Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Kencan Pertama


__ADS_3

Mentari telah menampakan sinarnya. Pagi ini terasa lebih dingin karna semalam hujan turun dengan deras. Aktivitas pagi ini berjalan seperti hari minggu biasanya.


Ada perasaan bahagia dan gugup karna akan berkencan untuk pertama kali nya. Dan itupun setelah mengantongi restu dari mama Lena.


" Masih belum siap sayang?" Mama memperhatikan anaknya karna dari tadi tengah sibuk memilih baju yang akan dia pakai untuk kencan dengan Arash. Pemuda yang saat ini telah mengisi penuh hatinya.


"Bagusnya yng mana ya ma?" Avi memperlihatkan dua pasang baju yang dipegangnya kearah mama.


"Anak mama cantik memakai baju yang nyaman kamu memakai dan sopan." Mama tersenyum mengambil gaun berwarna pink lembut. Dan mengarahkan kedepan Avi.


"Yang ini saja deh... cantik." Tanpa segan ia menganti bau didepan mamanya. Dia menambah sedikit lipstint dan sedikit bedak tabur. Karna wajahnya sudah cantik tanpa dipoles apapun. Dan rambut sebahu yang dibiarkan tergerai.


"Kamu ga pake hijab sayang" tanya mama penasaran.


"Avi belum siap ma. Nanti saja" Mama hanya tersenyum mendengar jawaban anaknya. Lalu keluar dari kamar Avi.


Memang hanya disekolah saja Avi memakai Hijab, . Karna sekolahnya mengharus setiap siswi muslim untuk memakai hijab kesekolah.


Akhirnya Avi keluar dari kamar setelah lama bersiap siap dikamar tadi.


"Cieee... yang mau kencan..." Vita menggoda adiknya sehingga wajah Avi merona.


"Ga kok... cuma diajak makan aja.." jawab Avi cemberut ke arah Vita.


"Ya udah... pokoknya hati hati. Sebab lelaki dan perempuan itu sebelum halal ga boleh berdua duaan dulu. Yang ketiganya syetan lho...


Kamu harus jaga diri dan kehormatanmu. Dan jangan membuat keluarga kita malu. okey..." Nasehat Vita untuk Adik manisnya. Dan dianggukan oleh Avi.


Tak lama kemudian terdengar sebuah mobil berhenti disamping rumah mama tepat disebelah mobil ipar mereka.


"Siapa ya?" Mama melihat kesamping lewat jendela.


kemudian tampak seorang pemuda tampan tengah berdiri didepan mobilnya merapikan bajunya yang agak berantakan karna menyetir tadi.


"Ternyata Arash... dia tampan juga. Semoga saja dia tak mempermainkan anak gadisku." Gumam mama yang diaminkan oleh Vita.


"Aamiin" Vita tersenyum melihat mama. Karna Ada raut bahagia dan was was melihat kedatangan Arash.


"Avi tau yang terbaik buat dia ma... percayakan saja..." dia menenangkan mama Lena agar tak berpikiran buruk terhadap pemuda itu.

__ADS_1


"Semoga saja ya..."


Berjalan kedepan pintu menyusul kedatangan kekasih anak gadisnya.


"Assalamualaikum buk... Avinya ada?" Tanya Arash setelah memberi salam serta mencium punggung tangan mama.


"Waalaikumsalaam.. Ada. Udah nungguin dari tadi. Mari masuk" Mama memanggil Avi dikamar Ica.


Kemudian Avi mendekati Arash.


Bidadari... manisnya... cantik. Batin Arash.


Arash berdiri dan tetap menatap Avi. Dia sungguh terpesona melihat Avi yang tanpa mengenakan hijab seperti saat disekolah.


"Hi kak... mau langsung berangkat atau..."


Avi melihat mama.


"Berangkat saja.. biar ga kesorean pulang nya." jelas mama.


"Ya sudah buk, saya mohon izin ajak Avi jalan jalan sebentar ya buk.." Izin Arash pada mama Lena.


" Panggil mama aja ya, mama terasa jadi guru saja dipanggil ibuk.." ucap mama seraya tertawa kecil. Vita dan Avi pun ikut tertawa mendengar gurauan mama.


"Hati hati ya nak..." ucap mama senang.


Setelah berpamitan mereka pun berjalan kearah parkiran mobil Arash. Avi memang sudah sering diantar Arash pulang sekolah dengan mobil. Walaupun itu tak sampai didepan rumahnya.


Tapi kali ini berkat keberanian Arash yang langsung minta restu sama mama. Keberaniannya pun muncul untuk mengajak Avi berkencan.


.


.


"Cantik" gumam Arash dan tentu saja terdengar oleh penumpang disebelahnya.


"Kenapa kak?" Selidik Avi menoleh melihat Arash.


"Kamu cantik.." ucapan lantang dari mulut Arash. Sontak wajah Avi merona. Dan membalas dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Kita mau kemana kak?"


"Terserah kamu."


"Bisakah kita kepantai?"


"Apakah kamu ingin kesana?"


"Jika tak keberatan..


Sudah lama aku ga kesana. Rasanya rindu melihat ombak menari nari dibibir pantai.." Dia tersenyum menatap Arash.


"Baiklah kita kepantai." semangat Arash.


Tapi sebelum nya mereka berhenti dijalan sekedar membeli minuman dan camilan.


Perjalanan lumayan jauh. Avi sempat terlelap. Ketika wajahnya pas menghadap Arash. Dia memperhatikan dalam dalam wajah cantik kekasihnya. Mata yang tertutup sehingga menampakan lentikan bulu mata yan alami dari penciptanya. Hidung kecil yang mancung. Bibir Avi yang kecil yang saat ini berwarna merah muda alami. Serta kulit mulus yang putih bersih.


Ya Tuhan kuatkan aku selalu. Jangan sampai aku menyakiti gadis ini. Batin Arash.


Arash kembali fokus menyetir. Tiba tiba Avi terbangun karna mobil berhenti. Rupanya ada segerombolan domba menyebrang jalan. Dan Arash memberi mereka jalan.


"Kenapa bangun? Tidur saja.. masih jauh kok." Rash senyum sambil membelai kepala Avi.


"Maaf kak, Aku ketiduran." ucap Avi lirih dengan suara serak nya karna bangun tidur.


Kemudian Avi menyalakan musik dan mencari lagu yang ia sukai.


"Kamu mau mendengar lagu apa?" Tanya Arash sambil terus mengemudi.


"Yang enak didengar aja kak.. musik yang sedikit slow gitu..." Ia kembali menyetel musik itu. Terdengar lagu dari grupband legendaris Gigi, 11 januari.


Mereka mengiringi lagu itu. Sambil sesekali saling memandang dan tersenyum.


Semoga kebahagian mereka berjalan mulus seperti yang mereka harapkan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2