Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Penyatuan


__ADS_3

"Aku merasa kasian dengan Arash... obsesi nya terlalu tinggi dari pada akal sehatnya. Semua berawal dari ke egoisan dirinya Uda. Dan itu juga yang membuat aku memliki mu. Sebuah anugrah bagi ku.. tapi menjadi penderitaan baginya"


Avi memeluk Denis yang duduk diatas tempat tidur. Mereka masih dikediaman Naina kakak perempuan Denis.


"Itu peringatan dan pengalaman untuknya sayang, egonya sendiri telah menghancurkan hubungan kalian dan obsesinya menghancurkan dirinya. Semoga ia bisa menerima dengan lapang dada kenyataan ini sayang..." Denis mengecup pucuk kepala istrinya yang tak memakai hijab.


"Semoga saja Uda... jika saja aku telat sadar, mungkin kita takan bertemu lagi. Aku takut membayangkannya" Avi masuk kedekapan Denis.


"Aku lebih takut lagi sayang, aku tak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi pada mu." Arash mengecup sekilas bibir Avi.


"Syukurlah sayang... semua baik baik saja" Avi mencoba merebahkan tubuhnya ditempat tidur


"Apakah istriku selezat itu? Bahkan seorang pria menjadi gila karena tak memiliki nya." Denis menyatukan kedua bibir mereka.


"Apa aku seperti donut?" Avi terkekeh mendengar Denis mengatakan bahwa dirinya lezat.


"Ya seperti donut.. dan aku ingin memakannya"


Denis melahap bibir ranun istrinya. Perasaan rindu amat menyiksa dirinya. Mereka menyatukan kedua bibir itu dengan melu..mat dan melilitkan lidah mereka.


Sementara tangan Denis bergerilya mencari cari benteng pertahanan Avi. Saat ini Denis lebih memimpin atas Avi.


Ia memperlakukan Avi dengan lembut bahkan saat keduanya polos seperti bayi yang menggemaskan.


Menorehkan tubuh istrinya dengan lidah dan mulutnya. Hingga menimbulkan sayatan sayatan merah disana. Avi mende..sah dan mengerang manja.

__ADS_1


Semakin membuat Denis berhasrat ingin menuntaskan perperangan ini. Saat benteng itu lengah dengan cepat Denis menancapkan seluritnya.


"Aahh... mmmpph.."


Suara Avi memenuhi seisi ruangan itu. Ia mempercepat dan melambatkan pompanya. Membuat tubuh istrinya bergetar karena mendapatkan pelepasan pertama.


Denis membalikan tubuh Avi. Saat ini Avi berada diatas Denis. Dengan gerakan bergoyang


pl.p. bak biduan dangdut Avi menggeliat diatas paha suaminya.


Merasakan sentuhan hangat saat tangan Denis mere..mas manja bukit kenyal miliknya. Memainkan pu..ting pink milik istrinya.


Kedua nya sama sama mende..sah. Sebuah senyuman nampak dibibir Denis saat ia melihat ekspresi wajah wanita tersayangnya sedang merasakan kenikmatan syurga dunia.


Kali ini Avi mencoba gaya yang diintruksikan oleh teman sekantornya. Ia telungkup diatas Denis dengan senjata yang masih bergerak dibawah nya.


Melihat kegiatan yang dilakukan Avi Denis juga menaik turunkan panggulnya. Hingga senjata tu sama sama terbentur dan menimbulkan efek kedua bagi Avi. Ia mendapatkan pelepasan kedua. Kali ini Avi benar benar menumpahkan banyak kepuasan.


Kali ini Denis ingin lebih memimpin. Ia beranjak dari bawah Avi. Ia membiarkan Avi yang masih telungkup dan memasukan dari atas senjatanya yang sangat keras. Ia menghentakan beberapa kali dengan tangan menelusup pada kedua dada Avi.


Suara mereka terdengar nyaring. Setiap erangan dan de..sahan yang mereka keluarkan semakin membuat keduanya bernafsu.


Akan ada yang keluar kali ini. Dengan cepat Denis membalikan tubuh istrinya. Ia menancapkan dengan dalam. Memompa dengan gerakan cepat.


Mereka berdoa agar setetes ini menjadi sebuah nyawa. Mereka berharap untuk memiliki keturunan.

__ADS_1


"Aaaah...


Aaaa...


Ooohh..mmmpphh..."


Teriakan Avi semakin kencang. Dan Denis juga bersiap menembakan peluru andalannya.


"Sayaaang..."


Mereka sama sama mendapatkan pelepasan yang luar biasa nikmat. Sensasi berbeda yang mereka rasakan kali ini.


Denis merebahkan tubuhnya diatas Avi dengan nafas yang tersengal sengal dan keringat yang telah membasahi tubuh mereka.


"Terimakasih sayang... aku mencintaimu.." Denis memeluk erat Avi yang yang masih memejamkan matanya karena masih merasakan sensasi luar biasa yang diberikan suaminya. Karena senjata itu masih bergerak gerak dibawah Avi.


"Aku.. juga mencintai mu Uda." Avi akhirnya menyahuti perkataan Denis.


"Semoga kita bisa memperoleh keturunan.." Denis melepaskan senjatanya dan berbaring disebelah Avi.


Pandangan mereka saling bertemu dan sebuah senyuman terukir dibibir kedua insan yang saling mencintai.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2