
Perasaan Arash jauh lebih baik sekarang. Sejak pertemuannya dengan Avi didanau tadi. Juga pada saat ia menunggukan taxi online Avi. Karena cemas membiarkan wanita itu sendiri berdiri dipinggir jalan.
Ia merasa baru saja diberikan kesempatan. Walaupun ia tak memiliki Avi dalam arti sesungguhnya. Semua berawal dari kata teman.
Tak ada pertemanan antara pria dan wanita.
Gejala itu akan berangsur tiba, lama lama bisa membuah kan sebuah perasaan yang indah. Yaitu Cinta.
Senyuman tak lepas dari perawakan tampan Arash. Ia selalu terbayang pembicaraan singkatnya dengan Avi.
Cinta itu buta bukan? Ada juga pepatahnya. Bila cinta sudah melekat tai gigi rasa coklat. Hahahha... author jadi ingat masa masa pacaran dulu. Walaupun wajahnya penuh jerawat karna adanya cinta jerawat hilang dimata. Entah menyusut seperti mumi, entah authornya yang geblek. Jerawat segede jengki ga lihat. Bau iler pagi nya terasa bau keju... kamu masih tetap seperti Will Smith kuh.... jiahahaha. Author ngakak sendiri.. temanin yah...
Apalah artinya diriku tanpa dirimu.. begitu juga dengan kamu... ya kamu... author ga akan sejauh ini andai kalian ga ada buat kasih semangat.
Salam cintoh... mmuach.
Kembali ke laptop....
Flash back on
"Avi..." Arash menurunkan kaca mobilnya melihat Avi sendirian di pinggir jalan asik dengan ponselnya.
"Kak Arash"
Aku sudah lama rindu anggilan itu sayang.
Avi menunduk menatap Arash. Ia mendekati mobil Arash. Mencoba bersikap biasa sebagai teman.
"Bukannya kamu mau pulang?"
"Ya.. aku menunggu taxi online." Jawab Avi sambil mengangkat ponselnya.
Aku akan bersikap seperti Arash mu yang manis sayang. Aku takan memaksa.
Arash turun dari mobil mendekati wanita yang sangat ia rindukan.
"Masih lama?"
__ADS_1
"Sebentar lagi sampai."
"Aku akan menemani mu"
"Ya...?"
"Menemani menunggu taximu," Arash tersenyum kearah Avi.
"Oh..."
"Sebenarnya.. aku ingin menemani mu hingga tua.." jawab Arash memalingkan pandangan nya kekiri kanan.
"Kak Arash...."
"Oke.. oke.. maaf... " ia terkekeh melihat tngkah Avi dengan wajah cemberutnya.
Aku ingin sekali mencubit pipi mu Avi. Kamu sangat menggemaskan.
"Kenapa senyum senyum..." tanya Avi melihat Arash.
"Bukan apa apa... aku hanya senang hari ini. Bertemu bidadari syurga ku..." jawab Arash asal. Avi pun ikut terkekeh mendengarnya.
"Jangan menggodaku.. aku sudah.."
"Aku tau.." Arash memotong kalimat Avi.
"Dalam pertemanan kita bebas bicara apa saja, jangan ada yang tersinggung. Tak ada kata putus dalam pertemanan. Yang ada hanya kata cerai dalam hubungan suami istri." Sambung Arash lagi.
"Aku paham setiap perkataan mu kak, jadi jangan bicara yang aneh aneh" jawab Avi.
Arash menatap wajah cantik itu lama. Kemudian ia berjalan agak jauh daei Avi membeli jajanan yang disukai Avi saat mereka pacaran.
Karna penasaran Avi mengikuti nya sedang menunggu pesanan tahu genjrot. Arash tau Avi mengikuti nya. Ia pura pura seakan tak melihat itu.
"Kak Arash beli ini?"
"Ya.. kamu mau?" Arash berpura pura terkejut saat Avi menyapanya
__ADS_1
"Boleh. Taxinya juga masih lama." Jawab Avi sontak membuat Arash senang
"Satu lagi ya pak, bawang merah nya 2 saja. Rawitnya 15. Dan lebihnya terserah bapak saja"
Avi menatap Arash yang sedang memesan tahu genjrot favoritnya.
Ternyata ia masih ingat, walaupun sudah sangat lama.
"Tentu saja aku masih ingat apa yang kamu suka dan tidak suka.." jawab Arash santai seolah tau apa yang dipikirkan Avi.
"Terima kasih kalau begitu kak Arash" Avi mengumbar senyum manisnya.
Deg...
Jantung ini tau saja kapan saat dia beraksi. Seperti pertama kali aku melihat mu saat sekolah dulu. Ia masih menunggu penyatuan kita Avi.
"Bagaimana kalau kita menunggu disana..?" Arash menunjuk ada bangku dibelakang tukang tahu genjrot.
"Baiklah..."
Mereka berjalan kesana. Menunggu pesanan tiba.
"Waaah... rawitnya menggoda. ." Avi sumringah mengambil sepiring tahu genjrot daei tangan sang penjual.
"Bismillahirrahmanirrahim.. ayo makan..." Arash menirukan kebiasaan Avi.
Mereka tertawa bersama. Menikmati manis, pedas dan gurihnya tahu genjrot buatan sang bapak penjual. Sama seperti kehidupan keduanya yang mengalami macam macam rasa dalam hidupnya.
Dan mereka berpisah saat taxi online pesanan Avi tiba.
Flash back off
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...