Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Keberanian Arash


__ADS_3

Disekolah


"Katanya mau bicara? Kenapa malah diam lihatin aku?" Tanya Arash membuyarkan lamunan Avi. Dia memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.


Dia meletakkan gelas pop ice kesampingnya dan mengajak Arash ketaman sekolah. Tepat dibawah pohon rindang yang menjadi tempat favorit mereka setelah jadian. Mungkin Dia ingin mengingat awal mereka menjalin kasih disini.


"Kamu kenapa vi?"


"Ada seseorang yang mau melamar aku kak." Ia tertunduk sejenak.


"Dan dia langsung meminta ku ke mama."


Arash langsung syok mendengarnya. Pikiran buruk langsung melintas diotaknya. Dia tidak ingin kehilangan Avi kekasih hatinya yang dicintainya sejak pertama kali melihat Avi.


Avi lalu menatap Arash yang sedikit gusar. Dan balik menatap Avi.


"Apa kamu mau menerimanya?" Tanya Arash sontak menjatuhkan bulir bulir bening yang sempat ditahannya karna pertanyaan Arash.


"Apakah kamu rela kak?" Arash kembali menatap Avi yang sedari tadi menangis. Kemudian menyapu air mata itu dengan jarinya.


"Nanti aku akan bertemu dengan mama mu. Jangan cemas.. semua akan baik baik saja.


Vi, kamu percaya kan ketulusan dan keseriusanku?" Avi mengangguk. Kemudian kembali menatap Arash. Dia menyandarkan kepalanya dibahu Arash.


"Avi percaya sama kak Arash" Arash bahagia mendengar kekasihnya. Karna mang Arash tak main main dengan ketulusannya mencintai Avi. Dan dia ingin hubungan itu bertahan lama... sangat lama.


Aku akan memperjuangkan hubungan kita sayang, tenang saja semua akan membaik. Aku yang selalu menjagamu tak menyentuhmu sedikitpun. Karna akan kurasa setelah sah kau menjadi istriku.. Avi aku sangat menyayangi mu. Maaf aku egois.. aku tak bisa melepaskan mu untuk pria lainnya. kita akan berjuang bersama sama. Batin Arash


"Hei... ngapain kalian disini? udah masuk kelas lagi tu!" Anin yang sedari tadi mencari Avi menemukan mereka dibawah pohon ditaman sekolahnya.


"Ada apa kak? kenapa Avi nangis? kak Arash selingkuh ya? hemmm... sini hadapin Anin. Kita selesaikan secara jantan!" Gertak Anin sontak membuat Avi dan Arash tertawa sambil mengejar temannya itu.


"Hei jangan lari.. sini! katanya mau secara jantan? ahahahhahah...." teriak Arash mengejar Anin sambil menggandeng tangan Avi.


Mereka tertawa sampai didepan kelas Avi.


" Tunggu aku ya.. semua akan membaik kok.. jangan cemas" Arash berlalu kekelasnya setelah memastikan kekasihnya agar tak terpikir tentang masalah tadi.

__ADS_1


.


.


"Kenapa sih?" selidik Anin.


"Ga ada..." jawab Avi asal


"Kenapa nangis? kamu...." Anin melihat kearah perut Avi dan menutup mulutnya.


"Apaan sih? mana mungkin? memang eyke cewek murahan bok?" Jawab Avi menirukan suara banci lekong rempong.


" Ga mau cerita nih?" Anin ngambek


"Aku dilamar orang, dan itu bukan Kak Arash."


"APAA???" Anin membolakan matanya dan menutup kembali mulutnya karna guru yang dari tadi mencatat dipapan tulis menatap tajam kearahnya.


Avi yang melihat tertawa geli karna perubahan raut wajah temannya itu.


.


.


Dirumah


"Assalamualaikum..." Avi dan Arash


"Waalaikumsalaam... udah pulang Vi. Ayo masuk sekalian ajak temannya. " Kak Ica kekamar memanggil mama. Karna Aking sedang rewel.


Tak lama mama keluar dari kamar dan mendekati mereka, Arash berdiri dan menghampiri mama Lena.


"Saya Arash buk.." ucapnya sambil mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


"Oh.. Arash.. silahkan duduk" Mama tersenyum dan menyuruh Avi membuatkan minum untuk Arash. Bergegas Avi kedapur tak lama kemudia ia datang dengan dua cangkir teh panas.


"Silahkan kak..." dia meletakan teh sambil melirik Arash.

__ADS_1


"Makasi vi.." Arash kembali melihat mama.


"Sudah berapa lama kalian dekat?" tanya mama to the point.


"Lumayan buk hampir setahun. Tepatnya awal Avi masuk disekolah." Walaupun ia gugup tapi ia harus terlihat tegar didepan kekasihnya itu.


"Kalian tentu kan tidak melewati batas? Dan mama sangat bersyukur akan itu" Avi yang duduk disebelah Arash memaksakan senyumnya dan melihat ke arah mama.


"Ma... Avi ga pernah melakukan hal yang mama takutkan bersama kak Arash." jelas Avi dan sontak membuat mama tersenyum lega.


"Iya buk. Saya sangat menghargai wanita, karna mama dan adik saya juga wanita. Jika saya tidak bisa menjaga Avi sama saja saya membiarkan orang lain semena mena dengan mama dan adik saya."


Panjang lebar Arash menjelaskan kepada mama Lena. Dan disahut dengan senyuman lega mama Lena. Seketika gugup dihatinya ikut hilang.


"Sebenarnya saya kesini, ingin ibuk tau, jika saya sangat serius menjalin hubungan dengan avi. Saya akan mempertahankan sampai kejenjang pernikahan. Tentu saja setelah Avi siap. Saya mau ibuk merestui hubungan kami."


Arash kembali menyambung ucapannya.


"Apalagi yang bisa mama katakan? silahkan, mama merestui kalian. Tapi ingat, jangan pernah melewati batas, karna kalian masih sangat muda." Arash dan Avi lega dan mengambil nafas. Mama Lena yang melihat pun ikut mengambil nafas dan membuangnya pelan.


Terimakasih Tuhan.. Nikmat manalagi ini.. Aku akan berjuang dan berjanji akan mewujudkan semua..Batin Arash


"Silahkan diminum..." Arash meneguk teh yang telah sesikit dingin karna terlalu lama menunggu.


Ternyata ia anak muda yang bertanggungjawab. Walaupun masih memakai seragam sekolah ia telah menampakan ketulusannya pada Avi.


Apapun yang terbaik.. kabulkan kehendak mereka ya Allah... Batin mama Lena


Kemudian mereka mengobrol santai. Karna Ica dan Vita juga ikut duduk karna Avi ingin memperkenalkan kekasihnya.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2