Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Bertemu Dia


__ADS_3

"Telat? kamu ketiduran?" Avi sedikit tersenyum melihat Arash yang mulai salah tingkah.


"Iya sayang, aku diganggu bunda semalam. Hampir pukul tiga pagi baru tidur." jelasnya dengan sedikit tertawa kecil melihat Avi.


"Cerita apa saja?"


"Tentang calon istriku." Arash menatap Avi lembut.


"Siapa?"


"Yang sedang bertanya ini?" dia kembali mengurai senyumnya dan memegang kepala Avi sehingga hijabnya sedikit maju kewajah.


"Aku masih kelas 1 SMA kak, bagaimana bisa disebut sebagai calon istri." Dengan wajah merona dia menundukan pandangannya.


"Jadi? ga marah lagi ni. " goda Arash


"Aku ga marah, cuma sedikit cemas saja. Kenapa kak Arash ga masuk sekolah. Aku kira kak Arash sakit, mungkin karna alergi seafood" Jelas Avi. Dan Arash melihatnya lagi.


"Oo... seperti itu..." kemudian dia berdiri mengajak Avi kekelas karna bel masuk telah berbunyi.


"Astaga aku lupa... pasti anak anak marah." Arash menepuk keningnya. Itu membuat Avi merasa heran.


"Ada apa?"


"Kita seharusnya berada diruang OSIS sekarang, tadi aku mencari mu untuk mengajakmu kesana, aku lupa karna bicara denganmu" jelas Arash.


"Sebaiknya kita kesana sekarang.." Avi menarik tangan Arash menuju ruang OSIS. Murid lain melihat mereka karna tingkah Avi, Arash senyum senyum sendiri mengikuti nya.


"Mereka sudah bubar.. Nanti sepulang sekolah kamu kesini ya.?" Avi mengangguk dan mereka masuk kekelas masing masing.


.


.


"Kemana saja bro, kami menunggumu diruang OSIS.?" Sapa Roy. Saat melihat Arash masuk ruang kelas.


"Guys.. gw benar benar minta maaf,benaran gw lupa. Bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita kumpul lagi. Ya put.. tara.. gw beneran lupa... maaf" Arash menatap teman nya dengan tatapan memohon.


"Ya deh... kita maafin. Nanti kita ulang lagi pulang sekolah." Putri mengambil inisiatif karna teman temannya melirik padanya.

__ADS_1


"Makasi guys... " kemudian mereka melanjutkan pelajaran lagi.


.


.


Ruang OSIS


Setelah semua anggota osis hadir guna membahas perpindahan posisi mereka. Lalu rapat dibuka oleh Arash selaku ketua OSIS.


Ternyata rapat kali ini bebar benar merubah posisi mereka. Tak lupa mereka mengajak para kandidat untuk menduduki posisi yang baru.


Semua tampak serius bermusyawarah diruangan itu. Didampingi pembina OSIS . Agar mereka mendapat saran yang membangun. Maka rapat kali itu adalah rapat yang terakhir bagi Arash dan teman temannya.


Serah terima jabatan dan pelantikan Andika sebagai ketua OSIS. Teman sekelas Avi yang dinilai memiliki bakat kepemimpinan. Juga murid terpintar digenerasinya. Sekarang Avi juga menjabat sebagai Sekretaris OSIS. Arash merasa senang dengan hasil rapat ini.


"Terimakasih saya ucapkan untuk pembina dan para anggota OSIS yang baru. Selamat untuk kalian semua. Semoga kedepannya kalian bisa lebih membanggakan prestasi sekolah kita. Dan tetap menjaga nama baik Sekolah tercinta kita ini. Saya pribadi mengucapkan mohon maaf apabila saya melakukan kesalahan dimasa pemerintahan saya.


Baiklah untuk itu rapat kali ini saya tutup. Assalamualaikum..." kata penutup terakhir dari Arash.


Seluruh anggota OSIS berdiri menjawab salam dan bertepuk tangan tanda mereka telah sukses melakukan kegiatan ini.


Tak terasa hampir 3 jam mereka mengadakan rapat. Kini saatnya bagi mereka untuk pulang. Saling berjabat tangan. Arash dan teman temannya merasa lega, mereka bisa tenang mempersiapkan diri menjelang ujian akhir tiba.


"Vi, aku mau ngajak kamu kesuatu tempat"


"Kemana?" tanya Avi.


"Kamu mau?" Avi melihat jam diponselnya dan menatap Arash dengan sesikit ragu. Karna sudah terlalu sore untuknya pulang. Bahkan bisa pulang malam jika dia pergi dengan Arash.


"Bagaimana kalau besok sepulang sekolah? kalau sekarang aku sudah telat pulang kak. Beaok janji deh mau." Avi merasa tak enak hati menolak ajakan Arash. Tapi lebih merasa berdosa lagi jika ia tak segera pulang.


"Udah sore juga ya... baiklah. Besok pulang sekolah kita pergi. Sekarang mari aku babang Arash antar pulang ya" Goda Arash lagi.


"Oke deh. ." Avi tertawa kecil melihat tingkah Arash.


Kamu semakin cantik jika tertawa seperti itu Vi. Batin Arash


.

__ADS_1


.


Mereka pun sampai dirumah. Setelah mengantar Avi, Arash berniat untuk langsung pulang. Tapi dia melihat ada mobil yang parkir disebelah warung Mama Lena. Baru pertama kali dia melihat mobil itu.


"Mobil siapa vi?"Tanya Arash pada Avi yang sedang membuka helmnya.


"Mana?"


"Itu yang putih" tunjuk Arash kemobil yang dimaksudnya. Avi melihat kearah mobil yang ditunjuk Arash.


"Dia yang mau dijodohkan sama aku." Jawab Avi enteng. Wajah Arash seketika memerah, perasaan cemburu langsung menusuk dihatinya.


"Aku turun ya?"


"Bukannya tadi mau langsung pulang?" tanya Avi yang tak paham.


"Sayang cobalah mengerti, aku sedang cemburu" Jawab Arash jujur. Sontak membuat Avi tertawa.


"Cemburu dibilang ya... Ya udah ayo kerumah" Kemudian mereka mendekati rumah.


"Assalamualaikum.." Salam Avi dan Arash secara bersamaan.


"Waaalaikumsalaam..." Jawab mereka yang dirumah serentak seraya melihat kearah luar.


"Masuk nak Arash." Teriak mama Lena dari dalam rumah. Tak lama Arash dan Avi masuk kerumah. Arash langsung duduk disebelah mama. Sedangkan Avi langsung kekamarnya meletakan tasnya.


"Maaf ma, Avi pulang telat.Tadi ada rapat OSIS dan serah terima jabatan anggota OSIS. Jadi agak lama." Mama tersenyum akan keberanian dan tanggung pemuda yang sedang duduk disebelahnya tersenyum melihat nya.


"Oh.. ga apa apa. Pasti disekolah bukan cuma belajar sajakan? Banyak kegiatan lainnya. Asal kalian jujur mama senang." Ucap mama sambil menepuk pelan lengan Arash. Arash tersenyum melihat tingkah mama Lena yang mulai hangat padanya.


"Aduh mama lupa. Nak Arash kenalkan ini Rahman. Dan nak Rahman ini Arash pacarnya Avi." Arash tersenyum lega mendengar penjelasan mama. Dan melihat Rahman dengan tatapan sinis nya.


"Oh begitu buk, kenalkan saya Rahman." Rahman mengulurkan tangannya dengan perasaan yang tidak senang. Terlihat dia sedang cemburu. Tapi entah kenapa itu terlihat biasa bagi mama Lena dan Avi.


Arash menjabat tangan Rahman.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2