Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
24 jam yang hilang


__ADS_3

"Sayang pukul berapa ini? Mereka akan pulang" Denis yang sedang memeluk Avi berbicara dalam keadaan mata yang tertutup.


"Hmmm... " Avi menyahut dengan malas karna mereka masih dalam posisi tidur.


Teka beberapa lama suasana kembali hening. Avi yang menyadari mereka sudah tertidur lama pelan pelan membuka matanya.


"Ya ampun... ini sudah gelap Uda.." ia terkejut saat melihat suasana dikamar menjadi gelap.


"Apa aku tidur selama itu?" Ia bergumam sendiri. Mencoba bangun dari tidurnya.


"Tetaplah disini sayang... aku masih merindukanmu." Denis tak mau melepaskan pelukannya pada tubuh Avi.


Avi mengambil ponselnya diatas nakas. Melihat beberapa notifikasi yang sudah memenuhi layar ponselnya.


"Pukul berapa sekarang istriku?"


"Sudah malm, bahkan kita melewati 3 shalat." Jawab Avi masih mengotak atik ponsel nya.


"Benarkah? Astaga... kita benar benar ketiduran karena kelelahan." Denis membuka matanya duduk melihat disekeliling.


Ia berjalan menyalakan lampu kamar mereka. Menutup gorden jendela yang lebar menghadap laut. Masuk kekamar mandi sebentar lalu keluar lagi. Dan berbaring disebelah Avi yang masih diatas ranjang.


"Ada apa?" Tanya nya menatap Avi penuh isyarat.


"Mama mengirim pesan. Ternyata mereka sudah pulang sejak tadi sayang. Kita bahkan tak mengantar mereka..." Avi merasa bersalah pada kedua orang tua mereka.


Denis mengambil ponselnya menelpon orang tuanya sebentar. Lalu menelpon mama Lena juga.


"Mereka sudah sampai dirumah kok, tenanglah. Kita masih bisa pulang." Denis membujuk Avi dengan mengambil ponsel Istrinya dan meletakan nya diatas nakas.


"Untuk sekarang kita lebih baik bersenang senang saja sayaang..." Denis mulai mendekati Avi mengecup bibirnya berkali kali.


"Aku mau ke toilet...." Avi mencoba menghindari serangan Denis.


Tapi kalah cepat dengan tangan Denis yang sudah lebih dulu menariknya. Kini Avi hanya bisa pasrah berada dibawah kungkungan suaminya.


Denis mulai menyatukan kedua bibir mereka lagi. Menjelajahi sesuatu didalamnya dengan liar dan hangat.

__ADS_1


Nafas keduanya mulai sesak. Avi mulai membalas perlakuan Denis padanya. Tangan sang suami mulai menjelajahi tubuhnya. De..sa..han memenuhi ruangan itu...


"Sayaang...."


"Hmmmm" Denis masih asik bermain diujung bukit kenyal milik Avi.


"Aku mau ketoilet..." Denis menghentikan permainannya menatap Avi. Menampakan kekecewaan diwajah tampannya.


"Jangan lama lama..." ia menggeser posisinya kesamping Avi.


"Bersabarlah...." Avi terkekeh melihat pandangan kecewa dari wajah Denis.


Buru buru Avi turun dari tempat tidur. Rasa perihnya sudah tak terasa lagi. Sehingga ia bisa berjalan seperti biasa. Ia masuk kedalam kamar mandi. Memegang jantungnya yang sejak tadi berdetak kencang tak karuan..


Bayangan perlakuan Denis yang lembut dan hangat padanya makin membuat bulu roma nya berdiri. Wajahnya memerah seketika.


"Astaga.. hari ini... pasti Arash tadi pagi kerumah mama... ya ampun aku sampai lupa."


Buru buru ia keluar kamar mandi menghampiri Denis yang masih berbaring ditempat tidur.


"Ada disana... " Denis menunjuk dengan santai bajunya diatas kursi kayu.


"Kenapa melepasnya?" Avi mengolok olok Denis sambil tertawa kecil.


"Sayang... come on... jgan bertanya seperti itu" Denis memerah membuang pandangan dari istrinya.


"Sayang .. aku lupa..." uca Avi yang masih berdiri didepannya.


"Ada apa?" Tanya Denis turun dari tempat tidur dengan celana boxernya mendekati Avi.


"Kemaren aku menyuruh Arash menjemput. Tepatnya hari ini. Waktu 24 itu."


"Sekarang tak berguna lagi kesempatan itu. Karna kita telah menikah. Jadi tak mungkin kamu memberi kesempatan pada lelaki lain sedangkan kamu sudah bersuami. Benar begitu?" Jelas Denis sambil mengecup pundak jenjang Avi dan memeluk istrinya dari belakang.


"Benar... semoga saja ia tak dendam kepada kita.."


"Lupakan saja... aku.. sangat menginginkan mu sayang .." Denis memutar tubuh Avi sehingga menghadap padanya.

__ADS_1


Mereka menyatukan lagi kedua bibirnya. Saling membalas dengan lembut kegiatan itu. Suasana kamar mulai terasa gerah. Gerakan tangan mereka menjalar kemana mana.


Kruk kruk kruk. .


"Apa itu....?"


"Sayang aku lapar... kita melewati makan siangku." Avi melingkarkan tangannya kepundak Denis.


Seketika super junior Denis menjadi lemah. Ia terkekeh mendengar istrinya.


"Baiklah.. sebaiknya kita makan dulu. Jika tidak kamu bisa pingsan dengan serangan ku nanti."


"Kenapa...?"


"Karna istriku yang cantik ini sangat lapar. Tenaga nya akan habis melayani suami nya yang perkasa ini..." Denis mencubit pelan hidung istrinya. Mengurai tawa bersama.


Mereka bersiap siap keluar kamar untuk mengisi perut mereka yang lapar. Mengembalikan tenaga untuk kerja keras yang masih belum kelar.


.


.


.


Bersambung.


««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««


Terima kasih Author ucapkan kepada para pembaca, karena sudah menikmati Wanita Tersayang sampai diepisode ini.


Kita akan memasuki daerah konflik ya. Mungkin akan ada sedikit ketegangan , Jangan lupa rompi anti pelurunya. dan bulu mata anti badai. wkwkwkw


Jangan lupa like dan favoritnya. Serta koment yang menarik untuk menambah semangat author lagi.


Author menerima segala jenis kritik dan saran. Agar cerita ini menjadi lebih baik lagi.


Salam cintoooh...

__ADS_1


__ADS_2