
Hari dimana janji suci sepasang pengantin pun tiba, diringi alunan musik khas daerahnya. Dengan khidmat kedua belah pihak keluarga menyaksikan ucapan pernikahan yang ditunggu tunggu.
"Sah.."
"Sah..."
"Alhamdulillah... " mama Lena bersyukur karna pernikahan ini berjalan dengan lancar, walaupun Ayah mereka tidak bersama mereka lagi, ternyata mama Lena berhasil membawa anaknya kejenjang pernikahan dengan kelasih hati anaknya. Dan itu membuat lega bathinnya.
Resepsi pun dilangsungkan secara sederhana, Vita tampil bak putri raja dengan mahkota/suntiang menghias kepalanya. Tak lupa juga pengantin lelaki yang tampak gagah duduk dipelaminan. Banyak kerabat dekat kerabat jauh yang hadir bahkan tamu tamu sudah menghadiri jamuan tersebut.
Tak terasa haripun mulai larut, satu persatu kerabat mulai pamit dan pulang kerumah mereka masing masing.
"Vita sebaiknya kamu kekamar ganti baju sayang... ajak suami mu. jika kamu kesusahan panggil Deby untuk membantu." Vita mengangguk setelah mendengar mamanya. Mama Lena tersenyum lega melihat anak dan menantunya, semoga saja rumah tangga mereka bahagia dunia dan akhirat.
"Mama sebaiknya juga istirahat, ayo.. avi juga mau ganti baju ma, gerah. kita kekamar yuk."
Kemudian mereka berjalan menuju kamar.
Akhirnya selesai juga, lelah begini... besok sudah harus sekolah lagi... huff... batin Avi.
.
.
.
"Maaf ya vi, aku ga bisa datang ke nikahan kakakmu soalnya weekend aku pulang kampung hehehhe... " ucap Anin seraya menghampiri sahabatnya itu.
"Ya ga pa pa.. Alhamdulillah acaranya lancar kok."
Mereka berjalan menuju kelas. Sambil sesekali tertawa. entah apa yang terlihat lucu bagi mereka.
"Kamu kemaren ketemu kak Arash ya? ngapain?"
tanya Anin sontak membuat Avi sedikit terkejut.
"mmhhmm... iya.. Kemaren dia ngajak buat jadi anggota Osis. Masih kupertimbangkan" Jelas Avi santai pada temannya itu sambil mengeluarkan buku sambil menunggu gurunya masuk.
"Ajak juga ya... Anin pengeeenn... deh gabung sama organisasi sekolah.. cuma belum tercapai." Dengan wajah memelas melihat Avi agar mengajaknya.
" Kita lihat nantilah..." ucap Avi sambil tersenyum.
Tak lama kemudian buk Rahmi masuk..
"Buka hal 24 anak anak...."
__ADS_1
dan pelajaranpun dimulai...
teng teng teng
Terdengar lonceng pertama, waktunya istirahat.
"Kekantin yuk, aku lapar"
"hooh avi juga lapar"
Baru akan keluar dari kelasnya, Avi menbrak sesuatu dikepalanya, ternyata Arash yang tiba tiba masuk hingga kepala Avi membentur dengan dada bidang Arash.
"Aduh maaf maaf vi, aku ga lihat kamu keluar, kamu sakit?
"Eh.. ga pa pa kak.." Avi meringis memegang dahi dan batang hidungnya.
"Maaf ya.. aku benaran ga sengaja." katanya sambil membungkuk melihat Avi. Avi pun mengelak karna merasa tidak enak diperhatikan Arash.
" Tanggung jawab tu kak, nanti pinternya Avi hilang lhoh.." kata Anin cekikikan usil mengerjai temannya itu. kemudia Avi memukul lengan Anin.
" Nah sakit .. masih kuat pukul orang. ahahahha"
"Anin sudahlah... aku ga pa pa kok kak. beneran" Avi mendongakan kepalanya kearah Arash menunjukan kalau dia baik baik saja.
"Okeh... Ayu vi. kita nikmati traktirannya kak Arash" ucap Anin sambil mengandeng tangan Avi keluar kamar. Arash tersenyum kemudia menyusul mereka dengan mensejajarkan langkah kaki dengan Avi.
Semua mata tertuju kearah mereka jalan.. ada yang berbisik bisik senang ada pula ya iri. Tapi mereka tetap berjalan santai sampai kekantin.
"Kamu pesan aja dulu vi, Aku mau ketoilet dulu. kebelet sayang..." bisik Anin seraya meninggalkan Avi bersama kakak kelasnya.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Arash sambil memanggil mbak mbak kantin.
" Nasi soto ya mbak.. minumnya nutri sari dingin." Sambil melihat kearah pelayan kantin.
"Sama deh mbak aku juga." Arash tersenyum melihat Avi yang sedikit salah tingkah, karna sesekali melihat kearah toilet mencari keberadaan sahabatnya.
"Kenapa?"
"ya?"
"Kamu kenapa? ga nyaman ya berdua dengan ku?"
"Eh.. bukan gitu kak, cuma nungguin Anin aja.. kenapa dia lama sekali.?" ucap Avi yang gugup karna Arash terus memperhatikannya.
Makanan pun datang, tapi Anin belum juga muncul. Dari jauh sepasang mata memperhatikan mereka.
__ADS_1
" Maaf vi, aku sengaja ninggalin kalian. karna Aku tau kak Arash menyukai mu. Aku beri sedikit ruang untuk hubungan kalian berdua. semoga cepat jadian ya temanku ..." gumam Anin. Dan berlalu sambil tersenyum melihat temannya yang canggung.
Terpaksa makan bekal deh... batin Anin.
.
"Aku antar kekelas ya. Sepertinya Anin dapat panggilan alam tuh" Arash tersenyum melihat kelakuan Anin yang tidak balik kekantin.
Mungkin dia memberi ruang untukku dan Avi.
Terukir senyuman bahagia dibibir tipis Arash.
" Iya kak.. makasi ya udah ditraktir makan, walaupun sebenarnya ga usah. Aku jadi ga enak sama kak Arash." jelas Avi. Arash hanya tersenyum menanggapi Avi. Dan mereka berjalan kekelas.
"Dasar anak baru, sudah berani menggoda suamiku.." gumam seorang gadis yang melihat mereka berjalan. dengan sengaja dia keluar disaat Avi melewati pintu kelas gadis tersebut dan...
Brukk...
"aww..."
"Kamu ga pa pa vi?"
Deg...
Tiba tiba Arash menangkap badan Avi yang hampir jatuh karna sengaja ditabrak gadis itu. Seketika jantung Avi bergetar dengan cepat.
"Iya ga pa pa kak.." Avi langsung berdiri dan wajahnya memerah malu karna disana banyak murid sekolah yang melihat.
" Eh.. kamu kalau jalan hati hati dong, lihat kanan kiri dulu kek. Ngebut aja, buku buku ku sampai berserakan.." Ucap gadis tadi yang sontak memarahi Avi karna sedikit kesal Arash membantu Avi, mereka terlihat seperti berpelukan.
" Mona, hentikan. Bukannya kamu yang sengaja menabraknya tadi, kami pun berjalan pelan. Tidak seperti tuduhanmu.." ujar Arash menatap Mona dengan tatapan tajamnya.
Dia pun melenggang menjauh seakan akan tidak ada terjadi apapun. "Terserah...!"
"Kalau gitu aku kekelas dulu ya kak." Avi langsung berlari kekelasnya.
"Nanti pulang tunggu aku digerbang..." ucapan Arash yang sedikit teriak karna Avi telah jauh darinya. Sontak murid murid saling memandang heran. Arash pun masuk kekelasnya.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1