Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Bunda yang baik


__ADS_3

"Waalaikumsalaam.." jawaban terdengar dari arah dapur. Wanita paruh baya tersebut mendekati mereka, Avi sangat kagum melihat sosok wanita itu. Ia mengenakan gamis dalam lengkap dengan hijab yang dibalutkan kelehernya. Dengan wajah tersenyum wanita ramah itu langsung mendekati Avi.


"Mmm.. jadi ini orangnya calon istri kamu. Cantik.." Kata bunda memegang lengan Avi sontak Avi merona dengan ucapan Bunda.


"Assalamualaikum bu.." sapa Avi sambil mencium punggung tangannya sopan.


"Waalaikumsalaam.. sayang. Panggil bunda saja ya.Namanya siapa?" Tanya bunda melirik kearah Arash.


"Avi bunda" Jawab Avi malu malu.


"Arash ganti baju sebentar ya bund. " Bunda mengangguk kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Bagaimana sekolah kamu? apakah naik kelas?" tanya bunda ramah seraya mengajak Avi duduk diruang keluarga. Dan duduk disampingnya.


"Alhamdulillah bunda, Kak Arash juga lulus dengan nilai palinq tinggi" terang Avi


"Syukurlah nilai kalian sama sama bagus" jawab bunda ramah.


Tak terasa Avi sudah lebih dua jam dirumah Arash, Bahkan Shalat dzuhur dan makan siang bersama dirumah keluarga itu. Mereka mengobrol sampai lupa waktu karna bunda merasa mendapat teman dengan kehadiran Avi. Sampai sampai Arash seperti obat nyamuk diantara mereka. Sabar ya Ar.. heheheh


"Kalau begitu Avi pamit dulu ya bund, sudah sore. Nanti mama nyariin lagi." Avi bermaksud untuk pamit pulang.


"Nanti saja, ayahnya Arash belum datang. Nanti bunda yang bicara kemama kamu ya." sambil memegang lengan Avi. Avipun menoleh kearah Arash.


"Nanti hari minggu Arash ajak Avi kesini lagi ya bund. Kasian juga dia belun ganti baju dari tadi." Jelas Arash kebunda. Walaupun agak kecewa bunda mengangguk.


"Sering sering main kesini ya nak, bunda senang kamu disini." ucap bunda sambil mengelus lembut pipi Avi.


"Insha Allah ya bund.." Jawab Avi. Lalu bersalaman. Dan dia pulang diantar kembali oleh Arash. Kali ini Arash mengantar dengan mobil karna diluar hujan.


Sejak jari itu Avi menjadi sering dibawa Arash kerumahnya, bahkan sekedar ngobrol atau belajar bersama dengan Arash.


Flashback Off


.


.


"Kak antar aku ke toko roti ya, mau beli roti tawar buat bunda." Ajak Avi setelah mereka naik mobil yang masih diparkiran sekolah.


"Ya... nanti kita mampir. Sekalian juga buat mama. Mereka sama sama pecinta roti tawar pakai selai." dan diberi anggukan oleh Avi.

__ADS_1


Kemudian mobil melaju keluar dari gerbang sekolah. Arash memutar lagu favorit mereka. Suasana sedikit hening. Mereka sama sama menikmati alunan lagu.


"Kak.." Avi memecahkan suasana hening itu.


"Ya sayang.." Arash sesekali menoleh menatap Avi


"Jadi kapan kak Arash mau kuliah?" Tanya Avi dengan nada sedikit melemah. Arash melihat Avi dan memelankan laju mobilnya.


"Belum tau Vi, karna masih ada waktu 2 bulan lagi untuk persiapan." Jawab Arash singkat. Namun tak tega melihat gadis disebelahnya yang tampak gusar.


"Aku akan kesepian..." Lirihnya sambil menunduk.


"Hei... kamu kenapa?" Arash membelai pipi Avi.


"Ga.. cuma sedikit sedih.." Arash menepikan mobilnya. Menggenggam jemari Avi. Memberikan sesikit ketenangan untuk kekasihnya itu.


"Sayang ... aku akan secepatnya melakukan ini. Saat kamu lulus sekolah nanti.. aku akan pulang. Akan ku usahakan lebih giat lagi." terlihat bulir bulir bening berjatuhan dari mata Avi yang sejak tadi tertahan.


Arash semakin tak tega meninggalkan Avi walaupun itu demi menempuh pendidikan. Tanpa ragu ia mengangkat dagu Avi.. dan menatapnya dalam dalam. Ia mengecup lembut bibir merah ranun Avi.


Avi menatap Arash masih menahan kesedihannya. Arash kembali menyatukan kedua bibir itu dan membuatnya bertahan lebih lama. Mereka sama sama melepaskan hasrat yang ada dihatinya. Sampai nafas Avi tersengal sengal, Arash melepaskan pagutannya. Dan langsung memeluk Avi.


"Kumohon percayalah... tak ada lagi ruang dihatiku untuk wanita lain. Biarkan aku menyelesaikannya." Avi hanya mengangguk dengan sedikit senyuman diwajahnya.


"Terimakasih sayang.. " Arash mencium punggung tangan Avi. Dan kembali melajukan mobilnya.


.


.


Rumah Arash


"Lama sekali kalian..." sambut bunda menghampiri Arash dan Avi yang baru saja turun dari mobil.


"Assalamualaikum bunda. ." ucapnya kompak


"Waalaikumsalaam... ayo masuk" mereka lalu masuk kerumah.


"Tadi bunda masak makanan kesukaan kalian. Ayo langsung makan saja." ucap bunda sambil berjalan kearah meja makan.


"Ini ada roti buat bunda.." Avi memberikan roti tawar lengkap bersama selainya ke bunda.

__ADS_1


"Kamu tau aja bunda suka. Makasi ya sayang"


"Sama sama bunda." Jawab Arash spontan. Avi tersenyum geli melihat tingkah Arash.


Kemudian mereka makan bersama.


Setelah acara makan makan selesai. Bunda mengajak Arash dan Avi duduk keruang keluarga.


"Bunda mau bicara sama kalian berdua."


"Ada apa bun?" tanya Arash heran.


"Avi.. kamu kan tau kalau Arash sudah lulus. Jadi bunda sudah sepakat dengan Ayah.. kalian akan bertunangan sebelum Arash berangkat. Sebagai pengikat kalian, agar tak berani macam macam lagi karena kalian berjauhan."


pinta bunda panjang lebar.


"Ma ..maksud bunda Aku dan kak Arash bertunangan?" Avi langsung terkejut. Menatap Arash penuh pertanyaan. Tapi ternyata Arash malah kelihatan sangat senang, terlihat dari senyumnya.


"Iya.. kalian berdua. Kamu bilang ya ke mama Avi ya Ar! Bagaimana nantinya bunda akan telepon mama Avi." Avi merona seketika. Perasaannya campur aduk. Hanya dia sendiri yang tau.


"Iya bund, nanti aku mampir kerumah Avi. Menyampaikan kabar bahagia ini." Arash sangat antusias.


"Kalau begitu Avi pamit ya bund. Makasi makasi makannya. Enak sekali." Avi yang masih bingung berdiri dan menyalami bunda.


" Hati hati kalian sayang." ucap bunda.


"Jangan lupa ya Ar.. nanti ayah mu berubah pikiran lagi." bisik bunda pada Arash yang menyalaminya.


"Siap boss..." Arash tampak bahagia hari ini.


Bahkan diperjalanan pulang mengantar Avi. Senyuman selalu tersungging dimulutnya.


Aku... tunangan? apakah secepat itu? Walaupun hatiku sangat bahagia. Tapi.. bagaimana dengan mama? Batin Avi


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2