Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Nasi Soto


__ADS_3

Bagaimana ini... jika aku pulang tentu kak Arash akan kecewa. Tapi.... jika aku nunggu dia.. ah sudahlah. semoga saja kak Arash lupa .. Batin Avi .


Setelah mendengar lonceng sekolah, Avi siap siap hendak pulang.


"Aku antar ya?" Avi terkejut mendengar suara persis didekat telinganya. Arash muncul dari arah belakangnya. Dan tersenyum melihat Avi.


" Maaf vi, aku sedang M. Jadi lain aja ya jalan jalannya" bisik Anin ketelinga Avi, dan didengar oleh Arash. Dia tersenyum kearah Anin yang sengaja memberikan jempolnya kearah Arash.


Gadis ini, pengertian sekali... batin Arash menanti jawaban dari Avi.


"Aku naik angkot saja kak, ga usah diantar." Dia tetap berjalan sehingga Arash ketinggalan dibelakang, kemudian dia menyusul Avi dengan berlari lari kecil.


"Kamu takut ya sama aku" Arash tiba tiba datang lagi dan dekat ketelinganya.


"Bukan, nanti pacar kakak marah. Avi dikira mau rebut kak Arash." penjelasan Avi membiat Arash bingung dan terpaku.


"Apa? pacar? kapan aku punya pacar?" Arash bingung sendiri.. dan membiarkan Avi pulang sendiri.


"Mungkin belum waktunya Ar.. tenang saja. Terus berjuang. Merdeka!" gumamnya dan berjalan kearah parkiran.


Lebih baik aku ikuti saja dia. heheheheh


Ternyata, masih ada seribu ide dikepalanya . Dengan bergegas Arash mengikuti Angkot yang ditumpangi Avi.


.


.


Kenapa dia tetap mengikutiku sih?


Ada apa dengannya. Lha ... aku juga kenapa merasa senang diikuti dia.


Avi.. avi... fokus belajar. Kamu masih kelas Satu SMA belum saatnya menggunakan perasaanmu untuk cowok. huufff


Batin Avi sambil melihat Arash dari balik jendela mobil angkot, dan tertegun sesekali Arash tersenyum melihatnya. Kemudian memalingkan wajahnya. Dia semakin malu.


Aku semakin gemes melihat tingkah mu Avi. Mari berpacaran... Batin Arash yang merasa lucu melihat tingkah lucu Adik kelas yang memikat hatinya tersebut.


Lalu mengikuti Avi sampai rumahnya. Setelah memastikan Avi selamat , Dia memutar motornya kembali agar Avi tak curiga.


.


.


Avi dan mama tengah asik duduk diwarung sambil sesekali bercanda memeluk ponakannya. Karna Aking sangatlah lucu. walaupun bayi itu baru bisa duduk saja.. tapi Aking sudah bisa membuat orang sekitarnya bahagia.


"Permisi buk, masih ada sarapannya?" Suara pemuda tiba tiba masuk kewarung mama.


"Iya.. masih nak masih. Tapi hanya tinggal Nasi Soto. Karna sudah mulai sore juga" ucap mama tersenyum.


"Ya buk, boleh. Saya pesan dua, bungkus saja buk."

__ADS_1


terang pemuda tersebut.


Mama Lena membungkus pesanan pembelinya.


" Kamu ... yang waktu bersama pak Mudo bukan?"


tanya mama penasaran.


"Eh iya buk. Kenalkan nama saya Rahman." pemuda yang bernama Rahman tersebut tersenyum menjawab pertanyaan mama Lena.


" Saya mama Lena, dan ini Avi, putri bungsu saya." kata mama sambil menunjuk kearah Avi. Dan Avi pun memaksakan senyumnya pada pemuda itu.


Kenapa mama malah mengenalkan ku juga? mau dijodohkan apa?... batin Avi memandang ke arah mama yang terlihat senang bicara dengan pemuda yang bernama Rahman itu.


"Baiklah buk, saya pamit dulu. Avi..." katanya sambi menoleh kearah Avi.


"Eh iya..." jawab avi sedikit memaksa.


"Sering mampir ya nak Rahman." Pemuda itu mengangguk dan tersenyum kearah mama Lena. Kemudian pergi membawa mobil Trucknya.


"Senang ya ma..." kata Avi kearah mama...


" Kamu mau ga jadian sama dia, kelihatannya dia baik, tampan lagi." kata mama semangat, sontak membuat Avi kaget.


"Sama siapa ma?" Ica dari arah rumah mendekati mama dipintu warung yang masih melihat pemuda itu pergi.


"Ga tau nih mama kak, Avi mau dijodohkan sama pembeli tadi..." katanya cemberut sambil menyerahkan Aking yang diambil Ica.


"Kalau Avi mau, mama senang sekali." kilah mama sambil beberes hendak menutup warungnya.


"Bukan buat mama, tapi untuk putriku" ucap mama santai sambil senyum senyum sendiri.


"Sudahlah ma, jangan dipikirkan sekarang, Avi juga masih baru duduk dibangku SMA." Avi mengangguk setuju dengan mengacungkan jempolnya kearah Ica.


"Lagi pula biarkan dia cari sendiri pria idamannya. Jangan dijodoh jodohkan lah ma.. Awal yang terpaksa akan tidak baik pada akhirnya..." sambung Ica lagi. Sambil membawa Aking kerumah.


"Mama bercanda kok, kenapa kalian menanggapi serius... ahahahhaha" mama tertawa dan itu membuat Avi lega.


"Tapi kalau kamu mau, mama pasti bahagia sekali." mama kembali melirik Avi dengan menaik turunkan alisnya.


"Mamaaa... katanya cuma bercanda.." kata Avi sambil memeluk mama dari belakang.


.


.


Disekolah..


"Avi.."


"Ada apa kak?"

__ADS_1


"Gimana tawaranku kemaren kemaren?"


"Yang mana ya kak? Avi lupa"


"Kamu mau ga gabung Osis sekolah kita..?"


"Oh itu..."


"Bagaimana?"


"Tapi Anin ikut juga ya...?"


"Kok Anin? Aku nanya kamu?"


Avi berhenti sejenak, karna sudah mendekati perpustakaan. Mentap Arash yang terlihat sangat berharap kalau Avi menerima keinginannya. Dia pun memasang wajah memohon.


"Kalau Anin gabung, Avi juga gabung" Kemudian berbalik hendak berjalan kepintu perpustkaan.


"Deal..." kata Arash sambil menarik lengan Avi. Lalu melepaskanya karna Avi telah berbalik kearahnya.


"Deal.." kata Avi dengan tersenyum.


"Makasi ya..." kemudian Arash mengedipkan matanya dengan senyuman khasnya sambil berbalik meninggalkan Avi yang masih bingung melihat tingkah kakak kelasnya tersebut.


"Pulang sekolah temui aku diruang OSIS bersama temanmu itu..." kata Arash tanpa melihat kearah Avi.


Kenapa dia bisa sangat senang? Astaga aku tidak sadar, dari tadi jantungku berdetak saat dia mengedipkan matanya. aduuh... panas.. geraaah.... batin Avi.


Mengibas ngibaskan tangan kearah wajahnya sambil masuk keperpustakaan mencari buku yang ingin dipelajarinya.


.


.


teng teng teng...


Bel tanda pulang berbunyi. Avi mengajak Anin ke ruang OSIS yang sejak tadi kegirangan karna diajak ikut. menjadi anggota OSIS.


"Udah... senyumnya. Gigimu kering itu..."Ledek Avi melihat sahabatnya bahagia.


"Biarin... Makasi sayangkuh, kamu memang bisa diandalkan suamikuh.. hehehe..." kata Anin sambil meluk meluk Avi.


"Lagian aku juga ga mau sendirian disana tanpa kamu istrikuh..." mereka tertawa. Mengingat ucapan mereka seperti suami istri. Sesekali Anin memonyongkan bibirnya kearah Avi. Avi juga membalas memonyongkan bibirnya kearah Anin.


"Ke aku ga?" tanya Arash yang tiba tiba muncul dihadapan mereka.


Deg...


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2