
"Kasihan kan kak.. peran utama nya kan dia. hehehe" sambil mengajak Avi untuk naik.
Mama dan Bunda duduk dibangku depan bersama. Sementara Arash Avi dan Deby duduk dibelakang. Mobil pun berjalan menuju tempat liburan mereka.
"Aduh... jadi obat nyamuk akika disini bok" canda Deby melirik Avi dan Arash.
"Ajak aja kak Bolan. Dia kan juga liburan. Boleh kan kak Arash?" tanya Avi
"Siapa kak Bolan.?" tanya Arash ga paham
"Tunangannya Akika.." jawab Deby manyun.
"Ya udah kak, telp saja. Nanti kita jemput" Ajak Arash.
"Bolehkah?" tatap Deby serius.
"Iya boleh, masih sisa tempat duduk juga kan..?" jawab Arash sambil tersenyum.
Kemudian Deby memberi kabar Bolan dan mereka menjemputnya. Karna jarak yang tidak terlalu jauh. Mereka mengikuti perjalanan panjang dimobil. Kini hanya Arash dan Avi duduk berdua. Karna sejak Bolan naik Deby pindah ke kursi belakang. Sementara mama Lena dan Bunda Arini masih sibuk berbincang melepas rindu tentang masa lalu mereka.
"I Love u..." bisik Arash pada Avi.
Avi mengangguk sambil meletakkan jari telunjuknya kemulutnya. Menyuruh Arash untuk berkata biasa.
"Kenapa?" tanya nya lagi pelan
"Kita sedang liburan ada mama, bunda dan kakakku juga. Nanti saja" kata Avi meyakinkan Arash untuk tetap biasa.
"Oo begitu?" Kemudia ia berjalan kedepan mengambil mikrofon. Bunda yang sejak tadi asik ngobrol dengan mama pun melihat heran kearah Arash.
"Kamu lagi ngapain?" Tanya bunda
"Kejutan.. heheh" Arash nyengir kearah kedua nya.
Avi yang tadi melihat tingkah Arash ikut memperhatikan apa yang dilakukan Arash.
"Tes... " Terdengar suara Arash dari mikrofon.
"Satu lagu untuk kekasih saya..."
Sebuah lagu romantis untuk Avi.
Aku di sini padamu
Sekali lagi padamu
Kubawakan rindu yang kau pesan utuh
__ADS_1
Aku di sini untukmu
Sekali lagi untukmu
Percayalah tak perlu lagi kau gundah
Pun aku merasakan getaranmu
Sungguh kasmaran aku kepadamu
Avi langsung merona mendemgar suara merdu Arash yang bernyanyi untuk nya. Bunda melihat anaknya sangat menyayangi anak dari sahabatnya. Mata nya berkaca kaca terharu. Mereka berpelukan dan sama sama terharu. Sementara Deby da tunangannya bersiri dari kursi belakang mengiringi lagu yang dinyanyikan Arash.
Hidup adalah tentangmu
Selalu saja tentangmu
Sepertinya kau adalah candu bagiku
Kau buat aku tak mampu
Selalu saja tak mampu
Menahan perasaanku atas dirimu
Pun aku merasakan getaranmu
Sungguh kasmaran aku kepadamu
Pun aku merasakan getaranmu
Sungguh kasmaran aku kepadamu
Pun aku merasakan getaranmu
Sungguh kasmaran aku kepadamu
Pun aku merasakan getaranmu
Sungguh kasmaran aku kepadamu
Kasmaran 'ku kepadamu..... Avi. I love You...
"Yeeee..... "Sorakan dan tepuk tangan dari mama, bunda dan Deby bersama tunangannya membuat Avi semakin malu dn wajahnya kini seperti kepiting rebus. Matanya berkaca kaca melihat kesungguhan hati Arash, pemuda yang sangat dicintainya.
Arash tersenyum melihat kearah Avi. Ia menjadi lelaki yang sangat bahagia karna bertemu dengan bidadari seperti Avi.
"Mama lena juga bisa nyanyi lho Ar, coba bagi sini mikrofonnya. Dulu kami sering karokean dikamar Bunda." Kata bunda menerima mikrofon yang diberikan Arash kemudian ia kembali ketempat duduknya.
__ADS_1
"Kamu rin, mana bisa lagi aku nyanyi, itukan sudah lama sekali. hahhahaha" mama mengelak. Tapi bunda pantang kalah. Akhirnya mama mengikuti kemauan temannya itu yang sudah membujuknya dengan segala macam cara.
Lagu lama pun didendangkan... mereka bernostalgia saat jaman masih sekolah. Sementara Avi masih menunduk malu mengetahui Arash yang sejak tadi menatapnya. Dia tak menyangka mendapat kejutan yang romantis dari Arash.
"Sudah jangan melihat ku terus kak" Kata Avi mengalihkan pandangannya kejendela.
"Aku disini, kenapa malah melihat kesana?" goda Arash.
"Kamu kenapa? liatin aku seperti itu. Apakah penampilanku norak?" tanya Avi pura pura
"Kamu cantik." Arash menatapnya lagi. Lalu menggenggam tangan Avi.
"Ada lihat tu" kata nya lirih
"Cuma disini, mereka ga bisa lihat." Arash meletakan tangan Avi kesebelah tempat duduknya.
"Aku belum tau kita mau kemana?" tanyaAvi yang baru sadar tak mengetahui kemana tujuan mereka.
"Bunda mengajak kepulau, kamu suka?"
"Bukannya disana hutan?"
"Kamu lihat saja nanti." Arash merebahkan kepalanya kepundak Avi.
"Kamu belum pakai sabuk pengaman ya?"Tanya Arash mencari cara agar dapat dekat dengan Avi.
"Dimana? Aku tak melihatnya" Kemudian Arasg memasangkan sabuk pengaman Avi. Tanpa Avi sadar dia mengecup bibir kekasihnya itu dan menjadikannya sedikit lama hingga sabuk pengaman terpasang sempurna. Avi yang kaget mendorong sedikit tubuh Arash. Namun Arash menahannya hingga Avi tak dapat mengelak karna kepalanya sudah tersandar kekursi.
"Sempurna. .." Ucapnya kembali ketempat duduknya dengan senyuman yang mengambang diwajahnya.
Tak seorangpun yang sadar dengan kejadian itu. Avi mencubit lengan Arash dengan sedikit keras hingga ia meringis kesakitan.
"Lihat tempat dong!" katanya berbisik pada Arash sambil melotot.
"Kalau ditempat lain masih boleh?" tanya Arash dengan Senyum seringainya. Tapi malah dibalas dengan satu cubitan lagi dari Avi.
"Aku janji akan melihat tempat dulu sebelum menciummu..." bisik Arash pada Avi. Tapi dia hanya dim menatap keluar jendela. Arash yang menyadari Avi marah tak kehabisan akal. Dia merebahkan kepalanya dipjndak Avi sambil mengeluarkan bunyi dengkuran yang keras. Sehingga Deby yang dibelakang mereka melihat kearah Arash sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Pak kita berhenti sebentar diminimarket ya pak.." perintah Bunda Arini pada supirnya. Setelah menemukan minimarket mobilpun berhenti. Arash yang pura pura tidur malah tidur benaran. Avi membangunkan nya.
Mereka semua turun untuk melepaskan rasa penat karna lama duduk dimobil. Ada yang langsung mencari toilet. Bunda dan mama masuk kedalam mini market. Mereka memilih camilan dan minuman segar.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...