Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Sebuah janji


__ADS_3

"Aku berencana kuliah diluar kota."


Deg...


Jantung Avi seakan berhenti dari debaran bahagianya. Ia menoleh menatap Arash. Tatapan yang penuh tanda tanya. Avi merasa dirinya akan ditinggalkan oleh Arash.


"Aku akan menunggu" Jawab Avi lirih hanpir tak terdengar, karna bulir bulir bening dimatanya telah turun dengan sempurna.


Tiba tiba mobil berhenti didepan mini market. Arash keluar dari mobil. Avi masih asyik menikmati air matanya yang mengalir.


Avi maafkan aku. Aku tak bisa memilih kehendak orang tuaku. Jika aku tak berangkat kukiah keluar kota yang entah dimana disuruh ayahku. Maka aku akan dijodohkan dengan pilihan mereka.


Aku sangat tak rela meninggalkan mu sayang, akan ku tahan berpisah lama dengan mu dan aku pasti kembali kepelukan mu lagi. Ini janji Seorang Arash Zafrano.


Batin Arash


Arash yang baru keluar dari mobil, menatap sebentar dari depan mobil. Ia melihat gadis yang dicinta melepaskan tangisnya. Lalu ia masuk kedalam mini market membeli sesuatu.


Tak lama Arash kembali kedalam mobil. Memberikan tisu pada Avi. Dengan lembut ia membelai rambut avi yang tergerai.


Ia menggenggam tangan Avi. Seakan memberikan kekuatan untuk gadis pujaan hatinya.


"Vi, jangan sedih ya. Aku tak kan berpaling dari mu. Sepenuhnya hati ini tetap ada nama mu, hanya dirimu.


Sayang... ini untuk kebaikan kita berdua. Disaat aku balik aku akan segera melamar mu.


Kupinta.. jaga selalu hati mu untuk ku Arash zafrano. Kumohon..."


Avi seakan mendapat kekuatan setelah mendengar penjelasan Arash.


"Kak Arash... aku.. aku sangat mencintai mu. Dan tepati janji mu. Akan kujaga selalu hatiku untuk mu."


Tangisan Avi kembali pecah saat Arash memeluknya. Dia mengecup pucuk kepala Avi.

__ADS_1


"Aku tau. Aku tau vi. Aku janji atas nama Allah. Aku tak akan mengingkari itu. Percayalah." Dia kembali mengecup kening Avi. Sentuhan hangat yang bisa membuat Avi merasa lebih tenang.


"Hampir setahun kita bersama sama, hanya kali kubiarkan kak Arash sedikit menyentuhku. Aku hanya menunggu kak Arash untuk menyudahi apa yang kamu mulai kak... Jangan buat aku menyesal atas kebahagiaan kita tadi. hiks... hiks... "


Arash mengangkat dagu Avi dan mengecup pelan bibir ranunnya yang bergetar karena menangis.


"I Love U Sayangkuh, bidadarikuh... Jangan cemas, aku takkan lama."


Dia kembali keposisi menyetir dan menjalankan mobilnya.


"Lagian kamu taukan kekasihmu ini mempunyai otak yang sangat pintar, tentu saja aku akan cepat menyelesaikannya." ucap Arash dengan sedikit mengeraskan suaranya dan tertawa menatap Avi.


"Kak Arash menghiburku?"


"Kenapa tidak sayang.."


"Ya.. kamu berhasil .." seketika Avi tersenyum melihat tingkah Arash.


Avi memberikan senyum indahnya untuk Arash. .


Sangat manis. Sayangku yang cantik. semoga kamu ga tergoda dengan pria lain. batin Arash


Mobil yang dikendarai Arash melaju dengan kencang karna jalanan sedikit sepi. Wajar saja ini sudah hampir pukul 10. Beruntung rumah Avi sudah dekat.


"Mama pasti kecewa karna aku memgantar anak gadisnya larut malam begini .." ucap Arash sesekali menatap Avi.


"Tadi Avi kan sudah telpon mama kak, barusan juga Avi kasi tau kakak kok melalui chat.. "


"Tapi aku kan takuut..." ucapnya manja.


"Berani berbuat harus berani tanggung jawab..." jawab Avi memberi semangat.


Kak Arash .. aku akan tetap menunggu mu. Walau apapun yang terjadi aku tak kan menduakanmu.

__ADS_1


Namun aku sesikit cemas jika mama mengetahui ini, bisa saja dia kembali menjodohkan ku dengan pemuda itu lagi. Sungguh aku sangat takut akan hal itu. karna aku tak bisa membuat mama terluka. semoga saja tidak seperti pikiranku. batin Avi


.


.


"Baru dibiarkan keluar malahan sampai segini masih belum pulang. Ma telpon Avi lagi dong. Dia anak gadis ma. Kalau kenapa kenapa bagaimana.?" Cemas dan emosi campur aduk dihati sang kakak. Vita.


"Sudah... barusan Avi chat aku kak, udah dekat kok dia. Jangan marah marah dong.. ibu muda. Mau melahirkan sekarang?" kata Deby sambil menenangkan kakaknya.


"Mungkin itu mereka..." Ica berjalan kearah pintu lalu membuka nya. Tentu saja mereka yang datang.


"Apa mama bilang, kamu ga sabaran sih" Kata melihat kearah Vita dan mama berjalan menyusul Ica.


Sedikit cemas mereka berdua turun kedepan rumah. Wajah Arash tampak tegang karna ditunggu 4 wanita didepan pintu. Seakan akan mereka menyodorkan pedang kearah Arash. heheh


"Assalamualaikum ma..." Sapa Arash dan mencium punggung tangan mama Lena.


"Waalaikum salaam... ayo masuk" mama dan para kakak Avi mundur kembali masuk kedalam rumah dan duduk menunggu penjelasan dari Arash.


"Maaf ma, kak. Arash telat mengantar Avi. Karna tadi kami main ketepi pantai. Dan tak terasa waktu cepat berjalan, karna Avi asyik mencari kerang."


Penjelasan Arash sedikit masuk akal. Karna mereka semua tau kalau Avi sudah lama tak main kepantai. Karna itu kesukaan mereka ketika kepantai suka berlama lama disana..


Mama dan Ica sedikit tertawa...


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2