Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Maafkan aku


__ADS_3

Sore ini Avi pulang dari kantor sendirian karena Denis menghadiri pertemuan dengan klien penting hingga malam nanti.


Ia berjalan ditaman depan kantor suaminya. Menunggu seseorang yang sudah berjanji ia temui.


"Avi...."


Seorang wanita memanggil namanya dari arah samping.


"Hei.. kemarilah..." Avi berdiri menyambut kehadiran sahabatnya.


"Ini sangat penting vi, aku tak bisa bicara ditempat umum. Bisa saja seseorang sedang mengawasiku." Anin membuat Avi sedikit terkejut.


"Baiklah... kalau begitu kita keapartemen ku." Avi menemukan ide untuk mereka bicara.


"Jangan.. ketempat ku saja."Anin memastikan Avi menyetujuinya.


"Hmmm... baiklah."


"Ayo..."


Anin terlihat tersenyum berjalan dengan sahabatnya. Entah memang karena ia senang atau sesuatu sudah berjalan seperti keinginannya.


Maafkan aku vi. Aku ingin cepat mengakhiri ini. Aku juga ingin hidup normal dalam ketenangan. Apapun yang terjadi jangan membenciku.


Mereka masuk ke mobil Anin. Dan melajukan mobil ketempat tujuan mereka.


"Kamu sedang apa?" Anin bertanya saat Avi mengambil ponsel dalam tasnya.


"Memberitahu Denis jika aku juga pulang telat. Jadi dia bisa menjemputku nanti."


Avi mengetik dan akan mengirim pesan pada Denis. Tiba tiba Avi menginjak rem dan ponsel Avi terjatuh.


"Maaf... aku tadi hampir menabrak kucing" Anin melihat Avi yang memegang dadanya karena kaget.

__ADS_1


"Hati hati nin, astaga ponselku jatuh kekolong ini." Avi mencoba meraih raih ponsel dikolong tempat duduknya.


"Nanti saja kita cari saat sampai diparkiran apartemen ku." Anin melajukan kembali mobilnya.


"Baiklah.. " Avi mencoba menuruti perkataan Anin.


"Sebenarnya ada apa nin?" Avi yang sangat penasaran dengan tingkah Anin.


"Sebelumnya aku minta maaf Vi, semua ini kulakukan untuk bisa hidup seperti orang biasa. Tanpa tekanan dari luar." Anin memberi sedikir clue.


"Apa maksud nya?" Avi sangat penasaran.


"Nanti kamu juga akan tau sendiri...


Oh ya Vi, aku dan Tara akan segera menikah. Kuharap kamu bisa datang nanti" Anin mengalihkan pembicaraan.


"Oh ya? Selamat ya... kalian masih bertahan sejauh ini. Tapi... bukannya Tara sudah menikah?" Avi menoleh kearah Anin yang fokus menyetir.


"Ya... Tara dijebak perempuan yang bernama Widya itu. Ternyata selama ini Tara membesarkan anak orang lain. Dia bukan Ayah anak mereka. Jadi Tara akan mengurus secepatnya surat perceraian dengan Widya"


"Hei... siapa itu?" Anin melihat seorang ibu ibu yang tersandar pada kursi mobilnya tepat disebelah mobil Anin.


"Apa dia pingsan?" Avi merasa cemas melihat keadaan orang itu.


"Entahlah... tapi kurasa. " Anin turun dari mobilnya. Avi mengikuti dari belakang.


Mereka membangunkan wanita paruh baya yang terkulai ke hingga menempel pada jendela.


"Astaga, wanita ini pingsan Anin." Avi terus menggedor gedor jendela mobil wanita ini.


"Aku cari bantuan .." Anin berlari kearah pos satpam.


"Cepat lah... sebelum terjadi apa apa padanya." Avi menyuruh cepat dua orang satpam yang datang dengan Anin.

__ADS_1


Kedua satpam itu memecahkan jendela mobil itu. Lalu mengeluarkan ibu ibu yang pingsan tadi membawanya ke pos satpam.


Avi dan Anin mrngikuti dari belakang. Mereka ikut cemas melihat kondisi wanita paruh baya tersebut.


Penghuni apartemen yang kebetulan ada seorang dokter diminta turun oleh petugas satpam. Mereka menghubungi keluarga sang wanita paruh baya ini melalui ponsel nya yang diambil satpam dari mobil wanita tadi.


"Terima kasih mbak Anin dan temannya sudah membantu. Keluarga nya akan segera turun. Kebetulan ibu ini mertuanya mbak Deffi. Silahkan melanjutkan kembali aktivtas mbak Anin dan temannya." Kata salah satu satpam tadi.


"Baiklah pak, kami keatas dulu..."


Anin dan Avi berjalan meninggalkan pos satpam tadi. Ia memasuki apartemen Anin.


"Rumah mu bagus Anin. Semua tersusun rapi."


Avi berjalan melihat lihat foto foto ketika mereka sekolah dulu. Ketika Anin pertama bekerja. Foto kedua orang Anin dan fotonya bersama Tara.


"Anggap rumah sendiri. Sebentar aku akan membuatkan minum. Apa kamu masih suka es teh manis?"


Anin tersenyum melihat Avi yang juga tersenyum padanya. Saat kata kata es teh manis terucap.


"Sekalian dengan baksonya buk inah ya.... "


Mereka serentak tertawa mengenang makanan favorit disaat SMA dulu.


Anin berjalan kedapur membuatkan minum untuk Avi.


Avi... maafkan aku. Aku sangat terpaksa berbuat ini padamu.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2