Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Teman lama


__ADS_3

Sementara diruang tamu mama masih menghadapi lamaran untuk anaknya. Mama berjibaku dengan pikirannya sendiri. Senyuman masih mengambang dibibir mama.


"Kami orang tua Rahman ingin melamar Putri ibuk Avi untuk anak kami Rahman, Bagaimana buk?" Tanya ayah Rahman. Sontak mama kaget mendengar nama Avi disebutkan. Walaupun ia sudah tau kalau Rahman menyukai Avi, tapi tak pernah mengira akan secepat ini akan menerima lamaran nya. Sedangkan Avi berhubungan serius dengan Arash.


"Bukannya nak Rahman tau jika Avi masih sekolah? Bahkan baru naik kekelas dua." Mama membalikan pertanyaannya untuk Rahman didepan orangtua nya.


Vita datang dengan membawa minuman dan mempersilahkan tamunya minum. Ayah dan ibu Rahman sekilas memperhatikan Vita dari kepala sampai kaki. Dan saling melihat ketika melihat perut Vita yang agak membuncit.


"Maaf buk? Apa kami tak salah dengar. Putri ibuk masih sekolah?" Tanya Ayah Rahman lagi.


"Benar buk, makanya saya terkejut dengan kedatangan bapak dan ibuk. Apa Rahman belum bercerita?" tanya mama lagi. Mereka melihat tajam kearah Rahman.


" Disini saya merasa belum tepat buk, lagipula Avi dan Rahman belum saling mengenal dengan baik. Hubungan mereka masih belum jelas. Saya harap bapak dan ibuk bisa mengerti" jelas mama ramah pada tamunya.


" Baiklah buk, mungkin kami akan pamit sekarang. Dan ini sedikit oleh oleh yang telah kami bawa tadi, semoga ibuk suka." Kemudian mereka berdiri. Rahman yang dari tadi tak mengeluarkan suara hanya bisa menuruti ajakan orang tuanya untuk pulang.


Setelah melepas tamunya pergi, mama terdiam duduk dikursi tamu memandang kearah oleh oleh yang dibawa keluarga Rahman tadi.


Lalu ia tertawa geli membayangkan anak nya yang masih 16 tahun telah dilamar oleh dua pemuda. Vita yang dari tadi memperhatikan mama juga ikut merasakan kelucuan pada moment pertemuan tadi.


"Sudah pergikah?" Tanya Deby datang dari dapur diikuti Avi dan Ica.


"Sudah.." jawab Vita singkat.


"Heran aku, hari ini ada dua lamaran. Yang satu ditolak dan yang satu dipertimbangkan. Jadi bagaimana ma?" Ica yang duduk dekat mama melihat kearah oleh oleh yang diberikan keluarga Rahman.


"Waah.. banyak buah. Siapa yang ngasih ma?" Tanya Avi polos.


"Keluarga yang mau melamar mu tadi" jawab mama singkat. Avi membolakan matanya. Sementara para kakaknya tertawa geli mendengar ucapan mama yang juga tertawa menjawab pertanyaan Avi.


"Apa dia SiRahman itu ma?" selidik Avi.


" Kan kamu nguping tadi. Masa ga tau " jaeab mama asal.


"Hehehe iya. Avi maunya sama kak Arash saja. Nehi buat yang lain." Dia menatap para wanita disekelilingnya.


"Iya bucin..." jawab Deby.


"Sudah sudah, kalian letakkan buah buahan ini di tempat buah ya. Mama akan tenang sebentar. Ga tau ada rasa bingung atau senang. Sebentar lagi maghrib, mari kita minta kemungkinan yang terbaik pada Allah." kata mama yang langsung berdiri kearah kamarmya.


"Makan buaah.... ahahhahahahah" Deby segera mengambil satu buah apel mengangkatnya sambil mengedip ngedipkan matanya usil.

__ADS_1


Semua ikut tertawa. Mereka menyantap buah yang banyak itu dengan perasaan lucu.


"Ada ada saja..." Ica menggelengkan kepalanya berjalan menuju kamar.


"Kakak ga mau.?" Tanya Vita melihat kakaknya menuju kamar.


"Kalian sisakan saja satu buah" Teriaknya dari arah kamar.


.


.


.


Rumah Arash


"Kamu mengajak mereka semua? apa mama Avi mau?" Tanya bunda penasaran.


"Mereka mau Bund. Tadi Avi kasi tau aku mamanya mau ikut. Bunda bisakan ikut juga ajak ayah juga." Pinta Arash dengan tingkah manja.


"Bunda aja yang ikut, ayah beaok ada meeting penting. Lagian kamunya ngajak ga tunggu hari libur dulu." Cela Ayah Arash.


"Kelamaan yah nunggu weekend. Bunda aja ya. " tanya Arash lagi.


"Jam 7 Aku jemput keluarga Avi. Bunda siap siap ya besok kita berangkat lebih pagi" bunda mengangguk melihat semangat anaknya yang tampan itu.


.


.


Jam 7 pagi


Mereka tampak menunggu jemputan Arash didepan rumah. Semua sudah siap dengan baeang bawaan masing masing. Sesuai permintaan Arash mama tak membawa satupun makanan. Mereka hanya pergi bertiga saja. Mama, Deby dan Avi.


teet teet...


Mereka melihat kearah mobil yang mulai mendekati mereka. Sebuah mobil minibus mewah berhenti tepat didepan mereka.


Sebelum mereka naik Arash dan bunda turun terlebih dahulu. Mama mendekati bunda Arash senang begitupun dengan bunda bahkan mereka langsung berpelukan.. semua mata melihat mereka heran.


"Lena... aku sangat merindukanmu. Sudah lama sekali aku tak melihatmu." Sapa bunda Arash.

__ADS_1


"Kamu juga Rin... oh sahabatku yang cantik." Kata mama melepaskan pelukan mereka.


"Jadi...." Arash mencoba mengerti keadaan dihadapannya


"Jadi lena ini sahabat bunda waktu SMA. Sejak bunda lulus ga pernah lagi bertemu. Ga nyangka akan bertemu disini. Bunda seneng banget sayang.." kata bunda dengan mata nya yang berkaca kaca.


"Kamu ibunya Arash Rin?" tanya mama senang pada bunda.


"Iya.. dan kamu mamanya Avi? Gadis yang sangat baik juga cantik" mereka tertawa dan berpelukan lagi.


"Baiklah nyonya nyonya sebaiknya kita berangkat" gurau Arash kepada kedua wanita paruh baya itu.


"Oh ya Rin kenalkan ini anakku Ica, Vita, Deby, dan Avi yang sudah kamu kenal." Mereka menyalami bunda Arash.


"Cantik cantik anak mu Len. Berhasil kamu. Panggil bunda juga ya sayang" Ucapnya pada mereka.


"Anakmu juga sangat tampan.. " mereka tertawa lagi. Para anak anak pun ikut tersenyum melihat tingkah kedua orang tua mereka.


"Bunda, mama ayo naik. Nanti sambung dimobil kangen kangenannya." goda Arash sambil membuka pintu mobil mempersilahkan mereka naik.


" Ayo kak..." Arash juga mengajak Deby.


"Avi ditinggal aja ya Ar.." gurau Deby


"Kasihan kan kak.. peran utama nya kan dia. hehehe" sambil mengajak Avi untuk naik.


Mama dan Bunda duduk dibangku depan bersama. Sementara Arash Avi dan Deby duduk dibelakang. Mobil pun berjalan menuju tempat liburan mereka.


"Aduh... jadi obat nyamuk akika disini bok" canda Deby melirik Avi dan Arash.


"Ajak aja kak Bolan. Dia kan juga liburan. Boleh kan kak Arash?" tanya Avi


"Siapa kak Bolan.?" tanya Arash ga paham


"Tunangannya Akika.." jawab Deby manyun.


"Ya udah kak, telp saja. Nanti kita jemput" Ajak Arash.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2