
"Mau ngintip ya?"
"Itu pintunya buka tutup sendiri. Aku hanya mau menutup nya." Avi menatap tajam Denis.
"Atau ... kamu mau ikut mandi juga?" Denis menaik turunkan alisnya. Berharap Avi memberikan jawaban yang menguntungkan baginya.
"Nanti saja" Avi berjalan kembali kemeja riasnya. Membuka satu persatu bunga yang ditempel dihijabnya.
Ia juga bersiap siap akan mandi. Denis keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit dipinggangnya.
Avi membulatkan matanya melihat Denis. Pelan pelan ia tersenyum hingga tertawa.
"Ada apa sayang? Apa ada yang salah denganku?" Tanya Denis memperhatikan Avi yang menertawainya.
"Kamu seperti sedang memakai rok mini berwarna pink.... ahahahha" ternyata Denis memakai handuk yang agak berukuran kecil.
"Aku lupa membawa handuk tadi, yang ada dikamar mandi hanya ini. Jadi...." Denis tertawa juga melihat penampilannya keluar kamar mandi.
"Sangat seksi... cucok lagi.. ahahahah" Avi kembali tertawa. Ia bahkan memegang perutnya karna saking lucu melihat suami.
"Seksi...?"
"Ya... seksi..." ia seperti tak bisa berhenti dari tawanya.
Denis berjalan mendekati Avi. Rupanya ia mengurungkan niat untuk memakai pakaiannya.
"Apa menurut mu seperti ini seksi?" Denis berdiri tepat didepan Avi yang masih duduk.
"Stop... jangan bergerak sayang. Bisa bisa handuk mini pink mu ini lepas." Avi berdiri dan buru buru pindah ketepi ranjang.
Denis menyeringai senang. Ia melihat Avi mulai gugup. Tawanya pun tiba tiba berhenti, berganti dengan wajahnya yang memerah.
"A.. aku mau mandi..."
Perjalanan Avi menuju kamar mandi tiba tiba berhenti karena ada sikomo lewat. Denis menarik tangannya. Plup... ia jatuh tepat diatas tubuh Denis yang terbaring ditepi ranjang. Rambut panjang Avi tergerai hingga kewajsh Denis.Ia menyelipkan rambut indah itu ketepi telinga sang istri.
__ADS_1
Pandangan mereka bertemu. Denis mulai mendekatkan bibirnya pada Avi.
"Aku mandi dulu sayang..." tiba tiba Avi bergerak cepat mundur dan berlari kearah kamar mandi.
"Sebentar saja sayaang..." Denis mengeluh diatas ranjang.
"Ingat pesan mama...ahhahha" ia menghilang masuk kedalam kamar mandi.
"Dasar istri cantikku." Denis menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah istri.
"Apa iya mereka bisa tau tentang itu? Peraturan macam apa itu. Ah.. menyebalkan. Aku masih harus menahannya hingga acara itu selesai."
Denis berdiri mengambil pakaian yang telah disediakan Avi diatas ranjang. Ia mengenakan pakaiannya satu persatu. Dan berhenti saat menaikan celana.
"Sabarlah super junior ku. Belum waktunya kau debut malam ini. Waktu mu masih diatur oleh mereka. Kasihan kamu super junior..."
Denis berbicara dan mengelus ngelus sendiri kepunyaannya. Dan tertawa geli sendiri.
Sementara Avi didalam kamar mandi menetralisirkan irama jantungnya yang dari tadi bertalu talu. Ia bersiap siap keluar dari kamar mandi.
Aduh jantung.. kembali lah normal. Astaga.. aku juga lupa membawa baju. Apa aku harus keluar kamar mandi mengenai ini?"
Avi berbicara dengan dirinya sendiri sambil melihat handuk yang terlilit di tubuhnya. Melihat tingkah Denis tadi sungguh diluar dugaannya. Denis mampu menahan itu semua sampai mereka akhirnya sah sebagai suami istri.
Pelan pelan pintu kamar mandi terbuka. Denis yang menyadarinya bergegas berbaring diatas tempat tidur dengan posisi pura pura tertidur.
Pelan pelan Avi keluar dengan mengendap ngendap kearah lemari pakaian. Ia mengintip Denis diatas tempat tidur yang tampak sudah tertidur pulas. Pelan pelan ia buka lemari pakaian.
"Aah... syukurlah, suami ku sudah tidur. Mungkin dia kelelahan. Jadi ga harus seperti maling dikamar sendiri. Wkwkkw"
Avi tertawa cekikikan dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan agar Denis tak mendengar. Ia buru buru memakai dalaman dan baju tidur. Saat hendak menutup lemari pakaian.
"Uda... kam...."
Belum selesai Avi bicara, Denis sudah menutup mulutnya dengan bibirnya. Bola mata Avi membola. Karna suguhan kali ini begitu hangat dari ia minta diatas kapal.
__ADS_1
Denis menuntunnya ketepi tempat tidur. Sebuah hidangan penutup ia dapatkan begitu panas. Sesuatu liar ia rasakan didalam mulutnya. Tanpa segan dan munafik. Ia pun membalas pautan suami yang tiba tiba menyerangnya. .
Suasana dingin dikamar itu menjadi amat gerah dan panaaasssss. Denis melepaskan pautannya.
"Aku mencintaimu..."
Ia kembali menyatukan kedua bibir itu. Kali ini bertindak lebih liar. Lebih manis. Kegiatan ini bisa saja menaikan hasrat mereka. Jantung kedua nya berdebar debar kencang. Seperti ada yang memukul genderang disana, barangkali mereka sedang live konser.
Tangan Denis mulai menjalar memeriksa area yang ia rasa pas untuk dimainkan. Avi tersengal sengal menimbulkan de.. sa.. han kecil yang semakin membangunkan super junior milik Denis.
"Saaa...yaang...."
"Hmmmm.."
Denis memainkan yupi yupi kenyal berwarna pink milik Avi dari balik pakaian tidurnya.
Pelan pelan Denis merebah tubuh wanita yang sangat ia cintai yang sekarang berstatus istrinya diatas tempat tidur.
.
.
.
Bersambung...
**************************************************
Terimakasih author ucapkan kepada para penikmat tulisan author. ini novel perdana author. terus berikan saran dan dukungan dengan memberi like dan favoritkan ya temaan... berikan vote juga jika teman teman berkenan.
jika ada kesalahan dalam penulisan Author mohon dimaafkan. karna Author juga manusia biasa, mak mak berdaster lagi . yang tak lepas dari salah dan khilaf.
Koment yang banyak ya... Author semakin semangat dengan koment koment dari teman teman.
salam cintoooh...
__ADS_1