
"Silahkan dipanggil istrinya.."
Ica dan Vita membawa Avi keluar dari kamar. Semua mata tertuju padanya. Ia kemudian duduk disamping Denis. Tetap menunduk. Karena jantungnya sejak tadi tak berhenti bertalu talu.
"Selamat kepada kedua mempelai.
Silahkan tanda tangan disini.."
Penghulu menyodorkan dua lembar kertas kepada Avi dan Denis.
"Kami akan mengirimkan buku nikah tuan dan nyonya Denis nanti." Ujar penghulu memasukan kembali bahan bahan nya.
Pernikahan berlangsung sangat lancar. Mereka menyantap makanan yang telah disediakan.
Wajah Denis tak henti hentinya tersenyum. Senyuman itu seperti tak mau pergi dari bibirnya. Begitu juga Avi. Wajah nya selalu tampak merona. Sesekali ia melirik Denis yang tampak bahagia.
Disini kehidupan mereka akan dimulai. Mengarungi bahligai cinta sebagai suami istri. Menikmati bersama setiap rasa suka dan duka.
Malam semakin larut, satu persatu anggota keluarga mulai beristirahat. Mama Lena dan ibu Mita mendekati mereka yang kelelahan duduk disinggasananya.
"Sayang... beristirahatlah.. besok kita harus pulang." Denis mendongak ketika ibu Mita menyapa mereka.
"Kenapa cepat sekali ma?" Ucap Denis keberatan.
"Besok kita harus menemui keluarga. Sebagai orang Minang kabau kita belum melakukan pernikahan secara adat. Para ninik mamak pun belum dikabarkan. Sekalian nanti pengangkatan gelar kamu Denis." Jelas ibu Mita panjang lebar.
"Astaga aku lupa ma.. ketek banamo gadang bagala. Baiklah. Tapi... bagaimana dengan bulan madu kami?"
Avi menatap tajam Denis seketika saat suami nya bertanya tentang hal yang harusnya tidak dibahas. Membuat jantungnya berdetak kembali.
__ADS_1
"Kamu jangan menyentuh istrimu dulu sayang...!"
"Lho.. kenapa ma.. bukan kah kami sudah halal?" Denis protes pada kedua orang tua itu.
"Benar Denis, saat kalian duduk basandiang dipelaminan nanti aura Avi akan keliatan tak bersinar. Karna dia tak lagi gadis. Dan suntiang itu kan berat, Avi bisa double kelelahan. Begitu menurut adat kita." Mama Lena membantu menjelaskan pada Denis.
"Jadi aku harus menunggu sampai semua selesai?" Denis nampak kecewa dengan suaranya yang merendah.
"Yang sabar ya...
Ya sudah kalian masuk kamar dan tidurlah." mama Lena dan Ibu Mita tertawa kecil meninggalkan mereka.
"Uda.. kamu bertanya sampai segitunya.. malu maluin." Avi berdiri mulai berjalan kearah kamar.
Tiba tiba Denis berdiri mengangkat tubuh Avi ala bridal style kedalam kamar. Avi membulatkan matanya terkejut menatap Denis.
"A.. apa itu?" Avi terlihat sangat gugup.
"Jangan dipikirkan... nikmati saja." Denis menaik turunkan alis matanya. Membuat Avi tambah bergidik.
"Ingat pesan mama tadi." Avi mengacung jari telunjuknya dekat kewajah Denis. Tanpa disadari Avi tangan itu dilahap Denis. Membuat Avi berteriak sampai kedalam kamar.
"Lepasin... lepas Uda!"
"Jangan pancing aku sayang..." pelan pelan ia menurunkan Avi keatas tempat tidur yang sudah dihias.
"Mandilah.. ee tunggu... biar aku yang mandi duluan." Denis membuka pakaiannya didepan Avi. Lalu mengambil handuk dan melesat kedalam kamar mandi.
"Dasar suami tampanku... ternyata begini tingkah asli mu..." Senyuman terukir dibibirnya. Ia memperhatikan pintu kamar mandi yang dari tadi buka tutup dengan sendirinya.
__ADS_1
"Ada apa dengannya?" Avi penasaran dan berjalan pelan pelan mendekati pintu kamar mandi. Dengan jantung yang deg deg an dari tadi, ia memberanikan diri.
"Baaaa..." Denis menampakan bagian kepalanya yang sedang berbusa tepat setelah Avi sangat dekat dengan kamar mandi.
"Astaga... Uda.." ia berjalan mundur beberapa langkah karna terkejut.
"Mau ngintip ya?"
"Itu pintunya buka tutup sendiri. Aku hanya mau menutup nya." Avi menatap tajam Denis.
"Atau ... kamu mau ikut mandi juga?" Denis menaik turunkan alisnya. Berharap jawaban yang menguntungkan baginya.
.
.
.
Bersambung...
**************************************************
Terimakasih author ucapkan kepada para penikmat tulisan author. ini novel perdana author. terus berikan saran dan dukungan dengan memberi like dan favoritkan ya temaan... berikan vote juga jika teman teman berkenan.
jika ada kesalahan dalam penulisan Author mohon dimaafkan. karna Author juga manusia biasa, mak mak berdaster lagi . yang tak lepas dari salah dan khilaf.
Koment yang banyak ya... Author semakin semangat dengan koment koment dari teman teman.
salam cintoooh...
__ADS_1