Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Toko Roti Naina


__ADS_3

Dengan gerakan cepat Avi melajukan mobil itu Keluar pagar. Mengikuti jalan didepannya. Ia melihat sebuah ponsel di mobil itu.


Sambil menyetir mobil Avi menekan nomor Denis. Ia menghubungi ponsel Denis.


"Denis.. ku mohon angkatlah...sayang... angkatlah" gumam Avi penuh harap.


"Halo.." Denis langsung menjawab ponselnya. Dengan harapan itu kabar dari istrinya.


"Uda... ini aku" Avi senang karena akhirnya Denis mengangkat panggilan teleponnya walaupun dengan nomor yang tak dikenal.


"Avi? Dimana kamu sayang..? Kenapa kamu..." Denis sangat senang mendengar lagi suara istrinya. Ia segera bertanya keberadaan Avi.


"Tolong aku Uda.. cepatlah lacak keberadaan ku dengan nomor ponsel ini." Avi langsung memotong pertanyaan Denis. Karena itu akan membuang waktu. Ia akan bisa menceritakan nanti ketika mereka bertemu.


"Kamu dimana sayang?" Akhirnya Denis penasaran dengan keberadaan Avi.


"Aku ga tau Uda, tempat ini sangat asing bagi ku. Sekarang aku sedang berada diantara pohon cemara. Sepertinya daerah pegunungan" Avi memberi petunjuk pada Denis.


"Baiklah sayang... terus lah melajukan mobil itu sampai menemukan perkotaan. Aku akan melacak keberadaan mu" Denis menutup ponselnya langsung melacak keberadaan nomor yang digunakan Avi untuk menghubungi nya.


Senyuman nampak wajahnya. Ia menemukan daerah itu. Mengambil kembali ponselnya dan menghubungi nomor tadi.

__ADS_1


"Avi.. nanti setelah persimpangan tiga didepan kamu belok kanan sayang, kira kira 1 km dari keberadan mu sekarang. Ada sebuah toko Roti NAINA. Ia teman ku. Nanti aku akan menghubungi nya. Berhentilah disana. Jika bisa sembunyikan mobil yang kamu kendarai sekarang." Jelas Denis memberi petunjuk pada Avi.


"Baik Uda. Aku akan cepat kesana." Avi merasa lega setelah mendengar penjelasan Denis. Ia memutuskan sambungan ponselnya. Fokus menyetir.


Sementara orang suruhan Denis yang berada tak jauh dari tempat Avi. Sudah dihubungi Denis untuk segera pergi keToko Roti yang Denis maksud.


Denis buru buru keluar apartemen. Ia menaiki helikopter untuk mempercepat perjalanan nya menjemput istri tercinta.


Tunggu aku sayang... takan ku lepaskan orang yang telah membawa mu dariku. Aku berjanji Avi.


Denis fokus ketempat Avi berada. Sementara itu Avi masih menyetir ketoko roti Naina. Ia merasa senang ketika melihat sebuah bangunan unik bertuliskan TOKO ROTI NAINA.


Avi memperhatikan disekelilingnya. Sesuai perkataan Denis setidak ia harus menyembunyikan mobil Arash supaya tak terlihat dari jalan raya.


Avi memperhatikan dari dalam mobil. Ia berharap semoga mobil mereka berjalan. Rupanya mereka mencari Avi dengan memperlihatkan foto Avi pada pegawai toko roti tersebut.


"Apa Denis sudah menghubungi temannya?" Avi bergumam cemas dengan situasi ini.


Ponsel nya berdering lagi. Nomor Denis yerlihat dilayar ponsel tersebut. Buru buru ia mengangkatnya.


"Sayang apa kamu sudah bertemu dengan Naina? Kulihat mobilmu sudah berhenti disana." Tanya Denis memastikan Avi.

__ADS_1


"Belum Uda, aku masih berada didalm mobil. Tepat dibelakang bangunan toko roti ini. Karena mobil Arash dan anak buah nya berhenti juga disini." Jelas Avi dengan suara ketakutan pada Denis.


"Apa? Kamu bilang Arash?" Denis merasa sangat marah mengetahui siapa yang membawa Avi.


"Ya .. Arash. Aku takut sekali. Dia bisa berbuat jahat jika sampai menemukan ku." Jelas Avi.


"Aku akan menyuruh Naina keluar dari pintu belakangnya." Denis mematikan sambungan telepon mereka.


Tak lama kemudian Avi melihat seorang wanita cantik mempunyai tubuh yang sedikit gendut. Ia berjalan pelan kearah mobil yang sedang parkir dibelakang bangunannya. Karena memang hanya mobil yang dibawa Avi disana.


Avi membuka jendela mencoba tersenyum kearah wanita itu. Wanita yang diduga Naina itu menarik tangan Avi.


"Aku Naina. Ayo ikut aku. Diluar seseorang sedang mencarimu."


Avi mengikuti Naina berjalan kearah bangunan toko roti yang ada disebelahnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2