampak terukir dibibir Arash. Ia mengangguk pelan menatap kearah Denis. Melihat ayah dan Bundanya. Kemudian menghembuskan nafas terakhir menghadapi sakitnya sakaratul maut dihadapan mereka semua. Ayah membisikan dua kalimat syahadat ditelinga Arash. Terdengar ia mengikutinya. Dan Arash pergi untuk selama lamanya.


Mata nya terdiam dengan mulut yang ternganga. Genggaman tangan nya pada Avi terlepas. Tubuh gagah itu kini terbaring kaku.


Bunda Arini histeris hingga pingsan. Beberapa perawat membawa keluar bunda Arini dan memeriksanya.


Avi melepaskan tangisan nya dipelukan Denis yang juga meneteskan airmata. Tubuh Arash kini tertutup kain putih.


Mereka takan melihat Arash yang selalu tersenyum padanya. Meninggalkan begitu banyak cerita. Dan kenangan manis.


Denis membawa Avi berjalan dari ruangan Arash. Duduk disebelah pintunya. Avi benar benar melepaskan semua tangisannya. Ia tak menyangka Arash akan berakhir dengan jalan seperti ini.


Mereka tetap menjalani hidup kedepannya. Mencari kebahagiaan dan menghadapi apa ujian yang Tuhan berikan. Menjadikan pelajaran tentang masa lalu untuk masa depan mereka.


Avi sepenuhnya menjalankan hari harinya sebagai seorang istri dan kelak menjadi seorang ibu.


Disinilah akhir perjalanan kisah mereka. Arash menemukan kehidupan sejatinya. Dan Avi berharap bisa menjalankan kehidupannya bersama Denis dengan bahagia.


.


.

__ADS_1


.


T A M A T


.


.


Terima kasih Author ucapkan kepada pembaca setia WANITA TERSAYANG. Terima kasih juga untuk like dan koment kalian. Tetap favoritkan novel ini ya.


Semoga novel ini memberikan hiburan untuk pembaca semua.


Tetap satukan hati dan pikiran. Lakukanlah sesuatu saat keduanya sejalan. Dan jangan lupa.. cinta dan obsesi itu sangat berbeda. Belajarlah ikhlas dalam menghadapi semua kenyataan hidup.


Author doakan semoga para pembaca WANITA TERSAYANG mendapatkan kisah manis dalam kisah percintaannya.


Sayangi pasanganmu.. saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing masing.


Author mencintai kalian semua..


Sampai jumpa dicerita selanjutnya.


Salam cintoooh... secintooo cintoonya...


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


PROMOSI novel ongoing


Ikuti jejak perjalanan Marcho dan Loli dan novel. PACARKU BUKAN MANUSIA, selalu disisimu. Kisah antara manusia biasa yang teramat mencintai suaminya yang ternyata keturunan Srigala.


Jangan lupa selipkan like, koment, favorit dan vote ya.


Salam cintooh...


Terimakasih.


Bukittinggi


Rabu, 13 oktober 2021

__ADS_1


Calisa Ardi


__ADS_2