Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Singa betina


__ADS_3

"Temani ya..." bisik Denis ditelinga Avi yang sudah membuka hijabnya. Seketika ia jadi merinding dengan deru nafas Denis.


"Mandilah sayang... kamu begini ya aslinya hmmm?" Avi mendorong Denis sampai masuk ke kamar mandi. Denis msih bermalasan berjalan kekamar mandi. Hingga akhirnya ia menarik Avi ikut kedalamnya. Melakukan kegiatan baru yang membuatnya candu.


Dasar pengantin baru.


.


.


"Bagaimana Tara?"


"Semua lancar bos..."


"Bagus.. aku akan kirim bagian mu."


"Terima kasih bos"


Tara menutup sambungan teleponnya. Berpikir sejenak dengan rencana selanjutnya. Ia harus memutar ulang otaknya mencari cara cara sesuai yang dikehendaki oleh bos nya.


Dia mengambil kembali ponselnya, mencari sebuah nomor dan menghubungi. Pembicaraan ditelepon berlangsung lumayan lama. Senyuman menghias wajahnya setelah sambungan ponselnya terputus.


Tinggal menunggu hari H nya... hahahahh


.


.


Beberapa hari kemudian setelah seminggu menginap dirumah mama Lena. Dan 3 hari dirumah orang tua Denis. Avi dan Denis memutuskan untuk tinggal diapartemen mereka. Berdekatan dengan kantor Denis. Tentu saja bukan apartemen yang sudah diketahui Arash.


Beberapa waktu lalu Denis menjual apartemennya supaya Arash tak lagi menemukan mereka. Dan ia membeli sebuah Apartemen didaerah lain.


Avi juga sudah mulai bekerja lagi seperti sedia kala. Mereka sepakat Avi tak lagi bekerja jika dia hamil.

__ADS_1


Menjelang acara perhelatan mereka secara adat dilangsungkan sementara itu mereka mencari kegiatan dengan cara bekerja.


"Sayang, cepatlah... kita bisa terlambat." Teriak Avi memanggil suaminya yang masih didalam kamar.


"Kenapa buru buru sekali, aku bos disana sayang. Istri ku ini..." Denis berjalan daei kamar nya menuju ruang makan dengan tersenyum melihat Avi sudah rapi dengan setelan kantornya.


"Aku masih karyawan disana sayang... ayo sarapan" Avi menghidangkan sepiring nasi goreng plus daging yang diiris tipis dengan telor ceplok.


Mereka menyelesaikan sarapan dan segera berangkat kekantor. Dalam perjalanan Avi membahas tentang kerja sama dengan beberapa perusahaan. Termasuk perusahaan Anin yang ingin kembali bekerja sama.


"Apa salahnya kita beri dia kesempatan Uda" bujuk Avi pada Denis.


"Kamu lihat sendiri apa yang perusahaan nya lakukan. Perusahaan kita juga ikut kena imbasnya sayang." Denis tetap bersikeras menolak.


"Lagian itu bukan kesalahan Anin sayang. Karyawan nya, yang sekarang sudah ia pecat. Jadi tak ada lagi kecurangan pada perusahaannya." Avi tetap berusaha membujuk Denis.


"Baiklah, tapi kamu sendiri yang bertanggung jawab jika terjadi lagi sesuatu." Denis menekan kan nadanya agar Avi berpikir ulang untuk menerima kerja sama dari perusahaan Anin.


"Terima kasih sayang..." Avi mencium pipi kiri Denis dan menghadap kedepan dengan wajah sumringah. Ia tak gentar menghadapi sesuatu yang buruk sekali pun. Karna Anin baginya adalah sahabat.


Mereka tiba diparkiran kantor. Berita mereka menikah telah menyebar diseluruh kantor. Jadi karyawan lain lebih segan kepada Avi sebagai istri pemilik perusahaan.


Avi tetap bekerja secara profesional. Ia semakin semangat untuk memajukan perusahaan suami lebih baik lagi.


"Avi... kamu masih bekerja?" Tanya salah seorang partner kerja Avi.


"Ya... kenapa?" Avi masih memandangi layar komputer didepannya.


"Apa Denis tak melarang mu?" Penasaran karyawan itu.


"Ola... aku akan berhenti jika aku hamil. Jadi untuk sementara ku bekerja mengisi kebosanan ku. Sampai waktu itu tiba." Jawab Avi kali ini menatap Ola temannya dikantor.


"Teruslah mencoba agar kalian segera memiliki momongan." Ola tersenyum menatap Avi.

__ADS_1


"Kami selalu mencoba sayang... jangan khawatir" Avi menepuk pelan lengan Ola.


"Bagaimana dengan Denis apakah dia ....diatas ranjang...?" Ola berbisik menghadap Avi tujuan menggoda temannya.


"Kamu takan kuat jika kuceritakan.." Avi mengerjai Ola.


"Memang nya kenapa?" Ola makin penasaran.


"Ia seperti singa betina, takan berhenti sampai lawannya tumbang. Ia akan terus menerkam dan mengoyak ngoyak hingga habis" Avi memperagakan seolah ia singa betina.


"Itu membuat ku bergidik ngeri." Ola mengangkat bahu nya membayangkan Denis seperti singa.


"Ahahaha... pertanyaan mu sangat aneh sayang..." Avi menahan tawanya agar karyawan lain tak mendengar.


"Kalian yang aneh..." Ola terkekeh melihat Avi yang mengerjainya.


"Ola... sebagai istri aku tak boleh menceritakan perkara dengan suami apalagi itu hubungan diatas kasur. Jika perempuan lain mendengar ia akan penasaran dengan suamiku. Bisa jadikan dia menggodanya. Aku tak ingin ada pelakor diantara kami. Begitu lah menurut agama kita sayang..." Avi kembali ke meja kerjanya.


"Maaf... Avi. Kukira Denis yabg terkenal dingin dikantor akan sama dengan mu. Aku khawatir jika kamu ga bahagia." Ola membelai lengan Avi.


"Dia sangat manja la... aku saja baru tau setelah satu jam menjadi istrinya."


"Semoga kalian bahagia sayang kuh... jika ada yang mengganggu hubungan kalian, aku orang pertama yang akan menjambaknya."


"Terima kasih sudah mendukung kami sayang..." Avi menatap hangat teman yang baik padanya .


Mereka kembali kemeja masing masing meneruskan pekerjaan yang tertunda beberapa menit yang lalu.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2