
"Avi masih terlalu muda rin, apa pantas menikah diusia segitu?" tanya mama lagi.
"Jangan ma, ebi masih belom nikah juga. Apa sebaiknya mama cepat cepat nikahkan ebo sama bang Bolan saja" Usul Deby pada mama. Mama pun memukul pelan lengannya.
"Kamu ini. Tapi... nanti biat mama pikirkan matang matang." senyuman tampak mengambamg dimulut Deby dan Bolan.
"Apa kalian mau menikah disini?" Tanya bunda pada mereka berdua. Deby dan Bolan terkejut mendengar pertanyaan bunda Arini. Tampak senyum diantara keduanya.
"Jangan sampai seperti itu Rin." tolak mama ramah.
"Putrimu sahabatku kan putriku juga. Kamu jangan merasa sungkan. Aku sudah lama menginginkan pernikahan anak ku. Karna Arash putra satu satunya. Akan butuh waktu lama untuk ku menggelar pesta pernikahannya. Lagipula aku sendiri yang menginginkannya. Jika anak mu setuju. Kita bisa mengajak semua kerabat kesini. Nanti akan kuurus semuanya. Bagaimana Lena? Bolehkan?"
bujuk bunda Arini yang tampak semangat dengan idenya menikahkah Deby dan Bolan dipulau ini.
"Akan banyak kerabat yang datang rin, itu akan memakan dana yang besar." mama cemas memikirkan ide sahabatnya itu.
" Maaf ma, jika boleh aku ikut memberi ide. Biar aku yang mengurus kedatangan mereka kesini. Lagipula sudah mendapat tempat sebagus ini adalah suatu hadiah terbesar bagi kami. Ini adalah impian Deby. Jika mama mengizinkan aku akan mengurus segalanya." pinta Bolan membujuk mama.
"Baiklah.. dengan syarat jangan terlalu memberatkan sahabat mama ini." Mereka tertawa kecil mendengar ucapan mama. Dan izin telah didapatkan mereka.
Avi turun dari kamarnya. Merasa heran dengan arah percakapan orang irang tersayangnya diruang tamu. Tak lama Arash juga ikut turun.
"Ada apa bund?" Tanya Arash duduk disebelah Bundanya.
"Ini.. Deby mau menikah disini. Tadi kami semua sedang membujuk mama Lena supaya memberi kan izin. Alhamdulillah... kita akan kerja keras mulai sekarang" Jelas bunda pada Arash
"Bagus dong, sekalian saja nanti pertunangan aku sama Avi hehehe" Mereka semua saling melihat dan tertawa bersama.
"Arash... Arash... baru tadi bunda sama mama diskusikan tentang hal itu. Eeh... malah kamu yang udah setuju duluan..hhahaha" kata bunda tersenyum.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu.. " senyuman terukir indah diwajahnya.
"Lebih kita makan sekarang ya, mama sudah lapar menunggu dua orang anak ini" kata mama melirik Avi dan Arash. Kemudian berjalan duluan dengan bunda kemeja makan.
"Bersiaplah..." senyum seringai Arash berlalu meninggalkan Avi.
"Dasar Aneh" Avi mengeleng geleng dengan perkataan Arash.
"Yank, Nanti setelah makan malam aku akan memberitahu keluarga ku. Kalau bisa mereka serentak berangkat dengan kerabat mama ya. Dipilih yang terdekat saja ya Bi. Jangan undang orang lain dulu. Aku ga ingin memberatkan Bunda Arini. Dia sudah terlalu baik mengizinkan kita menikah disini." Kata Bolan yang masih duduk diruang tamu dengan Deby.
"Iya nanti aku akan bilang ke mama. Ini akan menjadi pernikahan terindahku. Makasi ya .." Deby memeluk Bolan. Dan mereka menyusul yang lainnya kemeja makan.
Hidangan laut tak lepas dari pilihan menu makan malam kali ini. Disana juga ada makanan kesukaan Avi yang dipesan langsung oleh Arash.
Malam terasa sangat indah tampak dari pulau ini. Bintang bintang yang tak dapat dilihat diperkotaan kali ini menjadi terlihat nyata. Cahaya kelap kelip yang bintang suguhkan menambah indahnya malam ini. Mereka yang duduk diruangan kaca bisa menikmati indahnya suasana langit malam ini.
Kebahagiaan lebih tampak pada sepasang kekasih yang akan melabuhkan cinta nya ditempat indah ini. Senyuman terus terukir dibibir mereka. Tak kalah juga dengan Arash, diam diam dia mengajak Avi pergi dari tempat itu.
"Temani aku ya..." Pinta Arash seraya menarik Avi untuk duduk disofa.
"Tapi disini terlalu dingin kak."
"Aku sudah membawakanmu selimut hangat" Avi menatap Arash dengan mengecilkan matanya.
"Aku tidak akan mengusik mu, sebelum semuanya jelas. percayalah. Aku hanya ingin mengajakmu melihat ini..." Arash yang sepertinya paham dengan tatapan Avi menjelaskan tujuan nya kesini. Dia mengambil remote kontrol. Dan menekan tombolnya. Sebuah layar besar menyala. Disana terdapat video dari awal mereka bertemu saat kegiatan Orientasi hingga pengumuman kelulusan Arash. Semua nya lengkap tersaji.
"Kapan kak Arash merekamnya?" Tanya Avi yang sejak tadi kagum dengan apa yang dilihatnya.
"Aku punya cara ku sendiri sayang" jawab Arash mencubit hidung Avi.
__ADS_1
"Indahnya... Aku seperti melihat film ku sendiri. Bahkan sampai aku membantu mama di warung ada juga. hahhahaha" Ia terlihat sangat bahagia.
"Bisa aku meminta salinannya" Avi yang masih menatap layar tersebut.
"Tentu saja.. Tunggu saja. Akan ada lagi kejutan lainnya" Arash memeluk Avi dari samping ia duduk.
"Sangat hangat dan nyaman" Avi merebahkan kepala nya kepundak Arash.
"Semoga betah" Mereka tersenyum bersama. Sesekali tertawa melihat video yang tayang. Hingga video yang mereka tonton habis. Terlihat sebuah tulisan tangan dibagian akhir video.
Kekasihku Alviolita Diwarman.
Terima kasih telah menerimaku dan memberi hari indah disetiap hariku. Sejak pertama kali melihat mu jantung ku telah berdetak tak karuan seakan ia berkata bahwa kau lah jodohku. Dengan keberanian aku mendekati mu dan sekarang kamu bersemayam dihatiku Wanita tersayang ku.
Dengan kepergianku belajar nanti, kuharap kamu tetap menjaga hatimu untuk ku. Percayalah semua aku lakukan demi kebaikan kita. Dengan sulit aku memilih pilihan ini. Agar aku selalu bersamamu.
Semoga yang kuasa mendengar doaku doa kita untuk bisa dipersatukan suatu hari kelak.
I Love You Avi...
Arash Zafrano.
Video pun habis. Tak terasa Avi sudah meneteskan Air matanya sejak tadi. Hatinya tersentuh dengan ketulusan cinta Arash padanya. Cinta yang belum pernah ia rasakan selama ini. Dia menundukkan wajahnya mengeluarkan semua sesak yang tertahan didadanya.
Arash memeluk Avi untuk memberikan ketenangan bagi kekasihnya itu. Avi melepaskan tangisnya dalam pelukan Arash.
"Kak.."
"Hmmm..."
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu.."
"Aku tau,dan aku lebih mencintaimu." Arash saling mengeratkan pelukan mereka.